<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885</id><updated>2011-09-28T09:00:01.950-07:00</updated><category term='Politik yang tidak akan pernah mati'/><category term='Euro 2008'/><category term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>RIZKI RAMADHANI</title><subtitle type='html'>MY VIEW, MY IDEA, MY FREEDOM</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2651704773955339244</id><published>2010-09-19T19:02:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T19:03:47.936-07:00</updated><title type='text'>How I conquer the main islands of Indonesia !!!</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;How I travel to conquer  Indonesia :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Born in Biak, Papua 28th of June 1984&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-  Move to Sorong, now West Papua in 1990&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Done my first visit to  Ambon, Maluku in 1990 with my mother&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit the capital city of  Papua, Jayapura, all by myself in 1992&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Travel to Merauke, the  most eastern edge of Indonesia in 1998. Including the border with Papua  New Guinea&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Wamena, Timika, and Kei islands in Maluku  during my journey back to Sorong&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Bitung and Manado, North  Sulawesi in 1996 during a study tour. Enjoying the hot spring in Tondano  Lake and visit Tuanku Imam Bonjol graveyard in Minahasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Travel  by bus to Gorontalo in 1996 during my visit to Manado&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Regularly  back to my village in Makassar, South Sulawesi every year since 1995.  Including a travel to Banggai, Central Sulawesi, and enjoying a nice  bakso in Ternate, now in North Maluku and in Bau-Bau South East Sulawesi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-  Visit Bandaneira and the Belgica Fort, Maluku in 1999 during my journey  to Java&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Surabaya, East Java in 1999. First time I stepped  my foot on Java Islands&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Jogjakarta, including beatufiul  Borobudur temple in 1999 during visit to Java island&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit  Jakarta for 1 week. First time I stepped my foot on the capital of  Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Batulicin, South Kalimantan for 1 night in 2003.  First time I stepped my foot on Kalimantan Islands&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit  Naggroe Aceh Darussalam, during tsunami disaster on January 2005. Spent 2  weeks as a volunteer there. First time I stepped my foot on Sumatra  iIsland&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Medan and Serdang Bedagai North Sumatra in 2006  during a research with FISIP UI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Magnificent travel accross  Padang and Bukittingi, West Sumatra. Around Singkarak and Maninjau,  visit the Sianok, Lobang Jepang, and the famous home of Bung Hatta for 4  days in 2007.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Travel across Java Island from Banten, Bandung,  Semarang, Jogjakarta, and Surabaya during my study in UI from 2001 -  2007 including visit to 3 World Heritage Sites in Java : Borobudur,  Prambanan, and Sangiran&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;ups ...... I haven't visited the  Bali Nusa Tenggara part so .............&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visit Bali for  the first time after Lebaran 2010. Magnificent journey from Kuta to  Kintamani. First time I step on Bali Nusa Tenggara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;And  that is the story of how I conquer all the main islands of Indonesia  !!!!!!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rizki 18092010&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2651704773955339244?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2651704773955339244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2651704773955339244&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2651704773955339244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2651704773955339244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2010/09/how-i-conquer-main-islands-of-indonesia.html' title='How I conquer the main islands of Indonesia !!!'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2875351453067038138</id><published>2009-01-20T11:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T11:28:47.334-08:00</updated><title type='text'>Untuk Tuan Barrack Obama</title><content type='html'>Yth Tuan Barrack Hussein Obama II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah salah satu dari sekian milyar penduduk dunia, dan hari ini hanyalah hari yang biasa dalam kehidupan saya. Tetapi tidak bagi anda, saat seluruh media massa di dunia meliput detik-detik pertama langkah anda menuju gedung putih, sementara mereka di Palestina duduk termenung diatas puing-puing ditemani kesepian.  Maka izinkanlah saya terlebih dahulu mengucapkan selamat atas dilantiknya anda sebagai presiden Amerika Serikat ke-44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Barrack Obama, saya mencintai negeri saya, seperti halnya anda mencintai negeri anda. Saya yakin sepenuhnya kepada agama dan keyakinan saya, seperti halnya anda yakin pada agama dan keyakinannya anda. Saya pun cinta pada perdamaian, seperti halnya saya yakin anda pun adalah orang yang cinta perdamaian. Maka saya pun bertanya-tanya di hari ini, sambil sedikit berharap walaupun acuh tak acuh, apakah anda pun akan membawa pesan perdamaian, pesan persaudaraan, pesan kesejahteraan? Akankah berapi-apinya pidato anda itu akan menjadi sebuah kenyataan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka atau tidak, terima atau tidak, negeri anda adalah negeri terkuat di dunia. Sang adikuasa, polisi dunia, kiblat ekonomi, pendidikan, pertahanan dan berbagai hal lainnya. Sedikit atau banyak, politik dunia ini dipengaruhi oleh negara anda. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anda tidak bisa memungkiri, bahwa sejarah Amerika di dunia pun bukan hanya tertulis dengan tinta emas, tetapi juga ditulis dengan darah dan pena yang berbuat dari tulang belulang manusia. Amerikalah yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Amerikalah yang memulai perang Vietnam, dan Amerika pulalah yang meluluh lantakkan Afghanistan dan Irak. Sejarah negeri anda pun tidak lepas dari sejarah kekerasan, history of violence. Tidak kepada sesama bangsa Amerika, tapi juga sesama saudara warga dunia. Amerika yang berkhotbah untuk kebaikan negeri lain dengan menyerbu mereka di tanahnya sendiri, Amerika yang berseru untuk kesejahteraan dunia dengan memeras kekayaan alam negeri yang lebih lemah, Amerika yang berwajah malaikat di pagi hari namun bermuka algojo di malam harinya, Amerika yang berseru "kami peduli", namun sesaat kemudian berteriak "matilah kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sangat naïf, naïf sekali menggantungkan kebaikan dunia kepada satu negara, dan akhirnya beban itu pun digantungkan di pundak satu orang seperti anda. Tetapi apa mau dikata. Sekarang anda adalah orang nomor 1 di negara nomor 1 dunia. Anda duduk di puncak kekuasaan. Di telapak kaki anda orang-orang akan meminta keadilan. Di dalam pikiran andalah akan dirancang pembaharuan atau kehancuran. Telunjuk anda akan jadi isyarat kemana bantuan diberikan atau arah rudal nuklir berikutnya dijatuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada hari ini, hari pertama anda memanggul gelar besar Presiden Amerika Serikat, saya ingin kita berbagi keprihatinan, yang berangkat dari akal sehat setiap manusia yang masih waras. Keprihatinan akan perang, yang tidak sedikit dipicu oleh negara anda. Kerpihatinan akan nyawa-nyawa mereka yang tidak bersalah yang tidak sedikit disebabkan oleh peluru dan mortir buatan negara anda. Keprihatinan akan mereka yang menangis dan resah karena tidak punya pekerjaan, yang juga disebabkan krisis ekonomi di negeri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menangis, saya pun prihatin, saya pun resah. Seperti halnya tidak sedikit warga Amerika Serikat pun menangis seperti saya. Dan karena tangis itulah mereka menaruh harapan pada anda, harapan pada hampir 70 juta orang yang memilih anda, harapan untuk melihat Amerika yang lebih baik untuk dunia yang juga lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan warga Amerika Serikat tuan, tapi saya berbagi keprihatinan yang sama. Karena nilai-nilai kemanusiaan adalah nilai-nilai universal di dunia, maka dititik itulah saya memahami harapan warga Amerika, dan dititik itulah pula saya memahami beratnya tugas anda, membereskan tumpukan masalah yang diwariskan rezim lama yang melenggang turun bagaikan tanpa dosa. Saya yakin anda percaya pada keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tetapi semua itu hanyalah harapan, andalah yang nanti akan bertanggung jawab untuk melaksanakan harapan-harapan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia akan melihat pada 4 tahun kepemimpinan anda. 4 tahun bukanlah waktu yang lama. Tetapi derita dan sengsara tak mengenal waktu tuan. Derita mereka yang rumahnya dibom di Gaza, derita mereka yang tidak bisa makan di Sudan, derita mereka yang dihantam badai di New Orleans, derita para diplomat di sidang PBB yang harus pulang tanpa hasil, derita dunia yang disebabkan oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Kami tak butuh kata-kata kampanye anda tuan. Kami butuh bukti, bukti bahwa Amerika Serikat masih merupakan bangsa yang beradab di dunia. Anda dan waktu yang akan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tuan Obama. Saat fajar menyingsing di Washington, tantangan besar membentang di hadapan anda. Anda mengambil tantangan ini. Hari ini ratusan warga Amerika akan merasakan, dan ribuan penduduk dunia pun bertaruh, akankah sejarah dunia akan berubah lebih baik dengan Amerika Serikat berada di dalam arus perubahan itu. Dan apakah Paman Sam akan dipimpin oleh seorang presiden yang menulis tinta sejarah dalam kebijaksanaan, ataukah hanya iblis baru yang bertahta didalam keangkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Taipei, dinihari 21 Januari 2009 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2875351453067038138?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2875351453067038138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2875351453067038138&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2875351453067038138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2875351453067038138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2009/01/untuk-tuan-barrack-obama.html' title='Untuk Tuan Barrack Obama'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-8317253699568115405</id><published>2009-01-09T19:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T20:25:26.606-08:00</updated><title type='text'>Remembering 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 10 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 tahun sudah berlalu. Satu tahun penuh evaluasi. Satu tahun yang entah lebih banyak sukanya atau dukanya. Jujur aku merasa tahun 2008 kemarin adalah tahun terberat di Taiwan. Tahun dimana aku juga merasa banyak salah langkah. Tahun dimana banyak sekali keluar uang dan banyak sekali buang-buang waktu. Tapi aku tak bisa menutupi beberapa hal yang positif dari tahun lalu. Aku menulis blog ini sebagai evaluasi perjalananku di tahun 2008 yang cukup berat sebagai evaluasi dan niat untuk berbuat lebih baik lagi di tahun baru mengingat aku sudah pasang resolusi saat tahun baru di Taipei 101. Hmm.... mulai darimana yah ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sangat sibuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri ini adalah salah satu keluhanku tahun kemarin. Sibuk disini terutama adalah sibuk di luar kuliah. Dan banyak diantaranya yang aku gak ingin ulangi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah kegiatan YEF (Youth Entrepreneurship Forum ) 2008. Fiuhh .... jujur aku menyesal ikut kegiatan ini kemarin. Rangkaian kegiatan sebulan penuh yang mengharapkan diskusi antar pesertanya tapi semuanya dalam bahasa mandarin dan saat itu mandarinku pas-pasan. Ditambah lagi pertemuannya yang sering dilakukan diluar Taipei, seperti Hsinchu atau Taichung yang menambah sibuk kegiatanku. Jujur aku merasa kayak kambing congek aja selama kegiatan ini. Orang ngomong berseliweran sana sini sedangkan aku cuman bisa diam saja sambil sesekali bilang hao atau dui. Gak bakal deh aku ikut itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiaan di NTUFSA juga cukup berat, terutama pesta Natal mereka kemarin. Secara profesional aku bantu walaupun aku tidak datang saat hari-H-nya. Cuman jujur orang-orang semua sangat terbawa sibuk sehingga semua diserahkan ke aku. Aku jadi tahu karakter orang-orang negara lain yang kadang kala cuek saja dengan sesuatu. Yang aku sesali dari sini sih cuman 2, aku yang hampir mengerjakan semua tugas walaupun bukan PO-nya, dan aduhh...kenapa sih harus acara Natal ??? Ini kan prinsipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan FORMMIT juga sangat berat. Sejak aku terpilih sebagai Humin FORMMIT, cukup banyak kegiatan yang dilaksanakan secara maraton keluar kota. Belum lagi waktu sempat jadi PO Lomba Kreativitas Anak Negeri kemarin. Di awal ada training advokasi di Kaohsiung, pas Ramadhan kembali mabit di Kaohsiung, terus muktamar KMIT di Taichung, fiuh..... banyak banget tugas ke luar kota. Kadang aku juga merasa capek dan agak tidak adil dalam pembagian tugas karena aku terus yang ditunjuk untuk kemana-mana. Tapi sudahlah ... anggap saja amal. Lagipula itu kan udah "masa lalu" alias tahun lalu he....he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang berusaha untuk menganggap bahwa malam tahun baru adalah batas jauh yang tidak perlu diungkit lagi tentang masa lalu tahun 2008 dan tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; Akhirnya prestasi pun turun sedikit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup. Inilah konsekuensi jika kita sibuk namun tanpa perencanaan sama sekali. Akhirnya prestasiku juga rada jeblok semester 2 lalu. Sebelumnya 4 mata kuliah full A di semester 1, namun di semester 2 di antara 4 mata kuliah cuman 3 yang A, sementara yang satu bernilai B. Aku sadar sepenuhnya sih karena banyaknya kegiatan organisasi yang aku lakukan di tahun 2008 plus kegiatan kurikuler non kuliah, akan berpengaruh kepada porsi waktu untuk belajar. Jadinya ini adalah hal yang wajar. Belum lagi kuliah yang ada di semester 2 adalah kuliah programming maut macam Digital Image Processing atau Computer Simulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang kadang kala bikin aku menggerutu dalam hati. Baik kepada diriku sendiri maupun kepada orang lain. Apakah mereka yang suka menyuruh-nyuruh aku kemana-mana atau saat bertugas tahu bahwa aku juga punya kesibukan dan kewajiban lain ? Mengapa aku tidak berani untuk menolak saat memang aku tahu ada kesibukan yang lebih penting ? Apa sih yang membuat aku begitu terlalu antusias melaksanakan sesuatu diluar belajar sementara aku tahu bahwa kuliahku lebih penting disini ? Yah, mau diapain lagi. Setidaknya satu berita baik adalah nilai rata-rata ku untuk semester 2 masih diatas 85. Artinya gak berada lebih rendah dibawah target pribadiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, kerja brutal sampai memakan porsi waktu kuliah, bangun telat, dan belajar sistem SKS yang sempat terjadi kembali semester kemarin tidak akan kuulangi lagi. Anggap saja ini bersama dengan pengalaman kuliah awut-awutan di S1 dulu adalah cambuk kembali untuk lebih baik ke depan. Satu kritikku adalah aku kurang perhatian pada ilmuku sendiri. Entah karena tidak ada waktu, memang ilmuku saat ini terhitung sulit, atau karena mungkin ada cabang ilmu lain yang memang jadi bidangku dan belum kusadari sekarang. Ini menjadi hal yang sangat kuperhatikan saat membuat resolusi tahun baru, apalagi kalau memang aku punya mimpi mendapatkan hadiah Nobel (silahkan ketawa untuk pernyataan yang satu ini, kadang kala pun kupikir ini mimpi banget .....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ARC dan urusan imigrasi istri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya gak kalau ini memakan waktu 6 bulan ?? Yup, ini pun cukup menguras tenaga. Full selama 2 bulan saat aku berada di Indonesia saat summer kemarin aku cuman bolak-balik untuk mengurus hal yang satu ini Birokrasi ala Republik Indonesia yang sangat menyedihkan dan menjengkelkan dan ditambah lagi masalah imigrasi memang cukup rumit sehingga ini cukup menguras waktu dan tenaga. Full 2 bulan di Indonesia hanya bisa dipakai untuk mengurus visa visitor istri, karena aku belum genap 1 tahun di Taiwan saat itu dan ARC-ku pun belum kuperpanjang. Untungnya visa ini bisa diganti di Taipei tanpa harus balik ke Indonesia. Tapi tetap saja sibuk. Harus periksa kesehatan, menunggu, kemudian mengurus visa residen di imigrasi, perpanjang tanggal visa lama dulu di imigrasi, terus kembali untuk bikin visa residen, menunggu, sampai akhirnya dapat visa residen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu giliran urusan bikin ARC. Gara-gara salah satu oknum petugas imigrasi yang minta agar foto istri harus menunjukkan telinga terpaksa deh aku harus bikin ARC dua kali. ARC yang pertama terpaksa kubuang gara-gara istri pun gak mau pegang. Baru di kesempatan kedua bikin ARC aku cari petugas yang berbeda yang akhirnya mengizinkan penggunaan foto berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya agak malas berurusan dengan birokrasi. Makanya aku malas banget mengingat-ingat masa bikin ARC ini. Tapi ambil baiknya lah ... Akhirnya aku tahu proses birokrasi yang berbeda-beda dalam pengurusan visa. Misalnya mengurus visa istri dan visa aku yang pelajar berbeda sekali. Harus kemana-mananya sudah aku tahu dan aku gak berharap perlu lagi deh untuk kemana-mana itu. Plus akhirnya ARC yang diinginkan pun jadi. Aku selesai urus ARC ini pada tanggal 29 Desember 2008. Lumayanlah masih di tahun lama, sehingga tidak mengganggu resolusiku untuk menjauhi birokrasi di tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur kayaknya gak ada yang aku ingin ingat dari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kebanyakan jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhanku sendiri sih, dan orang-orang kadang memandangnya sinis. Lihat saja, istriku saja kadang sinis waktu aku bilang : "aku pengen berhenti jalan-jalan". Belum lagi kawan-kawan yang banyak bilang "ini orang di Taiwan kerjanya jalan-jalan melulu yah ??".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih sampai bisa kayak gini ? Sebenarnya ada hikmah dibalik semua ini yakni hikmah mengendalikan diri. Semua dimulai waktu aku lihat brosur tentang perkumpulan traveller muda di International Office NTU. Disitu ada daftar tentang 8 obyek wisata unggulan Taiwan. Niat backpackingku jadi timbul lagi sesudah terakhir kali aku menjelajah Sumatra Barat di awal 2007. Pas ngenet kemudian pun iseng-iseng membuka situs UNESCO dan akhirnya melihat mengenai world heritage sites. Situs budaya warisan dunia dan juga obyek wisata terbaik di berbagai negara. Ada 7 diantaranya yang terletak di Indonesia. Jadi tambah pengen jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saat itulah aku berniat, aku pengen menjelajahi itu semua. Minimal yang ada di Taiwan dan Indonesia-lah. Dan dimulailah perjalanan itu. Dimulai sejak awal Februari 2008 dengan menjelajahi pantai Kenting yang indah di selatan, sampai berakhir di Sun Moon Lake tanggal 10 Oktober 2008. Setiap aku selesai mengunjungi satu tempat, aku langsung berniat harus ke tempat yang lainnya. Begitupun di Indonesia. Di sela-sela kesibukan mengurus visa istri, aku sempatkan perjalanan jauh ke Yogyakarta dan Solo untuk mengunjungi 3 tempat World Heritage Sites yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan situs purbakala Sangiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala aku merasa terlalu brutal dalam bepergian. Gak ingat waktu, gak ingat uang,  yang penting sampai. Kadang kala membuat aku kurang menikmati perjalanan sehingga kesannya formalitas jalan-jalan aja. Aku sadar bahwa cara jalan-jalan seperti ini sangat tidak baik. Aku ingin lebih menikmati perjalananku, disamping juga tidak mengorbankan prioritas yang lain. Kadang kala pun aku ngerasa Professor-ku merasa bete saat melihat aku jalan-jalan kemarin. Mungkin dia khawatir dengan progress- ku di kuliah. Jadi wajar-wajar aja. Itulah kenapa aku pun jadi muak dengan jalan-jalan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, selalu ambil baiknya. Total selama tahun 2008 kemarin aku 2 kali ke Taipei 101, 2 kali ke National Palace Museum, 2 kali ke Love River, serta sekali ke Alishan, Kenting, Taroko, dan Sun Moon Lake. Ditambah dengan perjalanan ke Borobudur, Prambanan, dan Sangiran. Dari seluruh Taiwan, cuman 3 kota yang belum aku kunjungi (Changhua, Yunlin, dan Taitung). Dari 8 flagship sites Taiwan, 7 sudah dikunjungi (Taipei 101, National Palace Museum, Taroko, Sun Moon Lake, Alishan, Love River, dan Kenting). Sedangkan dari total 7 UNESCO World Heritage Site di Indonesia, 3 sudah dikunjungi (Borobudur, Prambanan, dan situs purbakala Sangiran). Lumayanlah buat kenang-kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Olahraga, hu...hu...menyedihkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sudahlah, ini memang menyedihkan entah aku sebagai orang Indonesia maupun sebagai tifosi Italia. Indonesia babak belur di piala Thomas dan Uber ditambah hancur-hancuran di sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan tidak jauh beda untuk Italia di bidang olahraga pada tahun 2008. Di final liga champions 2008 di Moscow, tidak ada tim Italia yang masuk final. Justru dua tim Inggris yang bertemu. Final piala UEFA di Manchester juga tidak diikuti oleh tim asal Italia. Sudah 9 tahun sejak terakhir kali ada tim Italia yang merebut piala UEFA. Piala Eropa lebih lagi. Jujur aku sangat sebal melihat gelaran piala Eropa kemarin. Italia hancur lebur, dibabat Belanda, kemudian yang paling bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gedeg&lt;/span&gt;, kalah adu penalti lawan Spanyol. Hal yang membuat aku sangat benci sama timnas Spanyol. Go to hell for the matador. Di Formula 1, Ferrari akhirnya kalah di pembalap. Walaupun Felipe Massa menang lebih banyak GP, tapi Lewis Hamilton yang jadi juara dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hancur deh ...... Jangan diingat urusan olahraga di tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Evaluasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, yang jelas hal-hal yang buruk di tahun 2008 gak akan kuulangi. Dan aku adalah orang yang paling baik dalam urusan melupakan sesuatu he...he.. Jadi gampang lah, gak usah dikenang hal-hal ini. Yang jelas aku harus lebih fokus dalam keilmuan, lebih profesional dan fokus dalam bekerja, lebih menikmati perjalanan, mengurangi waktu tidur, dan tetap jadi tifosi Azzuri sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada waktu untuk "balas dendam" di tesis. Ada satu tempat di Taiwan, dan di Indonesia yang masih harus kukunjungi. Dengan penuh kenikmatan tentunya. Dan tahun ini, di Roma dan Istanbul. Seluruh balas dendam Italia akan berkumandang. Resolusi 2009 dimulai, dan kuakhiri blog ini dengan satu kata mutiara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manusia tidak harus hidup untuk mendapatkan semua keinginannya, tapi dia harus hidup untuk membalaskan dendamnya. Dan dendam adalah makanan yang paling enak disajikan dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balas dendam kesalahan langkah 2008, dimulai .......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-8317253699568115405?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/8317253699568115405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=8317253699568115405&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8317253699568115405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8317253699568115405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2009/01/remembering-2008.html' title='Remembering 2008'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-9153454236967347830</id><published>2008-12-21T23:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T02:15:24.971-08:00</updated><title type='text'>Keliling dunia dalam sehari ala Window on China (小人國)</title><content type='html'>Taipei, 22 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang akhir tahun 2008, berarti menjelang tahun baru 2009 dan semester terakhirku di NTU. Jadi untuk melengkapi perjalanan keliling Taiwan, aku dan istri kemarin berkunjung kembali ke salah satu obyek wisata terbaik di Taiwan. Namanya cukup unik, Window on China atau dalam bahasa mandarinnya adalah 小人國. Sebenarnya 小人國 secara harfiah berarti "negeri orang kecil". Agak bingung juga sih saya dengan bahasa mandarin tempat ini yang artinya berbeda jauh dengan nama bahasa Inggrisnya. Tetapi kalau kita berada di tempat ini barulah kita akan mengerti keunikan tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Window in China terletak di Taoyuan, tepatnya di Longtan Township tidah jauh dari Chungli yang merupakan salah satu daerah terbesar di dalam distrik Taoyuan. Untuk mencapai tempat ini dari Taipei, kita bisa menggunakan kereta ekonomi yang harga tiketnya sangat murah. Cuman sekitar 57 NT dari stasiun Taipei ke stasiun Chungli. Dari stasiun Chungli kita masih harus menyambung lagi ke Window on China. Disini kita bisa menggunakan bis yang murah tapi memakan waktu cukup lama (sekitar 1 jam) atau menggunakan taksi yang hanya sekitar 25 menit tapi harganya lebih tinggi. Barulah kita akan sampai tepat di gerbang Window on China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tiketnya menengah sih, 399 NT. Tapi lumayanlah dengan kesenangan yang bisa diperoleh disini. Window on China sebenarnya adalah taman hiburan yang memamerkan miniatur tempat - tempat terkenal yang ada di berbagai dunia. Sehingga berada di tempat ini membuat kita seolah-olah menjadi raksasa di tengah miniatur-miniatur yang cukup kecil. Percaya atau tidak, Window on China merupakan taman miniatur yang lokasinya terbesar kedua di dunia, setelah Madurodam di Belanda. Lumayan deh jalan-jalan disini ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miniatur-miniatur tempat-tempat ini dibagi ke dalam 4 bagian. Pertama adalah bagian Cina dan Taiwan, kedua adalah bagian Asia, ketiga adalah bagian Eropa, dan terakhir adalah bagian Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian Cina dan Taiwan kita bisa melihat beberapa miniatur bangunan-bangunan menarik di kedua negara ini. Untuk Taiwan ada miniatur dari Chiang Kai Shek Memorial Hall, Istana Presiden di Zhongzheng, Benteng Santo Domingo, SYS Memorial Hall, juga miniatur mesjid besar Taipei pun ada. Bahkan ada juga miniatur kereta cepat HSR yang berjalan cepat diatas rel mengelilingi tempat-tempat tersebut. Kebetulan sih semua miniatur tempat terkenal Taiwan yang ada disini sudah aku kunjungi semua yang aslinya. Tapi lumayan menarik juga berada disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9LscIPo-I/AAAAAAAAAcg/lq1AUSbzjHw/s1600-h/CKS+memorial+hall+miniatur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9LscIPo-I/AAAAAAAAAcg/lq1AUSbzjHw/s320/CKS+memorial+hall+miniatur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282524114765980642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9Lwfo0yuI/AAAAAAAAAco/fMcvmBA9QFs/s1600-h/CKS_Memorial_Hall.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9Lwfo0yuI/AAAAAAAAAco/fMcvmBA9QFs/s320/CKS_Memorial_Hall.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282524184427416290" border="0" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Chiang Kai-shek Memorial Hall, miniatur dan yang asli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9MPPan15I/AAAAAAAAAc4/t-HfIBouMCY/s1600-h/Masjid+kecil+miniatur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9MPPan15I/AAAAAAAAAc4/t-HfIBouMCY/s320/Masjid+kecil+miniatur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282524712648824722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9MTDp8qgI/AAAAAAAAAdA/1BZxHxaLmg8/s1600-h/800px-TaipeiMosque.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9MTDp8qgI/AAAAAAAAAdA/1BZxHxaLmg8/s320/800px-TaipeiMosque.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282524778211355138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Masjid Besar Taipei, miniatur dan yang asli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Yang menarik ada di bagian Cina dimana beberapa miniatur tempat terkenal di Cina dibuat sedemikian rupa sehingga cukup menarik. Alun-alun kota terlarang (Forbidden City) lengkap dengan lapangan Tiananmennya ada disini. Minaitur tembok Cina dan Longmen Grotto yang menjadi World Heritage Site bahkan seolah-olah sesuai dengan aslinya disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9MLJtrhNI/AAAAAAAAAcw/9c0LpUPqSyQ/s1600-h/n776043093_1035400_5346.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9MLJtrhNI/AAAAAAAAAcw/9c0LpUPqSyQ/s320/n776043093_1035400_5346.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282524642398667986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9Mz5wvKxI/AAAAAAAAAdI/Bj-0gvY7Ly8/s1600-h/800px-Forbidden_city_07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9Mz5wvKxI/AAAAAAAAAdI/Bj-0gvY7Ly8/s320/800px-Forbidden_city_07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282525342491159314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Forbidden city yang indah di Beijing, miniatur dan aslinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai bagian berikutnya dari Window on China, kita harus menggunakan kereta kecil yang khusus digunakan untuk wisata di dalam Window On China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kita akan mencapai bagian miniatur Asia dan miniatur Eropa. Bagian miniatur Asia banyak didominasi oleh bangunan-bangunan di Asia Timur. Miniatur kastil Himeji, kastil Osaka, dan Seven Stories Pagoda dari Nara Jepang menghiasi tempat ini. Ada juga kuil Bulguksa dari Korea Selatan. Tetapi tidak hanya itu saja. Ada juga Taj Mahal yang terkenal dari India, bersama dengan stupa Sanchi. Ada juga Dome of the Rock yang terkenal di Jerussalem, serta miniatur minaret Samarra di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9NW_PhJ7I/AAAAAAAAAdQ/7SNw9lWRU8k/s1600-h/n781044627_1027297_3239.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9NW_PhJ7I/AAAAAAAAAdQ/7SNw9lWRU8k/s320/n781044627_1027297_3239.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282525945257863090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9NfgS5xrI/AAAAAAAAAdY/khlLgBWWJeY/s1600-h/728px-Taj_Mahal_in_March_2004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9NfgS5xrI/AAAAAAAAAdY/khlLgBWWJeY/s320/728px-Taj_Mahal_in_March_2004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282526091569383090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Taj Mahal di India, miniatur dan yang aslinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di seberang lainnya dari bagian miniatur Asia baru kita temui miniatur Eropa. Total ada miniatur yang berasal dari 9 negara disini, walaupun didominasi oleh salah satu negara favoritku dalam bidang budaya dan sepakbola, Italia (^_^). Menara miring Pisa, Pantheon Roma, Katedral Chartres dari Perancis, Acropolis Yunani, Stonehenge dari Inggris, kuil Rila di Bulgaria, gereja St. Basil yang terletak tepat di lapangan merah Moskow, serta kincir angin Belanda semua ada miniaturnya disini. Katedral Chartres dan menara miring Pisa adalah yang paling menarik bagi saya disini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WSIAOZeI/AAAAAAAAAdg/9hz3-iBY-kQ/s1600-h/n781044627_1027292_1624.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WSIAOZeI/AAAAAAAAAdg/9hz3-iBY-kQ/s320/n781044627_1027292_1624.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282535757314942434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WVdKoCZI/AAAAAAAAAdo/1ECSRP1rrnY/s1600-h/450px-Leaning_tower_of_pisa_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WVdKoCZI/AAAAAAAAAdo/1ECSRP1rrnY/s320/450px-Leaning_tower_of_pisa_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282535814535317906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Menara miring di Pisa, Italia, miniatur dan yang aslinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WauofkKI/AAAAAAAAAdw/hntbn9fs08s/s1600-h/n781044627_1027284_9215.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WauofkKI/AAAAAAAAAdw/hntbn9fs08s/s320/n781044627_1027284_9215.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282535905123340450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WhzuxSWI/AAAAAAAAAd4/aaTbps2D9vE/s1600-h/450px-Chartres_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WhzuxSWI/AAAAAAAAAd4/aaTbps2D9vE/s320/450px-Chartres_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282536026750929250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Katedral Chartres di Perancis, yang miniatur dan yang asli&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan terakhir barulah kita berkunjung ke miniatur Amerika. Kebanyakan di bagian ini adalah miniatur-miniatur bangunan bersejarah di AS semisal gedung putih, Lincoln Memorial, Jefferson Memorial, patung liberty, dan mount Rushmore yang menampilkan pahatan wajah 4 mantan presiden AS (George Washington, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, dan Theodore Roosevelt). Hanya miniatur kuil Chichen Itza dari Meksiko saja, satu-satunya miniatur Amerika non Amerika Serikat disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WwWv0ICI/AAAAAAAAAeA/uy7Au6iv_lE/s1600-h/n781044627_1027305_5798.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9WwWv0ICI/AAAAAAAAAeA/uy7Au6iv_lE/s320/n781044627_1027305_5798.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282536276668719138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9W0MGfnSI/AAAAAAAAAeI/AjeeRKwJQE8/s1600-h/800px-Mt_rushmore_07_27_2005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9W0MGfnSI/AAAAAAAAAeI/AjeeRKwJQE8/s320/800px-Mt_rushmore_07_27_2005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282536342530530594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Mount Rushmore di AS, miniatur dan yang asli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Window on China sebenarnya tidak hanya menampilkan miniatur saja. Ada juga taman hiburan dan wahana bermain. Misalnya wahana kereta luncur air, yang dibangun dengan tema sungai Nil dan Mesir. Cukup menarik dan menantang. Jujur saya juga sampai takut waktu menaiki kereta luncur ini yang kemudian akan meluncur dari ketinggian hampir 10 meter kebawah, wow menegangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9oktxzRyI/AAAAAAAAAeQ/KzCk69dktng/s1600-h/n776043093_1035429_3568.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9oktxzRyI/AAAAAAAAAeQ/KzCk69dktng/s320/n776043093_1035429_3568.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282555867901937442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Naik kereta luncur air yang menegangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada juga panggung hiburan dan wahana bermain lain, yang kebanyakan khusus untuk anak-anak. Untuk miniatur sebenarnya cukup bagus dan menarik. Sayangnya miniatur bangunan terkenal dari Afrika dan Australia tidak ada disini. Padahal sangat menarik sekali jika ada miniatur Opra House yang terkenal di Sydney atau Piramid di Mesir. Walaupun untuk Afrika, Window on China membangun wahana permainan air dengan tema sungai Nil yang cukup menarik sebagai gantinya. Lumayanlah.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin memiliki pengalaman keliling dunia dalam sehari dengan menginjakkan kaki di berbagai tempat terkenal dunia ?? Layaknya novel laris Jules Verne "Around the World in 80 Days" (Keliling dunia selama 80 hari)  ?? Well, datang saja ke Window on China, dan kembangkan imajinasimu. Jadikan mimpi berubah jadi kenyataan (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;a id="publishButton" class="cssButton" href="javascript:void(0)" onclick="if (this.className.indexOf(&amp;quot;ubtn-disabled&amp;quot;) == -1) {var e = document['stuffform'].publish;(e.length) ? e[0].click() : e.click(); if (window.event) window.event.cancelBubble = true; return false;}"&gt;&lt;div class="cssButtonOuter"&gt;&lt;div class="cssButtonMiddle"&gt;&lt;div class="cssButtonInner"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-9153454236967347830?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/9153454236967347830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=9153454236967347830&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/9153454236967347830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/9153454236967347830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/12/keliling-dunia-dalam-sehari-ala-window.html' title='Keliling dunia dalam sehari ala Window on China (小人國)'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SU9LscIPo-I/AAAAAAAAAcg/lq1AUSbzjHw/s72-c/CKS+memorial+hall+miniatur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-8408220785402038347</id><published>2008-12-09T05:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T06:06:30.802-08:00</updated><title type='text'>Gema Seorang Gao</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;i  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Lelaki itu berjalan santai di suatu senja yang indah. Saat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;melewati sebuah toko yang menjual alat-alat pemancingan, matanya tertumbuk ke suatu benda yang menarik. Sebuah joran pancing fiber glass buatan barat yang cukup indah dan terlihat kuat. Kenangan masa lalu pun kemudian terlintas di benaknya. Sejurus kemudian dia berpikir untuk membeli benda itu, sambil menimbang-nimbang mana yang lebih baik antara sebuah senapan berburu ataukah joran pancin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;g untuk menangkap ikan. Akhirnya dia memutuskan, dia membeli joran pancing itu sebagai kenang-kenangan untuk kakeknya”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Itulah salah satu potongan dari kumpulan cerita pendek berjudul ”Buying A Fishing Rod for My Grandfather” yang dalam bahasa Mandarinnya berjudul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;給我老爺買魚竿&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt; (Gei3 Wo3 Lao3 Ye Mai3 Yu2 Gan1). Buku tersebut ditulis oleh Gao Xingjian penulis kelahiran Cina yang pada tahun 2000 lalu diganjar Nobel Sastra atas karya-karyanya yang unik dan eksotis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam karya-karyanya, Gao mencoba mengangkat sastra Cina dalam sisi yang berbeda, secara menyeluruh, holistik. Orang-orang yang tidak banyak mengetahui mengenai literatur Cina m&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;ungkin hanya mengenal sastra Cina sebatas kata-kata bijak bestari dan puisi-puisi kuno, semisal puisi-pui&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;si dan tulisan Lao Tze dalam Kitab Dao De Jing yang menjadi buku ajaran Taoisme atau kata-kata bijak Kong Fu-tze sang pendiri confusianisme. Padahal sastra Cina jauh lebih dari itu. Bahkan dalam bentuknya yang klasik, sastra Cina sarat akan makna yang cukup dalam dan beraneka. Gao mengangkat itu dalam kisah-kisah Shan Hai Jing, Kisah-kisah dari Gunung dan Lautan yang merupakan kumpulan dongeng-dongeng Cina klasik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi sastra Cina tidaklah sebatas itu. Selayaknya sebuah keindahan h&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;asil karya peradaban manusia, sastra teruslah berkembang dinamis. Dalam kasus Cina, sastra Cina pun berkembang mengikuti kesejarahan Cina sendiri. Dari zaman dinasti-dinasti kuno, beranjak ke transisi di zaman kolonialisme dimana Cina sering dilanda perang yang membuatnya dijuluki “The Sick Man of Asia”, sampai sekarang dimana negeri ini tumbuh menjadi sebuah negara modern dengan luas wilayah terbesar ketiga dunia, populasi p&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;enduduk terbesar di dunia, dan mampu menyelenggarakan pesta olahraga Olimpiade. Itulah Cina yang dinamis. Dan Gao pun mencoba menyatukan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;Realisme sosial di Cina dia tuangkan juga dalam tiap karyanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gao Xingjian (&lt;/span&gt;&lt;span lang="ZH"  style="font-size:100%;"&gt;高行健&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;/Gao1 Xing2 Jian4)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt; lahir di tahun 1940 di Ganzhou, sebuah kota kecil di propinsi Jiangxi yang terletak di jantung Republik Rakyat Cina. Ayahnya adalah seorang kasir bank, dan ibunya pernah terlibat dalam gerakan anti Jepang saat pecah perang Cina-Jepang di tahun 1930-an.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari ibunya dia belajar tentang seni melukis dan kaligrafi Cina. Sampai &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;saat in&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;i pun Gao dikenal sebagai seorang pelukis disamping keahilannya dalam menulis. Dia sempat belajar sastra di Universitas Nanjing dan berkunjung ke Perancis untuk kemudian bekerja sebagai penerjemah karya-karya Cina ke bahasa Perancis. Karirnya di dunia sastra dimulai saat dia menjadi penulis naskah drama di teater rakyat Cina di Beijing. Naskah drama pertamanya, Signal Alarm (Sinyal alarm) dipentaskan di Beijing di tahun 1982. Di masa-masa ini pula sejarah mencatat bahwa Cina sedang berada pada masa-masa pergolakan. Pemerintahan komunis Deng Xiaoping yang melanjutkan kekuasaan Mao Zedong suda&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;h tidak lagi mendapat tempat di hati kebanyakan masyarakat Cina, khususnya kaum mudanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kegundahan ini pun dirasakan oleh Gao, namun dia mencoba menutupinya. Kuatnya kekuasaan komunis di Cina membuat hampir semua segi kehidupan diatur dengan ketat. Termasuk sastra. Persatuan penulis Cina yang berafiliasi kepada pemerintahan pun gerah dengan karya-karya Gao. Di tahun 1983, dia diasingkan dari persatuan penulis. Di tahun yang sama dia mendapat berita buruk yang lain&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;nya, dia dinyatakan mengidap kanker paru-paru. Untuk menenangkan diri sekaligus mencari udara yang n&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;yaman untuk kesehatannya, dia pergi ke pinggir sungai Yangtze yang indah, berkilo-kilo meter jauhnya dari bising ibukota Beijing. Disanalah dia melihat kesederhanaan penduduk desa dan majemuknya kehidupan. Pedagang sayur, biksu, orang-orang jompo yang sudah hidup lebih dari tiga perempat abad semua menyatu membentuk peradaban yang diisi oleh keaneka ragaman karakter manusia. Disanalah pula dia menulis novel terkenalnya, Pegunungan Jiwa (Soul Mountain / &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;靈山&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; / Ling2 Shan1), karya yang dianggap sebagai &lt;i style=""&gt;masterpiece&lt;/i&gt; dari sang begawan sastra Cina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;Kegundahan jiwanya kemudian memuncak di tahun 1989 saat timbu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;l pro&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;tes besar-besaran yang dipelopori oleh mahasiswa di alun-alun lapangan Tiananmen, Beijing, menuntut demokratisasi pemerintahan. Saat itulah dia menulis karya berjudul Pelarian (Fugitives), novel politik sebagai bentuk dukungan diamnya terhadap gerakan mahasiswa. Pemerintahan komunis pun berang luar biasa. Seluruh karyanya dilarang terbit di seantero Cina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gao pun menjalani takdir kejam yang harus ditempuh oleh semua&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt; penulis hebat di dunia. Dia diasingkan dan terpaksa pindah ke Paris. Nasib Gao sama halnya dengan penulis-penulis tenar di negara komunis, tempat dimana sebuah karya sastra menjadi alat perlawanan paling hebat, pedang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt; kata-kata yang bisa langsung menusuk jantung para politisi busuk dan diktator. Sebagai akibatnya, mereka harus minggat. Gao harus pindah dari Cina, seperti halnya bertahun-tahun sebelumnya begawan sastra Rusia Alexander Solzhenitsyn juga diusir dari negerinya, bekas Uni Sovyet, dan dicabut kewarganegaraannya karena mengkritik pemerintahan komunis Sovyet.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sejak itulah dia berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Perancis. Tapi rindunya terhadap kampung halaman tidaklah pudar. Di tahun 1998 dia menerbitkan novel lainnya, &lt;i style=""&gt;Injil Milik Seseorang&lt;/i&gt; (One Man’s Bible/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;一個人的聖經&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;/ Yi1 Ge Ren2 De Sheng4 Jing1), kisah tentang seorang anak manusia yang berusaha mempertahankan keyakinannya ditengah pengalaman masa lalunya yang kelam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pantaslah kiranya dia dianugerahkan Nobel Sastra di tahun 2000. Walau&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;pun beragam pro dan kontra muncul akan hal itu. Seorang penulis di Cina, tempat kelahiran Gao, mengkritik Gao sebagai penulis yang buruk dan menyedihkan. Walaupun kemudian kata-kata itu akhirnya dicabut. Biar bagaimanapun Gao adalah orang Cina pertama yang dianugerahi gelar tertinggi dunia di bidang sastra.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: lucida grande;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karya-karya Gao sering dikritik sebagai karya yang skeptis. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;Persis seperti penulisnya yang selalu ingin menunjukkan bahwa dunia ini berjalan apa adanya, tidak perlu melawannya apalagi mengubahnya. Karya-karyanya sering menampilkan kisah tragis orang-orang yang berusaha m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:100%;"&gt;elarikan diri dari masa lalunya. Namun disitulah letak magis karyanya, mencoba menunjukkan manusia ditengah berbagai dimensi, terutama dimensi kesedihan dan kegelapan yang selalu ada dalam riwayat hidup manusia. Seorang manusia pastilah mempunyai masa kelam, dan sesudahnya perjuangan untuk bertahan hidup dan meraih hal yang lebih baik untuk menutup kesalahannya dahulu. Karena itulah sebenar-benarnya manusia. Lewat karyanya, Gao ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa Cina tidaklah sekaku robot-robot revolusi yang bekerja tanpa kenal lelah dari pagi sampai malam. Cina adalah dinamika yang berkembang sejak zaman-zaman kekaisaran lampau sampai beranjak menjadi negeri modern saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/ST55JsG0gsI/AAAAAAAAAZ0/Z7qKgP6IP4I/s1600-h/gao_prize_photo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 245px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/ST55JsG0gsI/AAAAAAAAAZ0/Z7qKgP6IP4I/s320/gao_prize_photo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277789020690350786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Gao saat menerima Nobel&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; (Copyright : Royal Academy of Sweden)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/ST56ZbmxNBI/AAAAAAAAAZ8/pJvwuUPMBv4/s1600-h/buying-a-fishing-rod-for-my-grandfather.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/ST56ZbmxNBI/AAAAAAAAAZ8/pJvwuUPMBv4/s320/buying-a-fishing-rod-for-my-grandfather.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277790390650483730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Salah satu novel terkenal Gao, "Buying a fishing rod for my grandfather"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;M. Rizki Ramadhani (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="user"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:新細明體;"&gt;馬富月&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;/Ma3 Fu4 Yue4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="user"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Peminat dan pemerhati sastra Cina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="user"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Diambil dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-8408220785402038347?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/8408220785402038347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=8408220785402038347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8408220785402038347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8408220785402038347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/12/gema-seorang-gao.html' title='Gema Seorang Gao'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/ST55JsG0gsI/AAAAAAAAAZ0/Z7qKgP6IP4I/s72-c/gao_prize_photo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-7118830734286304219</id><published>2008-11-30T04:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T09:57:10.906-08:00</updated><title type='text'>Taiwanese style wedding</title><content type='html'>Taipei, 30 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu kemarin saya mendapatkan kesempatan langka untuk sekali lagi melihat dan mengenal budaya di Taiwan. Kebetulan salah satu kawan saya di laboratorium yang bernama Max menikah. Jadilah saya diundang untuk datang ke pernikahannya. Sungguh pengalaman yang cukup langka. Pastinya banyak perbedaan antara proses pernikahan di Indonesia dan Taiwan. Itulah yang ingin saya lihat lebih dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sebelum menikah, kedua pasangan ini sudah bertunangan terlebih dahulu. Dan setelah saya tanyakan memang adalah sebuah kebiasaan disini untuk bertunangan terlebih dahulu sebelum menikah. Pernikahan sendiri berlangsung Sabtu, 29 November 2008 di Hsinchu, sebuah kota Industri di utara Taiwan, sekitar 1 jam dari Taipei.  Aku pergi bersama 6 orang teman lab-ku yang lain. Musim dingin sedang melanda seluruh Taipei, suhu bisa mencapai belasan derajat. Anehnya di Hsinchu sendiri terang benderang, dengan suhu mencapai 30 derajat celcius. Aneh kan.... Tapi lumayan, paling gak aku bisa berpanas-panas ria disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pernikahan Max ada di sebuah Hotel di daerah pinggiran kota, dan di hotel yang sama berlangsung 5 pernikahan yang lainnya. Jadinya ada 6 pernikahan sekaligus. Wow ...gile gak tuh !!!! Kesan pertama jika kalian datang ke pernikahan ala Taiwan adalah ........ mahal. Yup sangat mahal. Di pintu depan setiap tamu akan memberikan amplop berwarna merah yang di dalamnya berisi uang. Uangnya sendiri tidak tanggung-tanggung bisa mencapai 10,000 NT (Rp 3,000,000.00).  Selain itu di meja pendaftaran, petugas penerima tamu akan langsung membuka amplop untuk menghitung uang yang ada di dalamnya untuk langsung dihitung jumlah keseluruhannya. Jadi tahu deh masing-masing nyumbang berapa duit. Temanku sendiri bilang bahwa biasanya uang minimal yang diberikan adalah 1,200 NT. Mahal banget .... Jadinya apa boleh buat, di depan meja pendaftaran aku relakan deh menyumbang 1,200 NT. Tapi gak apa-apalah, hitung-hitung amal (T_T).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLHnEnhn3I/AAAAAAAAAYM/_XW8lHuQyDA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLHnEnhn3I/AAAAAAAAAYM/_XW8lHuQyDA/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274497587672620914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Meja pendaftaran, amplop uang dikumpulkan dan langsung dihitung disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Setelah itu barulah kita masuk ke dalam ruang acara. Kami tiba sekitar pukul 11.45 pagi, acara dijadwalkan dimulai pada pukul 12.00. Jadi kami masih menunggu, selama menunggu banyak tamu-tamu yang datang. Dan disini sang mempelai pria-lah yang ikut menyambut para tamu sekaligus menyapa atau sekedar berbasa-basi. Beda kan dengan kita di Indonesia dimana kedua mempelai sudah dipingit dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLIoeTZQfI/AAAAAAAAAYU/UJOtXu5_TJI/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLIoeTZQfI/AAAAAAAAAYU/UJOtXu5_TJI/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274498711259005426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kawanku Max, sang mempelai Pria, sedang menyambut para tamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu perbedaan lagi disini adalah kalau di Indonesia umumnya makanan disediakan dengan cara parasmanan sehingga para tamu nantinya akan mengambil sendiri hidangan yang ada, tapi di Taiwan kita sudah diatur duduk pada meja tertentu. Sehingga makanan disajikan langsung ke meja masing-masing tamu. Tidak ada istilah pilih-pilih makanan jadinya. Kemudian di tiap meja  bisa ditempati oleh maksimal 10 orang  tamu. Mungkin ini untuk memudahkan panitia menghitung jumlah tamu yang datang sekaligus menghitung jumlah hidangan yang disajikan. Cukup unik juga. Sambil menunggu tamu datang dan menunggu acara dimulai, ada dua layar besar yang menampilkan foto-foto kedua mempelai. Kayaknya yang kayak gini gak ada deh di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLJrELAh7I/AAAAAAAAAYc/IIxNzIMM_5o/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLJrELAh7I/AAAAAAAAAYc/IIxNzIMM_5o/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274499855295743922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Meja tempat kami di acara pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLJ-I9C9JI/AAAAAAAAAYk/GjjIlJRoufs/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLJ-I9C9JI/AAAAAAAAAYk/GjjIlJRoufs/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274500182996874386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku di meja tempat kami, dengan background layar tempat foto-foto mempelai ditampilkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pukul 12.30 barulah acara dimulai. Nah ini yang menarik dan unik dari rangkaian acara ini. Acara dimulai pertama-tama dengan menampilkan foto kedua mempelai yang akan menikah dari sejak mereka kecil hingga besar. Kemudian ada ritual mempelai masuk ruangan. Cukup unik. Pertama-tama yang akan masuk adalah anak-anak kecil yang lucu dan imut yang membawa sekeranjang bunga. Kemudian dilanjutkan dengan kerabat dari kedua mempelai yang masuk secara berpasang-pasangan. Menyusul berikutnya adalah pembawa liilin. Terus terang aku gak ngerti maksud dari 3 gelombang orang-orang ini. Barulah di bagian keempat mempelai pria sendirian masuk ke dalam ruangan. Dia akan berhenti di tengah perjalanan menuju ke panggung. Barulah kemudian mempelai wanita dan ayah sang mempelai wanita masuk ke dalam ruangan sebagai bagian terakhir. Di tengah perjalanan ke panggung, sang ayah akan menyerahkan sang mempelai wanita kepada pihak laki-laki. Mungkin sebagai simbol bahwa dia mempercayakan anaknya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kedua mempelai bersama dengan ayah dan ibu keduanya naik keatas panggung, dimana ada lambang besar kebahagiaan pernikahan (喜喜) di depan panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLPj_SJgfI/AAAAAAAAAYs/fu0zKLmibB8/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLPj_SJgfI/AAAAAAAAAYs/fu0zKLmibB8/s320/11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274506330794197490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ritual mempelai masuk ruangan, dimulai dengan anak-anak kecil yang masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLPoHUaX8I/AAAAAAAAAY0/i6ScZnbo4xw/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLPoHUaX8I/AAAAAAAAAY0/i6ScZnbo4xw/s320/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274506401670651842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yang kedua adalah keluarga dari kedua mempelai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLPte7sWpI/AAAAAAAAAY8/JHC7XLbSzRQ/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLPte7sWpI/AAAAAAAAAY8/JHC7XLbSzRQ/s320/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274506493908769426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berikutnya adalah pembawa lilin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLP1T8PGNI/AAAAAAAAAZE/8iDkG4u1Y0Y/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLP1T8PGNI/AAAAAAAAAZE/8iDkG4u1Y0Y/s320/14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274506628397209810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mempelai pria, awalnya masuk ruangan sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLQo1K7peI/AAAAAAAAAZc/_i-WpZnv_BY/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLQo1K7peI/AAAAAAAAAZc/_i-WpZnv_BY/s320/15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274507513490548194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mempelai wanita masuk didampingi ayahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLP6UsflOI/AAAAAAAAAZM/blGfVH77IbE/s1600-h/16.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLP6UsflOI/AAAAAAAAAZM/blGfVH77IbE/s320/16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274506714498962658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mempelai wanita diserahkan kepada mempelai pria&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLP-QPONmI/AAAAAAAAAZU/A_-RfgyfM6I/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLP-QPONmI/AAAAAAAAAZU/A_-RfgyfM6I/s320/17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274506782021924450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua mempelai dan ayah ibunya berkumpul di panggung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di depan panggung nantinya ada sambutan-sambutan dari pihak mempelai. Aku tidak terlalu memperhatikan yang satu ini. Mungkin karena bahasa yang digunakan campur-campur, tidak hanya mandarin. Ada juga bahasa Taiwan (Taiwanese) sehingga tidak seluruhnya bisa aku mengerti. Ada juga acara lempar bunga dari mempelai wanita kepada keluarga kedua pihak yang datang yang berjenis kelamin perempuan dan belum menikah. Katanya sih siapa yang mendapatkan bunga yang dilempar itu akan menikah berikutnya, hmm...... yang ini benar-benar seperti upacara pernikahan di Amerika Serikat ya ...... Setelah acara panggung barulah dimulai acara utama, acara makan-makan. Menunya ..... combo 11 menu secara beruntutan. Kebetulan karena aku ditemani oleh temanku sehingga mereka mengingatkan makanan mana saja yang mengandung babi. Tapi cuman 2 menu yang mengandung babi, sisanya cuma hidangan laut dan sayuran. Jadi lumayan he....he......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama acara makan-makan, kedua mempelai akan membagi-bagikan balon-balon berbentuk hati yang cantik dan juga ada ritual menuang anggur diatas tumpukan gelas yang disusun berbentuk piramid. Tepat pukul 15.30, acara selesai. Artinya acara utama cuman berlangsung selama 3 jam saja dari pukul setengah 1. Hmm.... padahal aku ingat waktu menikah dulu acara berlangsung dari setengah 9 pagi sampai sekitar pukul setengah 3. Berarti di Taiwan jauh lebih cepat ya. Di pintu keluar kedua mempelai dan keluarganya menyalami semua tamu yang akan pulang sambil memberikan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLS3CSYA3I/AAAAAAAAAZk/Io5F2tgoL8w/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLS3CSYA3I/AAAAAAAAAZk/Io5F2tgoL8w/s320/21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274509956552852338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua mempelai membagi-bagikan balon yang lucu berbentuk hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLS63D1xNI/AAAAAAAAAZs/WhMwyVhViR0/s1600-h/22.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLS63D1xNI/AAAAAAAAAZs/WhMwyVhViR0/s320/22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274510022258574546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menuang anggur diatas gelas yang disusun berbentuk piramid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Oya, ada satu lagi yang berbeda dengan proses pernikahan Taiwan dibandingkan dengan Indonesia jika kalian baca kembali semuanya. Apa itu ???? Yup, tidak ada akad nikah sama sekali. Tidak ada pendeta atau imam, atau upacara keagamaan sama sekali dalam proses pernikahan. Benar-benar proses pernikahan ala negara berpenduduk mayoritas atheis. Hmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira kalian akan pilih proses pernikahan yang mana ?? Aku lebih suka pernikahan di negaraku sendiri. Tapi lumayan juga sih melihat proses pernikahan di negeri orang dari dekat. Walaupun lumayan mahal (T_T). OK, back to lab...... Anyway, selamat menempuh hidup baru ya Max.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-7118830734286304219?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/7118830734286304219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=7118830734286304219&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7118830734286304219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7118830734286304219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/11/taiwanese-style-wedding.html' title='Taiwanese style wedding'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/STLHnEnhn3I/AAAAAAAAAYM/_XW8lHuQyDA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-7883818650278939515</id><published>2008-10-28T03:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T05:33:09.101-07:00</updated><title type='text'>Tolong jauhi saja saya (untuk orang-orang dari masa laluku)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini saya tujukan untuk orang-orang dari masa laluku. Siapakah mereka ?? Sudahlah, kalau mereka kebetulan membaca tulisan ini maka mereka akan tahu sendiri. Apakah perlu saya ulangi cerita itu ?? Cerita buruk yang sudah saya kubur dalam-dalam bertahun-tahun lamanya, wahai rekan-rekanku di PPSDMS Angkatan 1 dahulu dan juga para bekas tandzim kampus UI angkatan 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu demi waktu sudah berlalu. Saat ini di facebook, multiply, atau segala macam situs jaringan sosial maupun melalui chat kalian mencoba untuk. Tapi tidak, saya tidak akan pernah melupakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kawan-kawanku di PPSDMS Angkatan 1 Regional 1. Izinkanlah saya mengutarakan kekecewaan masa lalu saya. Kita memang mengalami masa-masa berat 2 tahun itu. Masa-masa berat dimana kita melalui setiap aktivitas, evaluasi, dan kegiatan lainnya bersama-sama. Banyak dari kalian mengatakan, kalau kita sudah saling mengetahui satu sama lain. Oh tidak, tidak, tidak sama sekali. Aku ingat sekali kawan, 2 tahun dimana sebagian besar dari kalian memperlakukannya aku seolah-olah anak kecil yang selalu diperolok-olok. Bagi kalian aku tidak pernah dewasa. Kalian menunggu aku hanya untuk memperolok-olok aku. Dan apakah sikap itu berubah selepas keluarnya kita dari PPSDMS ??? Tidak, tidak sama sekali. Di setiap email yang ada di milis, di setiap kesempatan kita bertemu di pertemuan alumni, pandangan kalian tak pernah berubah. Aku kalian anggap tetap sama seperti anak kecil yang bebas kalian perolok-olok. Aku masih ingat kawan, ingat dengan baik. Di satu hari di tahun 2003 saat kita bersama-sama ke Bandung, dimana aku meneteskan airmata karena tidak tahannya hati ini mendengar olok-olokan kalian. Aku masih ingat itu. Itu tidak pernah terlupakan, dan aku tidak pernah menerimanya !!!!!! Tidak sedikitpun !!!!! Dan kalian katakan bahwa kalian memahami aku seperti layaknya seorang saudara ????? Tidak, kalian tidak memahami aku sama sekali. Kalian tidak mengerti siapa aku. Dalam pandangan kalian orang tidak pernah bisa berubah, orang akan selalu kerdil. Aku pun tidak merasa perlu mengenal kalian lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa diantara kalian juga berkonflik denganku di politik kampus. Kita yang makan bersama, tinggal bersama, dan pada saat kita berada di kampus kita malah menjadi musuh yang saling mematikan. Mau dibungkus dengan kata-kata seindah apapun, pada dasarnya kita adalah musuh yang saling mematikan. I'm sleeping with the enemy. Mana mungkin aku berpura-pura kita sahabat sepanjang waktu ??? Sudahlah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rekan-rekan mantan tandzim, kita berkonflik hebat. Sampai detik-detik terakhir kita di kampus, kita pun masih bertempur hebat. Saat aku didakwa dengan tuduhan bukan ADK, saat aku ditimpa oleh kebijakan konyol semacam qoror, amniya, dan tetek bengek keyakinan dahulu, yang semuanya menyakitkan. Apakah masalah itu selesai ?? Tidak !! Masalah itu tidak pernah selesai !! Karena masalah itu tidak pernah mau diselesaikan. Aku sudah mencoba, tapi kita masing-masing lebih memegang prinsip kelompok masing-masing. Masalah dibiarkan mengendap seiring dengan waktu, dan berharap bahwa waktu akan menyembuhkan semuanya. Diam sajalah, waktu pasti akan menyembuhkan semuanya. Apakah begitu ?? Tidak, tidak sama sekali. Inilah seburuk-buruk cara untuk menyelesaikan masalah, waktu tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang tidak pernah dibicarakan di mulut. Mulut kita selalu diam, aku pernah mencoba berteriak, dan kalianpun cuma diam. Apakah kalian kemudian berharap bahwa setelah bertahun-tahun kemudian kita bisa datang seolah tidak pernah ada sesuatu yang terjadi ??? TIDAK !!!!!! Luka itu masih ada. Luka itu akan selalu ada seperti bekas paku yang tercerabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, apa gunanya sumpah serapah saat ini. Saya tidak bisa memaafkan, mungkin tidak akan pernah bisa memaafkan. Tapi saya berjanji akan melupakannya. Demi Tuhan jika saya bisa memutar kembali waktu, saya ingin sekali tidak pernah menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia, saya ingin sekali tidak pernah menandatangani kontrak PPSDMS. Apalah jadinya sebuah kemasyhuran jika kenyatan yang ada di baliknya jauh lebih banyak yang pahit ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, kita bukan saudara. Kita memang bukan saudara, karena antara kita tidak pernah ada sikap seperti layaknya saudara. Apakah gunanya menyebut saudara jika hanya di bibir saja ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, tolong hentikan. Tolong jauhi saya wahai kalian dari masa laluku, kalian orang-orang yang tidak pernah ingin kuingat lagi. Aku sudah menentukan siapa dari masa laluku yang masih ingin aku kenang. Sedikit memang, tapi sudahlah mungkin itu yang terbaik yang tersisa. Sudah tak perlu perbaiki hubungan antara kita. Maaf tak akan memperbaiki jembatan hubungan yang sudah patah di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya kalian bukanlah saudara wahai orang-orang dari masa laluku. Mari kita lupakan saja. Aku senang dengan hidupku saat ini. Jujur aku senang melupakan kalian, dan ku pun terus berusaha melupakan disini. Saya tak ingin memperbaiki hubungan apapun di antara kita lagi. Tak perlu lagi mencoba mencari saya lagi. Jika kalian masih menghormati saya, tolong jauhilah saya. Mari kita tak perlu mengenal satu sama lain. Mungkin ini yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-7883818650278939515?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/7883818650278939515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=7883818650278939515&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7883818650278939515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7883818650278939515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/10/tolong-jauhi-saja-saya-untuk-orang.html' title='Tolong jauhi saja saya (untuk orang-orang dari masa laluku)'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2324551296632030939</id><published>2008-10-25T15:39:00.001-07:00</published><updated>2008-10-25T15:56:15.048-07:00</updated><title type='text'>Aksi terbesar di Taipei dalam 6 bulan ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOghrW8wrI/AAAAAAAAAYA/lWWL2AYAjWQ/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOghrW8wrI/AAAAAAAAAYA/lWWL2AYAjWQ/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261225290133979826" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOgTVL24ZI/AAAAAAAAAX4/bJb9Pdruevc/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOgTVL24ZI/AAAAAAAAAX4/bJb9Pdruevc/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261225043663708562" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOgMJDpNTI/AAAAAAAAAXw/8likOjHdC-s/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOgMJDpNTI/AAAAAAAAAXw/8likOjHdC-s/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261224920148948274" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="Street"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="address"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 135135232 16 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:SimSun;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="SimSun" lang="ZH-CN"&gt;馬英九認錯&lt;/font&gt;, &lt;font face="SimSun" lang="ZH-CN"&gt;馬英九認錯&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;(Ma3 Ying1 Jiu3 Ren4 Cuo4, Ma3 Ying1 Jiu3 Ren4 Cuo4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;President Ma must apologize, president Ma must apologize !!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah teriakan yang terus bergema saat tak kurang dari setengah juta rakyat Taiwan turun ke jalan memprotes kebijakan presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, dalam aksi massa terbesar di Taipei sejak dilantiknya presiden Ma pada 20 Mei 2008 yang lalu. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang diorganisir oleh Democratic Progressive Party (DPP), rival Kuomintang yang telah mengusung Ma dalam pemilihan presiden, seolah ingin menunjukkan tajinya sebagai pihak oposisi. Tidak tanggung-tanggung, 2 mantan presiden &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebelum Ma yakni Lee Deng-hui dan Chen Sui-bian ikut mendukung aksi ini. Lee tidak ikut dalam barisan demonstran, tetapi memberi restu akan jalannya aksi ini. Sementara Chen sendiri ikut turun bersama para peserta aksi yang berangkat dari &lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;Zhongxiao East Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; berangkat dari 5 titik di sekitar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Taipei&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan tujuan akhir menuju istana kepresidenan yang terletak di distrik Zhongzheng di pusat &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Salah satu dari titik konsentrasi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang cukup besar ini adalah di pintu gerbang utama &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;National&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename&gt;Taiwan&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype&gt;University&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; berkumpul sejak pagi sebelum melakukan long march di siang harinya. Disinilah mereka berorasi menuntut permohonan maaf presiden Ma serta mempertegas kembali tentang kemerdekaan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dari Cina daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma Ying-jeou, yang leluhurnya berasal dari kawasan Xinjiang-Uighur di Cina daratan yang mayoritas dihuni oleh etnis muslim Cina, memang dikenal dengan kebijakannya yang lebih pro-Cina daratan. Sejak dalam masa kampanye, Ma dan Kuomintang sudah menekankan perlunya rekonsiliasi dan perbaikan hubungan dengan Cina daratan walaupun tetap dalam bingkai independensi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejak saat itulah dibuka keran hubungan Cina dan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang selama ini hampir jarang terjadi. Penerbangan langsung dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Taipei&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; menuju &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Shanghai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Nanjing&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sudah dibuka. Pertukaran pelajar antara pelajar lokal Taiwan dan pelajar dari Cina daratan pun sudah dibuka - semisal 20 orang mahasiswa cina daratan yang diterima dalam proses exchange student di NTU pada Agustus September lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, gayung bersambut presiden Ma dan kebijakan pro-Cina nya tidak disambut baik oleh Cina sendiri. Cina jelas tidak mau melepaskan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dari wilayah kedaulatannya, terlepas fakta bahwa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memiliki presiden dan UU layaknya sebuah negara yang berdaulat. Di samping itu beberapa kebijakan perdagangan Cina-Taiwan justru menghantam &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sendiri. &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; cukup kerepotan pada kasus susu melanine asal Cina yang santer pada dua bulan yang lalu, mengingat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pun ikut mengimpor susu ini dari Cina. Yang lebih parah lagi adalah rencana Cina untuk tidak mengakui ijazah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan tidak mau menerima orang-orang yang lulus dari universitas-universitas di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Padahal &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sudah berbaik hati dalam paket kebijakan pendidikan dengan akhirnya mau menerima secara resmi mahasiswa dari Cina daratan yang ingin belajar di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Hal yang seolah-olah merupakan tikaman dari belakang untuk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengamuklah pula para kaum intelektual &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Beberapa orang dosen dari NTU dan NTUT pun ikut serta dalam aksi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam protesnya, para demonstran meminta presiden Ma meminta maaf atas kebijakan pro-Cinanya. Demonstran bahkan memamerkan poster yang menunjukkan "pikiran jahat" Cina serta gambar Kuomintang dan Partai Komunis Cina yang digambarkan sebagai dua ekor anjing yang sedang berpelukan mesra. Teriakan-teriakan agar presiden Ma mundur dari jabatannya pun terlontar dari para demosntran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa mahasiswa Cina di Taiwan sendiri pun ikut terkena dampak aksi ini walaupun secara tidak langsung. "I feel hostile", demikian pengakuan seorang rekan mahasiswa asal &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Nanjing&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, Cina daratan di NTU saat saya tanyakan. Ini menunjukkan betapa mereka pun cukup ketar-ketir dengan status mereka sebagai warga negara Cina daratan di pulau &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Formosa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; masih ada yang berkemah di sekitar &lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;Ketagalan Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; yang menuju ke arah istana presiden sampai malam tadi. Belum ada kepastian kapan aksi ini berakhir. Namun yang jelas ini merupakan guncangan di awal masa kepemimpinan presiden Ma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat mata dunia sedang sibuk untuk melihat konflik antara Kosovo dan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Yugoslavia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; atau bagaimana Rusia menginvasi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Georgia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada bulan-bulan kemarin, nampaknya mereka cukup naif untuk melihat dua Cina yang terus berkonflik ini. Padahal apa yang ditunjukkan para demonstran kemarin sudah mewakili aspirasi sebagian besar penduduk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; selama ini, jauh sejak dahulu saat Chiang Kai-shek memimpin para kaum nasionalis menyeberang untuk mendirikan pemerintahan yang terpisah dari daratan di tahun 1949. Sikap independenden ini juga terus bertahan sampai sekarang terlepas dari kemenangan Kuomintang. Lihatlah saja bagaimana di buku Audio Visual Chinese, buku kurikulum pengajaran bahasa Mandarin untuk warga negara asing, seluruh teks yang mengandung kata-kata zhongguo (&lt;font face="SimSun" lang="ZH-CN"&gt;中國&lt;/font&gt;) di cetakan pertama diganti dengan Taiwan (&lt;font face="SimSun" lang="ZH-CN"&gt;台灣&lt;/font&gt;) di cetakan kedua yang dipakai sekarang. Referendum yang pernah dilaksanakan di akhir pemerintahan Chen Sui-bian, yang menunjukkan bahwa 90% warga Taiwan menyatakan mereka terpisah dari Cina daratan sudah cukup jelas menggambarkan, TAIWAN IS NOT CHINA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 6 bulan terhitung sejak presiden Ma dilantik dan menjalankan tugasnya, namun pukulan berat sudah banyak terjadi pada kebijakan pro-Cina daratannya. Menarik untuk ditunggu akan seperti apa akhir kebijakan ini nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki, yang gagal minta kaos demonstran buat oleh-oleh. Mata gw mesti gw sipitin dikit kali (^_^). Semoga gak terhambat urusan ke Hongkong nanti. -&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2324551296632030939?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2324551296632030939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2324551296632030939&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2324551296632030939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2324551296632030939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/10/aksi-terbesar-di-taipei-dalam-6-bulan_25.html' title='Aksi terbesar di Taipei dalam 6 bulan ini'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SQOghrW8wrI/AAAAAAAAAYA/lWWL2AYAjWQ/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-524944433210604954</id><published>2008-10-10T19:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T17:34:37.561-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>The Melody of Sun Moon Lake (日月潭)</title><content type='html'>Taipei, 11 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 Oktober kemarin adalah hari libur untuk memperingati hari Revolusi China (Wuchang Day). Artinya ditambah dengan libur akhir pekan hari Sabtu dan hari Minggu ini, maka total ada 3 hari libur di Taiwan. Libur panjang. Dan jika ada libur panjang, maka artinya .......... jalan-jalan lagi (^_^). Yup, kemarin saya dan istri menggunakan waktu libur untuk berjalan-jalan ke salah satu obyek wisata terkenal di Taiwan. Danau terbesar sekaligus salah satu flagship sites Taiwan, ini juga adalah flagship Taiwan ke-7 yang sudah saya datangi, apalagi kalau bukan ...SUN MOON LAKE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sun Moon Lake yang indah, Sun Moon Lake yang luar biasa, dan Sun Moon Lake yang ramai. Sebetulnya sih kami berangkat agak telat dari Taiwan. Pukul 09.00 menggunakan HSR dari Taipei kemudian menunggu agak lama untuk bis Nantou yang menuju ke Sun Moon Lake. Perjalanan ke Sun Moon Lake juga cukup lama. Kami baru sampai pukul 13.30 siang. Itu berarti 3 jam perjalanan dari stasiun HSR ke Sun Moon Lake. Mungkin karena bisnya berhenti dulu di kota kecil Puli. Orang-orang di Sun Moon Lake pun cukup ramai, mungkin karena liburan panjang ini. Tetapi Alhamdulillah cuaca cukup cerah sehingga pemandangan pun bisa dinikmati dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAflfUUgDI/AAAAAAAAAXY/fSYImUdUBx0/s1600-h/SDC10573.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAflfUUgDI/AAAAAAAAAXY/fSYImUdUBx0/s320/SDC10573.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255735494063718450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sun Moon Lake, mission begin !!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sun Moon Lake adalah danau terbesar di Taiwan dengan luas mencapai 7.93 kilometer persegi. Letaknya kurang lebih pada 748 meter diatas permukaan laut dengan kedalaman danau mencapai 27 meter.  Aslinya danau ini berbentuk bulan dan matahari jika dilihat dari atas. Itulah kenapa danau ini dinamakan Sun Moon Lake. Akan tetapi perkembangan alam dan zaman telah membuat bentuk kawasan ini berubah sehingga bentuknya pun tidak sama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAT0895d2I/AAAAAAAAAWo/TeQ2gS_fUcc/s1600-h/SDC10590.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAT0895d2I/AAAAAAAAAWo/TeQ2gS_fUcc/s320/SDC10590.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255722565581240162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;View over  Sun Moon Lake&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Air danaunya cukup jenih dan masih terjaga dengan baik. Ada beberapa tempat di pinggir danau yang sudah dibangun kawasan-kawasan dan resort wisata. Namun di tempat lainnya masih bisa kita temui kawasan hutan yang asri dan belum dijamah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nanti kalian kesini, ada dua cara menarik yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan danau. Pertama adalah tur dengan menggunakan perahu. Harganya adalah 300 NT untuk satu orang, agak mahal tapi cukup memuaskan. Karena kita akan langsung diajak mengelilingi tempat-tempat wisata di sekitar danau yang memakan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk mengitari danau. Cara kedua adalah menyewa skuter kecil dari pusat administrasi Shuishe. Harganya sekitar 150 per jam, namun kita bisa dapat harga yang lebih murah untuk penyewaan yang lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAhRdm3L5I/AAAAAAAAAXo/8-8xF6ktnt8/s1600-h/SDC10589.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAhRdm3L5I/AAAAAAAAAXo/8-8xF6ktnt8/s320/SDC10589.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255737349030490002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;On the boat in Sun Moon Lake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Ada beberapa tempat yang menarik di Sun Moon Lake. Pertama yang paling berkesan bagi saya adalah pulau Lalu (Lalu Island) yang terletak di tengah danau. Mirip seperti pulau Samosir yang terletak di tengah danau Toba. Pulau Lalu ini dianggap oleh orang-orang Aborigin di sekitar danau sebagai tempat arwah nenek moyang mereka bersemayam. Saat ini pulaunya hampir tenggelam dan hanya menyisakan bagian di tengah saja yang masih utuh. Tetapi pemerintah Taiwan telah berusaha menjaga keutuhan pulau ini sehingga mereka memasang dok mengapung di sekitar pulau, sehingga pulau pun bisa terjaga dengan baik. Kita bisa merasakan gerak pulau yang naik turun seolah mau tenggelam disini. Benar-benar menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAWrGK-duI/AAAAAAAAAWw/_p5TgCxXMZU/s1600-h/SDC10607.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAWrGK-duI/AAAAAAAAAWw/_p5TgCxXMZU/s320/SDC10607.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255725694788204258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;On Lalu Island&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAW9qlhb3I/AAAAAAAAAW4/0nzXkPYdJeM/s1600-h/SDC10605.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAW9qlhb3I/AAAAAAAAAW4/0nzXkPYdJeM/s320/SDC10605.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255726013800869746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;On Lalu Island, with fellow Taiwanese&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah desa aborigin Thao yang terletak di dok Dehua (德化碼頭). Suku Aborigin Thao adalah penduduk asli wilayah Sun Moon Lake yang sudah mendiami wilayah ini sejak berabad-abad yang lalu. Desa Thao ini adalah pusat seni budaya masyarakat Thao yang masih ada serta dibuka untuk pengunjung semuanya. Mungkin ini adalah untuk kesekian kalinya saya mengunjungi desa Aborigin Taiwan. Jadi tidak asing lagi dengan lagu-lagu serta hasil kesenian yang mereka pajang. Namun cukup menarik juga disini, karena suku Thao adalah suku Aborigin yang berbeda dari suku-suku lainnya yang ada di Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAYj20bd_I/AAAAAAAAAXA/U5rg8FPjWkM/s1600-h/SDC10645.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAYj20bd_I/AAAAAAAAAXA/U5rg8FPjWkM/s320/SDC10645.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255727769431275506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;At the Thao tribe village&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kuil yang ada di sekitar Sun Moon Lake juga cukup menarik untuk dikunjungi. Saya dan istri kebetulan mengunjunginya dengan menggunakan skuter sewaan. Kuil pertama adalah kuil Wunwu yang terletak tidak jauh dari jalan akses Puli-Sun Moon Lake. Kuil ini pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Jepang di Taiwan dan merupakan kuil tertua yang ada disini. Kuil Konghucu ini terletak tepat di pinggir danau. Dari sini pemandangan ke arah danau sangan indah. Kita bisa menikmati arsitektur kuil yang cukup unik ini atau juga bisa turun ke arah danau lewat tangga tahun, tangga dimana saat kita menapakinya seolah-olah kita sedang menapaki tahun-tahun hidup kita yang sudah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAdEJCj-AI/AAAAAAAAAXI/HRfWL453l0s/s1600-h/SDC10651.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAdEJCj-AI/AAAAAAAAAXI/HRfWL453l0s/s320/SDC10651.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255732722124716034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;The Wunwu Temple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAf_cALp7I/AAAAAAAAAXg/aQd-7aRJD_I/s1600-h/SDC10656.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAf_cALp7I/AAAAAAAAAXg/aQd-7aRJD_I/s320/SDC10656.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255735939850545074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sunset over Wunwu Temple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Kuil lain yang bisa kita nikmati adalah kuil Syuanzang. Ini adalah kuil yang diberi nama sesuai dengan nama biksu terkenal dalam kisah Kera Sakti. Yup, Syuanzang adalah nama biksu yang mengemban tugas untuk membawa kitab suci dari India ke Cina dalam kisah kera sakti. Kuil ini adalah kuil yang dibuat untuk menghormatinya. Kita bisa melihat replika patung Syuanzang dan juga patung Buddha yang sedang tertidur disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAdzEFKLhI/AAAAAAAAAXQ/G_HeeeG4vcs/s1600-h/SDC10666.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAdzEFKLhI/AAAAAAAAAXQ/G_HeeeG4vcs/s320/SDC10666.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255733528247283218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Inside Syuanzang Temple&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada beberapa kuil lainnya yang cukup bagus disini semisal kuil Syuanguang atau pagoda Cihen yang dibuat Chiang Kai Shek untuk menghormati ibunya. Sayangnya karena waktu yang tidak mencukupi membuat kami berdua tidak bisa mengunjungi semua tempat yang ada. Walaupun demikian, saya pribadi sudah cukup puas pada waktu mengunjungi pulau Lalu dan kuil Wunwu. Ditambah lagi pada malam harinya ada pesta kembang api di Sun Moon Lake untuk memperingati 10 Oktober. Benar-benar sebuah petualangan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah .... tak terasa dalam total 8 bulan dan 9 hari sejak Februari 2008, saya sudah mengunjungi 7 situs flagship yang ada di Taiwan. Wow, luar biasa magnificent. 7 obyek wisata yang menarik tidak hanya karena keindahan alaminya, tetapi juga pengelolaannya yang cukup baik. Saya jadi bertanya-tanya apakah bisa obyek wisata kita di Indonesia seperti ini ?? Dikelola dengan baik dan mendatangkan keuntungan devisa yang luar biasa. Karena sebenarnya kita punya potensi untuk itu. Lihat saja, Danau Toba jelas-jelas lebih besar dari Sun Moon Lake. Dan kita pun memiliki daerah hutan lindung yang jauh lebih besar, beragam, dan lebih luas ketimbang Taiwan. Tetapi sekali lagi pengelolaan yang tidak baik dan benarlah yang membuat wisata di Indonesia kurang terkenal. Sudah saatnya mengubah hal itu. OK, 7 flagship sites Taiwan untuk 7  World Heritage Sites di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas sekali jalan-jalan, saatnya kembali ke buku. Ini untuk terakhirnya kalinya terpesona, ke depannya harus mempesona. OK, semangat belajar dan kuliahnya Rizki. Lupakan masa lalu, maju terus meraih masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-524944433210604954?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/524944433210604954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=524944433210604954&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/524944433210604954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/524944433210604954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/10/melody-of-sun-moon-lake.html' title='The Melody of Sun Moon Lake (日月潭)'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SPAflfUUgDI/AAAAAAAAAXY/fSYImUdUBx0/s72-c/SDC10573.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2692921085861237534</id><published>2008-09-02T08:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T07:47:03.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>All about Miramar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 2 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miramar adalah keindahan, Miramar adalah ketenteraman, Miramar is beauty. Kata "Miramar" selintas mirip dengan nama telenovela yang pernah ngetop di televisi-televisi Indonesia pertengahan tahun 90-an dulu. Well, arti sebenarnya memang indah. "Miramar" adalah bahasa spanyol yang berarti pemandangan lautan (sea-view/sea sight). Banyak kota di pinggir lautan yang mengambil nama Miramar, khususnya di negeri-negeri berbahasa Spanyol. Yang paling terkenal mungkin adalah kota Miramar yang menjadi bagian di propinsi Buenos Aires, kota wisata terkenal di Argentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miramar juga adalah salah satu judul novel yang terkenal dari penulis terkenal Mesir, Naguib Mahfouz, yang meraih hadiah Nobel Sastra di tahun 1988. Wow ... Miramar is a beauty isn't it ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini saya ingin menceritakan Miramar yang lainnya. Yakni Miramar Entertainment Park. Salah satu tempat hiburan didi distrik Neihu, di Jingye Road Taipei City. Tidak jauh dari distrik Neihu tempat lokasi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Cukup mudah dan murah sekali untuk kesana. Dari Taipei Main Station, kita cukup mengambil MRT arah Danshui, kemudian turun di stasiun Jiantan. Sesudah itu, kita bisa menunggu shuttle bus gratis antara Miramar dan stasiun MRT Jiantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1cwiNzGjI/AAAAAAAAARA/xOwP6cb3lzA/s1600-h/SDC10051.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1cwiNzGjI/AAAAAAAAARA/xOwP6cb3lzA/s320/SDC10051.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241447530217282098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;In front of Miramar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 3 hal yang menjadi daya tarik di Miramar. Pertama adalah lokasinya yang terletak didaerah distrik pinggiran kota. Diapit oleh sungai Keelung dan juga perbukitan di sekelilingnya, Miramar adalah contoh taman hiburan yang cukup asri dan memiliki pemandangan yang indah. Kita bisa menikmati secangkir kopi atau es krim disini sambil menikmati udara segar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua adalah bioskopnya yang terkenal dan juga merupakan bioskop terbesar di Taipei, bahkan di Taiwan. Pertama kali saya menonton disini adalah film "Beowulf" yang ditayangkan secara 3 dimensi pada layar yang lebar, mungkin satu setengah kalinya layar Platinum di Margo City. Mantap !!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan terakhir tentu saja adalah taman hiburan Miramar. Memang sih jika dibandingkan dengan taman hiburan konvensional, wahana yang ada di Miramar tidak terlalu banyak. Tetapi ada satu keunggulan Taman Hiburan Miramar, yakni Ferris Wheel alias Bianglalanya yang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Dari sini kita bisa melihat pemandangan Taipei dengan indah. Bianglalanya juga memiliki kecepatan yang cukup pelan sehingga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk lebih menikmati pemandangan yang ada. Ferris Wheel atau bianglala ini mungkin salah satu wahana sudah cukup terkenal di berbagai taman hiburan di dunia. Di Dunia Fantasi Ancol juga ada. Oleh karena itu banyak taman hiburan di berbagai negara mencoba berbagai keunikan, salah satunya adalah membuat bianglala tertinggi di dunia. Lihat saja "London Eye", bianglala yang terkenal di kota London. Bianglala yang tertinggi sendiri sampai sekarang masih dalam tahap pembangunan, yakni Beijing Great Wheel yang akan dibangun di Beijing. Rencananya Bianglala ini tingginya akan mencapai 208 meter. Ferris Wheel Miramar sendiri mencapai 70 meter, tapi itu masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan bianglala Dufan he...he....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1fdqeoiTI/AAAAAAAAARI/nuf-5e5Yjlk/s1600-h/SDC10057.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1fdqeoiTI/AAAAAAAAARI/nuf-5e5Yjlk/s320/SDC10057.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241450504552745266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di dalam Ferris Wheel Miramar nih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1flNz6GnI/AAAAAAAAARQ/DDoIsElWa1M/s1600-h/SDC10063.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1flNz6GnI/AAAAAAAAARQ/DDoIsElWa1M/s320/SDC10063.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241450634296302194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di dalam Ferris Wheel, dengan latar belakang kota Taipei&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1fx0WbHoI/AAAAAAAAARY/bx6bJDRMFIw/s1600-h/SDC10060.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1fx0WbHoI/AAAAAAAAARY/bx6bJDRMFIw/s320/SDC10060.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241450850800049794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di salah satu sudut kota, diambil dari Ferris Wheel. Indah ya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, untuk naik Ferris Wheel ini tidak gratis he...he... Kita harus membeli tiket sebesar NT$ 150 dulu untuk menikmatinya. Tidak terlalu murah memang, tapi juga tidak terlalu mahal. Lumayan untuk menikmati keindahan salah satu bianglala terbaik di Taiwan. Fiuh, benar-benar pengalaman menarik bisa mengunjungi bianglala yang satu ini. Miramar is really a beauty.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;- Ma Fu Yue -&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2692921085861237534?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2692921085861237534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2692921085861237534&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2692921085861237534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2692921085861237534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/09/all-about-miramar.html' title='All about Miramar'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SL1cwiNzGjI/AAAAAAAAARA/xOwP6cb3lzA/s72-c/SDC10051.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-4958912107695158008</id><published>2008-08-27T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T07:47:03.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>Indonesia's Central Java UNESCO World Heritage Sites</title><content type='html'>Taipei, 27 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada yang lebih menyenangkan saat liburan musim panas selain mengunjungi obyek-obyek wisata terkenal di Indonesia. Hitung-hitung mengisi kemerdekaan dengan mengenang keindahan obyek wisata kita sekaligus menggalakkan dunia pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin bercerita tentang UNESCO World Heritage Sites (WHS) alias situs warisan dunia yang ada di Indonesia. WHS ini adalah tempat-tempat yang dianggap UNESCO sebagai situs budaya dan pariwisata yang bersejarah sehingga harus dilindungi. Konon status ini adalah status tertinggi bagi tempat-tempat pariwisata yang ada di dunia. Sidang UNESCO untuk WHS pada 2008 ini sendiri baru saja berlangsung Juli kemarin di Quebec, Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau para pengamat pariwisata jeli sih, WHS ini cukup menjadi isu juga belakangan. Lihat saja bagaimana hubungan Thailand - Kamboja memanas saat kuil Preah Vihear dimasukkan sebagai WHS. Kuil Preah Vihear sendiri masuk wilayah Kamboja, tetapi Thailand mengklaim juga sebagai milik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bagaimana Malaysia akhirnya berbangga karena 8 tahun pengembangan pariwisata mereka dengan Visit Malaysia Year-nya berhasil dengan diabadikannya Bandar Malaka dan George Town Penang sebagai WHS. Ini adalah situs ke-3 di Malaysia yang jadi WHS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sih Indonesia masih menjadi negara yang paling banyak memiliki WHS di Asia Tenggara. Kita Punya 7 situs. Thailand, Vietnam, dan Filipina hanya punya 5, sedangkan Kamboja malah baru 2. Sebenarnya kita patut berbangga diri, tetapi tentu harus dibarengi dengan usaha menjaga situs-situs yang ada dan menggalakkan pariwisata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari 7 situs WHS di Indonesia tersebut, 3 diantaranya berada di propinsi Jawa Tengah. Kesanalah saya pergi dalam liburan yang cukup singkat kemarin. 3 situs itu masing-masing adalah Candi Borobudur di kota Magelang, Candi Prambanan di perbatasan kota Klaten dan propinsi DI Yogyakarta, serta situs arkeologi Sangiran di perbatasan Solo dan Sragen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 situs dalam 2 hari. Luar biasa melelahkan, tapi juga menyenangkan. Untuk Borobudur dan Prambanan mungkin tidak perlu diceritakan panjang lebar. Hampir semua orang di Indonesia bahkan di dunia sudah mengenal dua candi ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Landmark&lt;/span&gt; Indonesia yang tidak bisa dicuri oleh siapapun di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sih aku sudah pernah ke Borobudur sekali, waktu SMA dulu. Sedangkan ke Prambanan belum pernah sama sekali. Tapi ini pertama kalinya aku bisa mengunjungi keduanya sekaligus, dan saat aku tahu bahwa keduanya termasuk dalam WHS tentu saja ini menjadi lebih menyenangkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWCmQglDrI/AAAAAAAAAPg/mLyG-tS9LMo/s1600-h/Img00106.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWCmQglDrI/AAAAAAAAAPg/mLyG-tS9LMo/s320/Img00106.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239237335293693618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;In front of Prambanan Temple&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWCyJNOX4I/AAAAAAAAAPo/-8jr-DB0HNE/s1600-h/PHOT0168.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWCyJNOX4I/AAAAAAAAAPo/-8jr-DB0HNE/s320/PHOT0168.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239237539491897218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuil Dewa Siwa Prambanan, indah ya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWDFJ-3mWI/AAAAAAAAAPw/eYnZM4Ojb30/s1600-h/Photo-0744.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWDFJ-3mWI/AAAAAAAAAPw/eYnZM4Ojb30/s320/Photo-0744.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239237866117634402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunset in Prambanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWDOXuBnUI/AAAAAAAAAP4/VlCJsMmc7fk/s1600-h/Img00124.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWDOXuBnUI/AAAAAAAAAP4/VlCJsMmc7fk/s320/Img00124.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239238024423906626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;In front of Borobudur Temple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWDjfrSJjI/AAAAAAAAAQA/QzVIj6GoP3M/s1600-h/PHOT0220.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWDjfrSJjI/AAAAAAAAAQA/QzVIj6GoP3M/s320/PHOT0220.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239238387337143858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Di stupa induk Borobudur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWD05-DIuI/AAAAAAAAAQI/HpJvxr2SFfQ/s1600-h/Img00138.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWD05-DIuI/AAAAAAAAAQI/HpJvxr2SFfQ/s320/Img00138.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239238686452949730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di salah satu stupa Borobudur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Ada dua hal yang mengesankan bagiku mengenai kedua candi ini. Pertama tentu saja adalah penggambaran kerukunan umat beragama yang ada. Candi Prambanan adalah candi Hindu sementara candi Borobudur adalah candi Buddha. Dua agama yang berbeda, namun kedua candi berada di wilayah yang sama. Suatu bukti kerukunan dan toleransi beragama yang cukup tinggi bukan, yang mungkin saat ini sudah mulai terkikis. Kedua khusus tentang candi Prambanan. Kalau ada yang mungkin iseng membaca legenda candi Prambanan, mungkin tahu tentang kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang menjadi latar pembangunan candi Prambanan ini. Alkisah Bandung Bondowoso berniat untuk melamar Roro Jonggrang untuk menjadi prabu dari dinasti Syailendra. Roro Jonggrang pun memberikan syarat yang cukup berat, dia meminta Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam semalam. Itu kenapa Prambanan diberi nama juga candi Sewu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Bandung Bondowoso sendiri rupanya bukan orang sembarangan, dia memiliki kemampuan mistis yang luar biasa. Dia pun menyanggupi syarat yang diberikan Roro Jonggrang. Maka saat malam tiba, Bandung Bondowoso memanggil pasukan jin-nya untuk membantu membangun 1000 candi yang disyaratkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roro Jonggrang yang sedari awal memang ingin menolak lamaran Bandung Bondowoso akhirnya melakukan hal yang tidak diduga. Dia memanggil para pembantunya untuk membakar sekam dan juga untuk membunyikan alu yang menjadi alat menumbuk padi sehingga seolah-olah fajar telah tiba dan pagi akan segera menjelang. Pasukan jin Bandung Bondowoso yang hanya bisa bekerja sebelum fajar menyingsing pun akhirnya pergi. Padahal pada waktu itu belum juga fajar, akhirnya Bandung Bondowoso pun menyelesaikan candi tersebut dengan kekuatannya sendiri. Saat pagi tiba setelah dihitung, rupanya candi yang telah dibuat Bandung Bondowoso hanya kurang 1 saja alias dia telah membuat 999 candi dalam semalam. Namun karena yang disyaratkan adalah 1000 candi, maka tetap saja lamarannya ditolak oleh Roro Jonggrang. Dalam murkanya, Bandung Bondowoso mengutuk kehancuran kerajaan Syailendra dan Mataram Hindu yang akhirnya kemudian terjadi saat Majapahit meluluh lantakkan Mataram Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sad ending&lt;/span&gt; sih. Cuman kalau ditilik dari sisi ekonomi, jujur Roro Jonggrang itu gak tahu diri. Orang dah capek-capek bikin candi yang walaupun kurang satu dari maunya dia, tapi tetap banyak lho. 999 candi !!! Emangnya si Roro Jonggrang bisa apa ??? Paling gak coba kerja kerasnya dihargai sedikit. Huh.....matre juga tuh Roro Jonggrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sangat disayangkan kedua candi ini saat ini mulai digerus zaman. Sudah muncul retak-retak di sana sini. Beberapa diantaranya dipicu oleh gempa bumi yang melanda Jawa Tengah dan Yogyakarta tahun 2006 lalu. Syukur usaha perbaikan masih dilakukan terus. Semoga bisa berjalan dengan baik, dan semoga Borobudur dan Prambanan bisa terus berdiri kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWD7PlLqtI/AAAAAAAAAQQ/wTB62XhKqvI/s1600-h/PHOT0146.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWD7PlLqtI/AAAAAAAAAQQ/wTB62XhKqvI/s320/PHOT0146.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239238795333446354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Renovasi salah satu candi di Prambanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Aku lebih tertarik untuk bercerita mengenai situs Sangiran. Entah ada yang ingat atau tidak, sebenarnya Sangiran sudah disebut dalam buku-buku pelajaran sejarah SMA tentang prasejarah dan kepurbakalaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangiran sebenarnya adalah nama dua dusun yang terletak diantara kabupaten Sragen dan Karanganyar di Jawa Tengah. Tempat ini merupakan situs arkeologi yang terluas di dunia (mencapai kurang lebih 56 km persegi) dan diperkirakan dihuni oleh manusia purba sejak lebih dari satu juta tahun, jauh lebih lama dari situs arkeologi serupa di tempat lain. Inilah mengapa situs Sangiran menjadi cukup berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah lama Sangiran menjadi tempat para arkeolog meneliti mengenai manusia purba dan juga tentang peradaban masa lalu. Penelitian paling awal dirintis oleh arkeolog Belanda bernama Eugene Dubois yang melakukan penggalian di daerah ini sekitar tahun 1893. Sayangnya dia tidak menemukan apa yang dia cari. Baru pada tahun 1930-an, arkeolog Belanda yang lain yang bernama von Koenigswald menemukan fosil manusia purba &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pithec&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;anthropus Erectus  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; Meganthropus Palaeojavanicus&lt;/span&gt; yang kemudian terkenal itu. Barulah kemudian menyusul penemuan fosil-fosil purbakala lainnya di daerah Sangiran. Selama perang dunia II, von Koenigswald menghadapi saat terberatnya saat berusaha mempertahankan fosil-fosil Sangiran dari ancaman sitaan tentara Jepang. Untunglah fosil tersebut berhasil diselamatkan sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Sangiran yang sekarang berada tidak jauh dari lokasi ekskavasi dahulu, digunakan untuk menampung fosil-fosil yang ditemukan di wilayah Sangiran. Museumnya sangat sederhana bahkan terkesan reyot dari luar. Memang keterpencilan lokasi museum ini membuatnya hampir tidak dikenal orang. Untunglah usaha publikasi dan perbaikan serta renovasi bangunan sudah dimulai. Semoga bisa menjadi museum kepurbakalaan yang menarik nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWOvhqvK7I/AAAAAAAAAQY/2idzCMIbwIQ/s1600-h/Img00038.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWOvhqvK7I/AAAAAAAAAQY/2idzCMIbwIQ/s320/Img00038.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239250688658058162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Di depan Museum Purbakala Sangiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPh2edPaI/AAAAAAAAAQo/fTTjp5hCabo/s1600-h/Photo-0680.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPh2edPaI/AAAAAAAAAQo/fTTjp5hCabo/s320/Photo-0680.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239251553237155234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Diorama manusia purba di Museum Purbakala Sangiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPbh5ecVI/AAAAAAAAAQg/vrcBZa4Pak8/s1600-h/Photo-0673.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPbh5ecVI/AAAAAAAAAQg/vrcBZa4Pak8/s320/Photo-0673.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239251444634120530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Fosil gading gajah Mammoth yang mencapai 5 meter lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPqTHjG4I/AAAAAAAAAQw/Ky4OQLFp5pQ/s1600-h/Img00085.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPqTHjG4I/AAAAAAAAAQw/Ky4OQLFp5pQ/s320/Img00085.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239251698364652418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Percaya gak, ini rahang kuda nil ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPyc-drqI/AAAAAAAAAQ4/uK9ilOY5veM/s1600-h/Photo-0741.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWPyc-drqI/AAAAAAAAAQ4/uK9ilOY5veM/s320/Photo-0741.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239251838449856162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Beberapa fosil kerang yang ditemukan di Sangiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kita bisa melihat kekayaan arkeologis Indonesia. Selain fosil-fosil manusia purba, kita juga bisa melihat fosil lainnya semisal fosil gading gajah Mammoth yang panjangnya mencapai 5 meter lebih, atau fosil kepala kerbau purba yang tanduknya juga cukup panjang. Ada dua fosil yang cukup menarik bagi saya disini. Pertama adalah fosil rahang kuda nil yang ditemukan di Sangiran. Menarik karena seperti kita ketahui, kuda nil memiliki habitat asli di wilayah Afrika. Akan tetapi fosil kuda nil yang mencapai ribuan tahun ini ditemukan di wilayah Sangiran. Mungkinkah dahulu ada kuda nil yang hidup di Sangiran ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah fosil kerang laut yang juga banyak ditemukan di Sangiran. Tidak hanya fosil kerang, ada juga fosil gigi ikan hiu yang dipamerkan disini. Fosil-fosil hewan laut ini membuat para arkeolog berhipotesis bahwa daerah Sangiran dahulu merupakan wilayah lautan. Luar biasa sekali kekayaan arkeologis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa keunggulan situs Sangiran sehingga pemerintah pun mengajukannya ke UNESCO sebagai World Heritage Site. Dalam sidang UNESCO tahun 1996 di Merida, Mexico, akhirnya Sangiran resmi dijadikan WHS dengan nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sangiran Early Man Site&lt;/span&gt;. Jadilah sangiran menjadi situs WHS kelima Indonesia saat itu menyusul Borobudur, Prambanan, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Komodo yang sudah menjadi WHS sebelumnya. Barulah kemudian menyusul Taman National Lorentz di tahun 1999 dan terakhir sistem hutan hujan tropis Indonesia di Sumatra yang merupakan gabungan Taman Nasional Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan Selatan yang menjadi WHS ke-7 Indonesia di tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya walaupun tergolong tempat penting dan juga WHS, situs Sangiran jarang sekali dikunjungi orang. Mungkin hanya mereka yang sedang menggeluti dunia arkeologi atau sejarah yang tertarik mendatangi situs ini. Pernah pengunjung museum Sangiran mencapai 250.000 orang per tahun. Sayang pasca krisis moneter yang melanda Indonesia di era 90-an, pengunjung Sangiran pun menurun tajam. Hal ini antara lain disebabkan oleh terpencilnya lokasi situs  yang memang terletak di daerah pedesaan dan kurangnya publikasi yang diberikan pemerintah untuk menarik orang mengunjungi tempat ini. Semoga pengembangan situs Sangiran ke depan bisa berjalan baik untuk menunjukkan kekayaan bumi Indonesia di bidang sejarah dan arkeologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh....benar-benar perjalanan yang berharga mengunjungi 3 situs WHS di Jawa Tengah ini. Satu-satunya yang tidak mengenakkan adalah aku harus menggunakan kereta ekonomi ke Yogyakarta terlebih dahulu sebelum mengunjungi ketiga situs ini, sangat tidak nyaman. Tapi ini terbayar dengan kepuasan yang tidak ada taranya setelah mengunjungi ketiga tempat ini. Mungkin karena ini pertama kalinya bagiku mengunjungi situs warisan dunia, dan aku langsung mengunjungi 3 tempat, dan juga ini adalah situs yang ada di Indonesia sehingga merupakan kebanggaan negeriku. Puas tiada taranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuman tetap saja ada satu hal yang aku sendiri heran setiap kali aku bepergian. Walaupun aku doyan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacking&lt;/span&gt;, namun aku tidak pernah mau mengunjungi situs yang sudah pernah aku kunjungi sebelumnya. Apalagi jika aku sudah memiliki dokumentasi sebelumnya. Hmm..... cukup sekali perjalanan, dan cukup sekali untuk menikmatinya. Well.... itulah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, sudah puas banget berlibur. Saatnya kembali nih ke tugas yang kurasa banyak terlantar. Dalam 7 bulan kemarin aku sudah mengunjungi 6 flagship sites Taiwan dan 3 World Heritage Site Indonesia. Luar biasa sih, tapi memang sedikit mengorbankan konsentrasiku di kuliah. Aku harus ingat untuk fokus pada tesisku. Saatnya memindahkan fokus. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacking ???&lt;/span&gt; tentu saja terus berlanjut. Cuman lebih dikendalikan, tidak brutal dalam melakukannya. Tetapi fokus dan dinikmati. Mungkin dari situ aku akan memahami cara menikmati perjalanan yang selama ini aku cari, dan juga mungkin aku akan menemukan dimana hatiku tertambat dan dimanakah situs pariwisata yang tidak akan pernah bosan aku kunjungi. Salam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpackers&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- M. Rizki Ramadhani -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-4958912107695158008?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/4958912107695158008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=4958912107695158008&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4958912107695158008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4958912107695158008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/08/indonesias-central-java-unesco-world.html' title='Indonesia&apos;s Central Java UNESCO World Heritage Sites'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ufw7-N2Agvw/SLWCmQglDrI/AAAAAAAAAPg/mLyG-tS9LMo/s72-c/Img00106.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-1678392293732984974</id><published>2008-07-08T01:14:00.001-07:00</published><updated>2008-07-10T00:09:37.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>Alishan (阿里山) yang indah .........</title><content type='html'>Taipei, 8 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti janji saya sebelumnya, saya akan menceritakan perjalanan saya ke salah satu tempat wisata terbaik di Taiwan. Alishan (&lt;span lang="zh-Hant"&gt;阿里山). Alishan ... alishan ....&lt;/span&gt;alishan .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alishan adalah salah satu dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;8 flagship sites&lt;/span&gt; (situs wisata unggulan Taiwan) yang terletak di daerah Chiayi di tengah Taiwan, yang dijuluki kota persik ( Peach City).  Dari segi nama, Alishan berarti gunung Ali dalam bahasa Cina. Ada dua asal kata dari nama Alishan. Pertama kata Alishan berasal dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jarissang&lt;/span&gt;, nama yang berasal dari bahasa aborigin lokal bagi tempat ini. Ada juga versi lain yang mengatakan bahwa nama Alishan berasal dari A-Ba-Li, dia adalah salah satu kepala suku aborigin yang pertama kali menjelajah daerah ini dan kemudian membangun pemukiman aborigin disini. Nama A-Ba-Li kemudian disingkat menjadi A-Li, yang menjadi asal nama Alishan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak keindahan dan hal-hal menarik mengenai Alishan. Yang pertama dan paling terkenal mungkin adalah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Alishan Mountain Railway Forest&lt;/span&gt; atau Kereta Gunung Alishan. Alishan adalah salah satu dari hanya 3 kereta gunung yang tersisa di dunia saat ini. Dua lagi adalah Darjiling di India serta Semmering Railway di Austria. Menaiki kereta api Alishan merupakan pengalaman yang cukup menegangkan. Maklum kereta yang digunakan adalah kereta disesel kuno yang membuat kita kembali ke zaman kolonial dulu saat kereta api diesel ini banyak digunakan. Selama perjalanan juga, kita akan menembus pegunungan dan hutan-hutan Alishan yang masih liar dan indah. Total kereta gunung Alishan akan membawa kita dari ketinggian kurang lebih 20 m diatas permukaan laut di Chiayi menuju kota Alishan yang terletak di ketinggian 2400 m diatas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMh6WcaakI/AAAAAAAAAOQ/CeidjCmIHQs/s1600-h/DSCI0639.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMh6WcaakI/AAAAAAAAAOQ/CeidjCmIHQs/s320/DSCI0639.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220553679393417794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menunggu kereta nih... di stasiun Alishan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMijvmmkZI/AAAAAAAAAOg/sEmKI69t4U0/s1600-h/DSCI0685.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMijvmmkZI/AAAAAAAAAOg/sEmKI69t4U0/s320/DSCI0685.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220554390521680274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiba di stasiun Alishan, dengan latar belakang kereta gunung Alishan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selama di perjalanan, kita bisa melihat indahnya pegunungan Alishan dan hutan-hutan di sekitarnya. Selama perjalanan juga kita akan melewati beberapa stasiun transit yang juga cukup terkenal, semisal stasiun Fencihu dimana kita bisa menikmati nasi kotak (Bian Dang) khas Fencihu, atau di Shueishiliao yang merupakan tempat perkebunan teh persis seperti di daerah Puncak, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHOArtE1wmI/AAAAAAAAAPQ/hJa8rahKEyg/s1600-h/DSCI0654.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHOArtE1wmI/AAAAAAAAAPQ/hJa8rahKEyg/s320/DSCI0654.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220657881375162978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sawah terhampar di sepanjang jalan ke Alishan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHOBSn08aoI/AAAAAAAAAPY/5emaVCefUBE/s1600-h/DSCI0666.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHOBSn08aoI/AAAAAAAAAPY/5emaVCefUBE/s320/DSCI0666.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220658549981211266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pegunungan tertutup kabut di Alishan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Kereta gunung Alishan ini dibangun pada awalnya oleh pemerintahan Jepang di Taiwan pada tahun 1912. Tujuan awalnya adalah untuk mengangkut kayu-kayu dari hutan mengingat pada awalnya pegunungan Alishan dijadikan daerah penebangan kayu untuk keperluan industri saat itu. Saat perang dunia II berakhir tahun 1945, pemerintah Taiwan merasa perlu melindungi daerah ini. Sehingga aktivitas penebangan hutan disini pun dihentikan. Sejak saat itu, Alishan menjadi daerah konservasi dan kereta gunung yang sebelumnya menjadi sarana pengangkutan kayu kemudian diubah menjadi alat transportasi wisatawan. Berbeda dari kereta api kebanyakan di Taiwan yang dikelola oleh departemen perkeretaapian, kereta gunung Alishan dikelola oleh departemen kehutaman (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Department of Forestry&lt;/span&gt;).  Mungkin karena kereta gunung ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hutan lindung Alishan sehingga benar-benar dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan naik ke Alishan menggunakan kereta memang sangat disukai oleh para wisatawan. Selain karena lebih memudahkan untuk menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan, juga karena kesan bersejarah dari kereta gunung Alishan yang merupakan salah satu dari 3 kereta gunung tersisa ini. Hanya saja sebenarnya menggunakan kereta cukup lama dan kurang nyaman. Total butuh 4 jam dari stasiun Chiayi ke stasiun Alishan yang merupakan stasiun stasiun terakhir. Kereta gunung yang digunakan juga kereta diesel tahun 50-an jadi bisa dibayangkan sendiri kenyamanannya jika dibandingkan kereta eksekutif jaman sekarang. Jalur kereta ke atas juga ada yang amblas di beberapa tempat mengingat Alishan adalah tempat yang rutin diguyur air hujan, sehingga terus diperbaiki. Tahun 2004, pernah terjadi kecelakaan di tempat ini yang merenggut 17 nyawa. Namun setelah itu pemerintah Taiwan mencoba meningkatkan keamanan kereta sehingga kecelakaan yang sama tidak pernah terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Alishan sangat potensial untuk menjadi situs warisan dunia (World Heritage Site), mengingat 2 situs kereta gunung lainnya yakni Darjeeling dan Semmering sudah menjadi World Heritage Site. Hanya saja Taiwan masih terkendala pada pengakuan luar negerinya, sehingga untuk menjadi WHS yang merupakan situs resmi PBB masih sulit dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui 4 jam perjalanan melelahkan, tibalah kita di tujuan utama kita. Alishan National Recreation Area. Tidak terkatakan uniknya tempat ini. Alishan mungkin adalah kebalikan dari pantai Kenting di selatan Taiwan. Jika Kenting selalu panas walaupun di musim dingin, maka Alishan sebaliknya, selalu dingin walaupun di musim panas. Suhu di tempat ini tidak pernah lebih tinggi dari 20 derajat celcius. Di musim dingin, salju biasa turun disini. Tempat ini benar-benar mirip resort pegunungan khas Swiss. Ditambah lagi pegunungan alamnya yang sangat indah dipandang serta daerah konsevasi di sekitar Alishan yang menjamin keasrian lokasi wisata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi keunikan Alishan adalah Alishan merupakan tempat salah satu suku aborigin asli Taiwan yakni suku Tsou (Tsou tribe). Suku Tsou inilah yang pertama kali mendiami wilayah Alishan sebelum berubah menjadi terkenal seperti sekarang.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMisnHvJwI/AAAAAAAAAOo/q30rlZKVsz4/s1600-h/DSCI0689.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMisnHvJwI/AAAAAAAAAOo/q30rlZKVsz4/s320/DSCI0689.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220554542863558402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Di welcoming board Alishan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMjhqhJAhI/AAAAAAAAAOw/T76qM2BDbF8/s1600-h/DSCI0693.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMjhqhJAhI/AAAAAAAAAOw/T76qM2BDbF8/s320/DSCI0693.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220555454308483602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Di alun-alun Alishan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya Alishan pun tidak kuno-kunoa banget. Kita bisa menemukan toko kelontong macam 7 eleven disini. Ada juga beberapa bangunan unik di sini semisal Alishan Visitor Center yang sangat sederhana tapi cukup banyak menjelaskan mengenai sejarah Alishan, kemudian juga ada kantor pos Alishan yang bergaya kuil Buddha dan merupakan kantor pos yang tertinggi dari permukaan laut di seluruh Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang ke Alishan berarti sudah siap untuk bermalam minimal sehari disini. Bukan apa-apa, transportasi memang cukup sulit disini. Kereta hanya ada sekali sehari setiap jam 13.00 yang akan membawa penumpang naik dan turun, sedangkan shuttle bus menuju Chiayi hanya tersedia sampai jam 5 sore. Jadi memang kita harus merencanakan penginapan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMj3SZwgeI/AAAAAAAAAO4/XLy514NnqIE/s1600-h/DSCI0706.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMj3SZwgeI/AAAAAAAAAO4/XLy514NnqIE/s320/DSCI0706.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220555825792188898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Inside Alishan Visitor Center&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saat puncaknya liburan, daerah hotel di Alishan bisa sangat penuh. Selain itu harga hotelnya pun terbilang cukup mahal. Bagi para backpackers, bisa menemukan alternatif dengan cara menginap di rumah penduduk. Biasanya penduduk lokal Alishan sudah menyulap rumahnya sehingga bisa dijadikan sebagai kos-kosan tempat menginap. Jika kamar kelas ekonomi di hotel yang ada di Alishan bisa memakan harga minimal 2500 NT, menginap di rumah penduduk bisa hanya menghabiskan 1000 NT tergantung dari cara kita menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya baru sampai di Alishan pada pukul 5 sore, maka sudah terlalu telat untuk bis jalan-jalan di sekitar hutan. Jadilah acara hari pertama cuma dihabiskan untuk cari penginapan dan belanja oleh. Alhamdulillah dibanding di pusat aborigin Pingtung, oleh-oleh kerjainan tangan aborigin Taiwan disini lumayan murah. Satu pengalaman menarik saya disini adalah saya bertemu dengan seorang TKW asal Subang yang rupanya sudah bekerja di Alishan selama 3 tahun. Luar biasa. Bahkan di salah satu perbukitan tertinggi di Taiwan pun saya bisa temukan orang Indonesia. Benar-benar bangsaku tercinta, bangsa perantau dan pekerja keras. Hal yang positif sebenarnya, cuman kita selalu beranggapan bahwa menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) adalah hal yang rendah. Dan juga perlindungan pemerintah terhadap mereka juga setengah-setengah. Padahal mereka adalah penghasil devisa terbesar Indonesia. Dasar nih pemerintah kita .... Tapi yah ambil baiknya, minimal saya dapat diskon yang lumayan untuk membeli souvenir karena dibantu oleh si mbak sehingga cukup banyak yang bisa saya borong balik ke Taipei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru deh di pagi harinya, kita mulai acara jalan-jalan menikmati pegunungan ini. Untuk menikmati Alishan, maka kita harus bangun pagi-pagi sekali. Karena salah satu pemandangan unik di Alishan adalah pemandangan matahari terbit di balik gunung yang sangat indah. Alhamdulillah karena sudah terbiasa bangun subuh, maka saya tidak kesulitan untuk mengejar jadwal matahari terbit yang pada hari senin kemarin sekitar pukul 05.25 pagi. Cuma untuk menikmati pemandangan matahari terbit ini, kita mesti berjalan dulu sekitar 15 menit ke tempat pengamatan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Viewing Lot&lt;/span&gt;). Ada dua viewing lot yang bisa kita gunakan. Pertama adalah viewing lot di Jhaoping trail yang lumayan jauh, dan ada juga Chushan Footpath yang terletak persis ti pinggir rel kereta api. Disana kita bisa melihat matahari terbit dari balik gunung Yushan (Jade Mountain), gunung tertinggi di seluruh Asia Timur. Bagi saya pribadi, benar-benar pengalaman berharga bisa melihat sunrise di Alishan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMkfmUCZyI/AAAAAAAAAPI/mk1zO3nCneI/s1600-h/DSCI0718.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMkfmUCZyI/AAAAAAAAAPI/mk1zO3nCneI/s320/DSCI0718.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220556518331672354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beautiful sunset on Alishan over the Jade Mountain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru deh setelah kita menikmati sunrise, kemudian kita bisa menikmati suasana hutan lindung sekitar Alishan. Sayangnya di bagian ini baterai kamera saya sudah habis (T_T), jadi hanya sedikit dokumentasi yang bisa saya dapatkan. Anyway, hutan Alishan rata-rata diisi ileh pohon cypress merah (red cypress) khas Taiwan. Ini adalah jenis pohon yang hanya tumbuh di daerah subtropis macam Taiwan. Ada 2 alur hutan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tree trail&lt;/span&gt;) yang bisa kita tempuh. Disana kita bisa melihat beberapa pohon cypress besar dengan ketinggian mencapai 28 meter lebih dan usia yang tidak kurang dari 800 tahun. Jadi pohon-pohon ini sudah ada sebelum Taiwan dihuni oleh masyarakat Cina dan didatangi bangsa Eropa. Luar biasa. Beberapa pohon bahkan ada yang dianggap suci oleh suku aborigin sehingga sangat dilindungi. Bangsa Jepang bahkan meninggalkan sebuah pagoda yang dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pagoda of Tree Spirit &lt;/span&gt;(Pagoda Roh Pohon). Karena orang-orang Jepang percaya bahwa dalam setiap benda terkandung roh. Pohon juga termasuk. Karena saat pendudukan Jepang di Taiwan dulu banyak pohon-pohon Alishan yang ditebang, maka mereka membangun pagoda ini sebagai bentuk permohonan maaf kepada sang roh pohon karena telah ditebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa menemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sister Ponds&lt;/span&gt;. Dua danau kecil yang terletak di tengah hutan. Menurut legenda, dulu ada dua orang saudara perempuan suku aborigin yang mencintai pria yang sama. Mereka tidak ingin saling menyakiti saudarinya yang lain, tapi juga tidak mau kehilangan sang pujaan hati. Maka sebagai gantinya, mereka menceburkan dirinya ke danau. Ada dua danau disana, danau yang besar dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the elder sister &lt;/span&gt;dan yang lebih kecil dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the younger sister&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bunga Magnolia masih ada yang bermekaran di Alishan walaupun sudah masuk musim panas. Suasana bunga ini benar-benar menambah indah Alishan. Saya tidak menyesal kesini walaupun kata orang lebih enak ke Alishan di awal musim semi. Lagipula walaupun sudah musim panas seperti ini, Alishan tetap saja ramai dikunjungi orang. Benar-benar pengalaman yang berharga dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, ada oleh-oleh foto dari sebuah pohon cypress yang unik. Pohon ini dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Elephant Trunk.&lt;/span&gt; Aslinya ini adalah akar pohon cypress tua yang sudah tumbang, namun kalau dilihat sekilas memang mirip dengan wajah seekor gajah. Bisakah anda melihatnya ??? Ha...ha... salam dari Alishan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMj9vrWXOI/AAAAAAAAAPA/zZzu3RWyqDQ/s1600-h/DSCI0719.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMj9vrWXOI/AAAAAAAAAPA/zZzu3RWyqDQ/s320/DSCI0719.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220555936729816290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Elephant Trunk Tree, mirip gak dengan muka gajah ????&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-1678392293732984974?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/1678392293732984974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=1678392293732984974&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1678392293732984974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1678392293732984974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/07/blog-post.html' title='Alishan (阿里山) yang indah .........'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SHMh6WcaakI/AAAAAAAAAOQ/CeidjCmIHQs/s72-c/DSCI0639.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-1589800148920891319</id><published>2008-07-07T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T09:16:56.170-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah berhasil ................(^_^)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 8 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester 2 mungkin adalah semester paling berat menurutku. Banyak faktor penyebabnya. Kuliah di semester ini memang berat. 4 kuliah, dengan 3 diantaranya adalah kuliah programming yang menyita waktu. Semester ini juga adalah puncak-puncaknya aktivitas kemahasiswaan. FORMMIT yang muktamar bulan April lalu plus beberapa kegiatan yang digeber di awal, Lomba Kreativitas Anak Negeri 2008 yang juga cukup menyita perhatian, Youth Enterpreneurship Forum yang membuat aku sering keluar kota, plus lagi orang-orang yang kalau mau ke Taipei dan harus menginap mesti diurusin juga, fiuhhh............................. berat berat berat !!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun merasa semester ini aku kebanyakan jalan-jalan. Plus juga kayaknya banyakan nonton sepakbola yang kebanyakan diakhiri dengan kekalahan tim favoritku (T_T). Aduhhh........ berantakan banget sepertinya yah perencanaan bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Alhamdulillah semua itu bisa berjalan dengan baik (^_^). Yup.... aku baru saja mendapatkan cukup banyak berita baik. Pertama tentu saja adalah perjalanan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; backpacking&lt;/span&gt; yang cukup menyenangkan di Kaohsiung dan Alishan kemarin.  Menyenangkan sekali. Cukup banyak tempat yang aku kunjungi di Kaohsiung, dan menyenangkan sekali bisa dapat teman-teman baru. Perjalanan ke Alishan juga sangat menyenangkan. Senang sekali bisa mengunjungi daerah pegunungan tertinggi di Taiwan yang mirip daerah Puncak di Taiwan atau daerah Aspen di Amerika Serikat. Aku akan tulis tentang perjalanan ke kedua tempat ini nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling penting adalah ......... nilai kuliahku semester ini telah keluar semua, dan semuanya sukses (^_^). Alhamdulillah. Jujur aku membutuhkan nilai rata-rata 85 semester ini agar bisa melanjutkan Ph. D. dengan lancar. Dengan skala aktivitas yang cukup berat aku sebenarnya khawatir jika target ini tidak tercapai. Tapi Alhamdulillah tercapai juga (^_^), total kuliahku semester ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Computer Simulations      --&gt; 75 points&lt;br /&gt;2. Digital Image Processing  --&gt; 87 points&lt;br /&gt;3. Nanoscience                        --&gt; 89 points&lt;br /&gt;4. Photon Scattering              --&gt; 91 points&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, nilai rata-rataku adalah 85.5 (^_^). Alhamdulillah berhasil juga di tengah masa-masa berat ini. Aku jadi lega. Memang sih nilai rata-rataku turun dari semester 1 yang sebesar 92.25, tapi paling tidak masih di ambang batas minimum. Dan yang lebih penting lagi adalah, seluruh kewajiban kuliahku sebanyak 24 kredit telah selesai semester ini. Jadi aku bisa fokus ke tesis mulai semester depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total selama 6 bulan berat ini terhitung aku telah mengambil kuliah dengan total 12 sks dan rata-rata nilai 75.5, berkunjung ke 5 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flagship &lt;/span&gt;Taiwan mulai dari Pantai Kenting di liburan musim dingin awal Februari terus berturut-turut National Palace Museum, Taroko, dan 2 yang baru saja adalah Love River dan Alishan. Ditambah dengan Taipei 101 yang sudah aku kunjungi di semester 1, aku sudah mengungjungi total 6&lt;span style="font-style: italic;"&gt; flagship sites&lt;/span&gt; Taiwan. Wow, he....he...... Ditambah lagi aku jadi Ketua Panitia Lomba Kreativitas Anak Negeri (LKAN) FORMMIT Utaratu yang berlangsung satu setengah bulan kemarin serta menjadi duta Summer Camp NKUFST di Kaohsiung minggu lalu. Fiuh.... berat, melelahkan, tapi paling tidak berakhir dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah .... saatnya ke asal. Ke tugas utama. Back to lab. Lot of things to improve in my mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sudah punya perjalanan yang indah anak muda. Sekarang saatnya semangat dan lebih disiplin. Keep fighting !!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki (^_^) -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-1589800148920891319?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/1589800148920891319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=1589800148920891319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1589800148920891319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1589800148920891319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/07/alhamdulillah-berhasil.html' title='Alhamdulillah berhasil ................(^_^)'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2308887836069486867</id><published>2008-06-23T16:59:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T17:26:30.934-07:00</updated><title type='text'>News today ..........</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 24 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, kembali ke kehidupan normal setelah "kehancuran" Italia di Euro 2008. Well, mungkin sejujurnya memang Italia tidak berjodoh di piala Eropa. Dan puasa gelar 40 tahun yang diraih terakhir tahun 1968 harus dilanjutkan kembali. Tapi paling tidak ada pukulan untuk introspeksi menuju piala dunia Afrika Selatan 2010 nanti.  Sekarang jadi bingung. Sejujurnya aku pribadi lebih memilih Turki untuk juara berikutnya. Tapi istri dan adikku mendukung Jerman, jadi sepertinya aku memilih memundurkan diri (mungkin untuk selamanya) sebagai komentator piala Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi tanda Azzuri bisa bangkit meraih emas Olimpiade Cina 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway kembali ke lab, kondisi tidak cukup baik sih. Masih ada presentasi ujian computer simulation yang harus diselesaikan. Dan programku masih belum bisa dicompile. Bakal begadang malam ini sepertinya. Dan aku baru sadar kalau aku sedang mengidap Narcolepsy. Penyakit dimana sulit tidur di malam hari tetapi akan jatuh tidur pada waktu-waktu tertentu di siang hari. Mungkin ini akumulasi begadang yang tidak teratur. Ah...jadi menyesal juga begadang banyak kemarin apalagi akhirnya kalah juga. Keberentungan sepakbolaku saat ini yang paling sial sepertinya. UEFA Champions League 2008 Moscow &amp;amp; Euro 2008 Swiss - Austria benar-benar sial. Tidak seperti Piala Dunia Jerman 2006 dan UEFA Champions League Final 2007 Athens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, ambil baiknya...ambil baiknya....ambil baiknya. Kuliah dah selesai semua, dan masih ada waktu untuk mengejar tugas sekaligus melupakan hingar bingar lapangan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir aku akan ke Sun Moon Lake hari kamis ini. Lumayan untuk refreshing dan melupakan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;And may the earth tremble its centers&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;at the resounding roar of the cannon!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2308887836069486867?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2308887836069486867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2308887836069486867&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2308887836069486867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2308887836069486867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/news-today.html' title='News today ..........'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-3684318240283882800</id><published>2008-06-22T15:40:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T22:36:02.362-07:00</updated><title type='text'>Just keep smile</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SF7U_nzPasI/AAAAAAAAAOA/QnbwAq3N1qQ/s1600-h/Tes.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SF7U_nzPasI/AAAAAAAAAOA/QnbwAq3N1qQ/s320/Tes.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214839608022362818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudahlah .....&lt;br /&gt;Angkat kepalamu wahai prajurit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau kalah ....&lt;br /&gt;Namun masih membanggakan&lt;br /&gt;Malam ini memang tak pantas kau lolos&lt;br /&gt;Dan kita tak harus selalu berharap Dewi Fortuna seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah .....&lt;br /&gt;Tersenyumlah ....&lt;br /&gt;Ini memang pahit&lt;br /&gt;Tapi memang Eropa bukan,&lt;br /&gt;Dan tidak akan pernah menjadi tempatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dunialah tempatmu&lt;br /&gt;Lupakan benua biru&lt;br /&gt;Ke Afrika, arahkanlah pandanganmu&lt;br /&gt;Kau masih sang juara dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buktikanlah&lt;br /&gt;Sejarah sudah melawanmu&lt;br /&gt;Kalah dari Belanda untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir&lt;br /&gt;Kalah dari Spanyol untuk pertama kalinya dalam 88 tahun terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal bukti yang ditunggu&lt;br /&gt;Pada beban gelar juara dunia itu&lt;br /&gt;Sebelum lagu kemenangan kami kubur .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SF7WLOgIyjI/AAAAAAAAAOI/hSMkJr3czUk/s1600-h/Just+smile.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SF7WLOgIyjI/AAAAAAAAAOI/hSMkJr3czUk/s320/Just+smile.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214840906901408306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sad smile ......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-3684318240283882800?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/3684318240283882800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=3684318240283882800&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/3684318240283882800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/3684318240283882800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/just-keep-smile.html' title='Just keep smile'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SF7U_nzPasI/AAAAAAAAAOA/QnbwAq3N1qQ/s72-c/Tes.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-7499208067604456986</id><published>2008-06-20T15:59:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T16:08:26.926-07:00</updated><title type='text'>The Battle of Vienna</title><content type='html'>Taipei, 21 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari 3.5 abad berlalu, saat tentara Turki Utsmani menyerbu kota Vienna. Hari itu di tahun 1683, pasukan Kara Mustapha Pasha berhadapan dengan Holy League di gerbang masuk kota Vienna. Itulah sejarah Battle of Vienna yang terkenal. Pertempuran Vienna, lakon pertempuran hebat dalam sejarah Turki Utsmani.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mengatakan bahwa kekaisaran Turki Utsmani kalah pada hari itu. Walaupun menurut saya, tidak ada yang menang. Memang kota Vienna tidak jatuh ke tangan Turki dan tetap dipegang oleh Holy Roman Empire. Tapi sejak pertempuran itu berakhir, gerbang timur kota Vienna tidak pernah dibuka lagi. Karena tanah diluar gerbang itu sudah dikuasai oleh tentara Turki sampai jatuhnya dinasti Utsmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tadi malam, akhirnya para tentara Turki kembali. Mereka kembali ke kota yang 3.5 abad lalu gagal ditaklukkan oleh nenek moyang mereka. Malam ini mereka tunjukkan keberanian dan semangat pantang menyerah tentara Janissari yang terkenal itu. Tidak dalam pertempuran, tapi dalam pertandingan di lapangan hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kroasia tumbang, dan Vienna ditaklukkan oleh Turki. Euro 2008 memang belum selesai. Dan lawan yang sangat berat sudah menunggu di semifinal. Tetapi hari ini biarlah terkenang, sebagai hari saat tentara Turki menaklukkan kota yang dulu gagal ditaklukkan nenek moyang mereka. Inilah bukti keyakinan masih ada, saat seluruh suporter Turki berdoa di masjid raya Vienna saat sholat Jumat untuk kemenangan Turki sebelum pertandingan. Dan Eropa pastilah akan "was-was" dengan kekuatan baru sepakbola Turki (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar adanya. Dewi Fortuna adalah pelindung Italia. Tapi Allah-lah yang akan melindungi Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu penghormatan, kepada "The King of Comeback" di Euro 2008. Satu tempat di semifinal, memang pantas untuk Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw2qu9fRcI/AAAAAAAAANY/e5nTElW4G40/s1600-h/Allah+melindungi+Turki.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw2qu9fRcI/AAAAAAAAANY/e5nTElW4G40/s320/Allah+melindungi+Turki.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214102576376530370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sholat Jumat di Masjid Raya Vienna sebelum pertandingan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw213Y0euI/AAAAAAAAANg/pGgYapgRmUk/s1600-h/Turki.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw213Y0euI/AAAAAAAAANg/pGgYapgRmUk/s320/Turki.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214102767617211106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Suporter sekaligus akhwat (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw3sDNScFI/AAAAAAAAANw/i5qSXDRWWPU/s1600-h/t.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw3sDNScFI/AAAAAAAAANw/i5qSXDRWWPU/s320/t.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214103698503004242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ekspresi kemenangan Turki pasca adu penalti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw4IvSEMVI/AAAAAAAAAN4/X4_jDEysdUA/s1600-h/Tes.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw4IvSEMVI/AAAAAAAAAN4/X4_jDEysdUA/s320/Tes.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214104191370539346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan anak cucu para Sultan Turki Utsmani kembali untuk menguasai Vienna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-7499208067604456986?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/7499208067604456986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=7499208067604456986&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7499208067604456986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7499208067604456986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/battle-of-vienna.html' title='The Battle of Vienna'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFw2qu9fRcI/AAAAAAAAANY/e5nTElW4G40/s72-c/Allah+melindungi+Turki.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-4786069185394222817</id><published>2008-06-17T14:16:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T16:05:08.320-07:00</updated><title type='text'>The Joyful Zurich ............</title><content type='html'>Taipei, 18 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fiuh.......selamat. Pertempuran grup akhirnya selesai juga. Hasilnya (^_^) ....... AZZURI LOLOS !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, the joyful Zurich. Zurich berpesta......Saya pikir adil. Belanda main fair play dan memang lebih berkualitas, dan "Final Piala Dunia 2006" di Euro 2008 berakhir sama seperti piala dunia 2006 yang asli. Ayam jago Perancis disembelih oleh prajurit Romawi he...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali. Babak grup memang belum selesai. Masih ada satu tiket ke perempat final yang diperebutkan oleh Swedia dan Rusia besok. Tapi, pertandingan-pertandingan yang paling dramatis sudah berlalu. Jujur ada 3 tim yang aku paling salut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Turki. Gila.....tentara Turki Utsmani memang luar biasa. Babak belur di pertandingan pertama dari Portugal, mereka berbalik menang di dua pertandingan berikutnya. Dan mereka menang dengan tertinggal terlebih dahulu. Saat melawat Swiss, Murat Yakin sudah mencetak gol terlebih dahulu sebelum Turki membalikkan keadaan. Yang paling luar biasa mungkin saat melawan Republik Ceko dua hari yang lalu. Tidak ada yang pernah menduga, tertinggal 2 - 0, blunder Petr Cech mengawali kemenangan fantastis Turki di Geneva. Dan mereka akan menghadapi Kroasia di Vienna nanti. Sejarah....setelah 300 tahun, akhirnya para tentara Turki Utsmani kembali ke kota Vienna setelah kalah dalam Battle of Vienna di abad ke-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Jerman. Tim yang diragukan lolos setelah kalah dari Kroasia. Melawan Austria, pendukung Jerman pun masih ketar-ketir kalau timnya kalah. Tapi biar bagaimanapun, Deutschland ist Deutschland. Pantang menyerah, sampai menit terakhir. Michael Ballack sang kapten menjadi orang yang mengantarkan Jerman untuk baku bunuh dengan Portugal di Basel nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga dan terakhir.....siapa lagi kalau bukan Italia. Azzuri !!!!!! Luar biasa, semua sudah meragukan Italia bakal lolos saat mereka digebuk Belanda 3 - 0. Ditahan Rumania 1 - 1 dan harus menghadapi Perancis yang merupakan musuh besarnya, orang sudah siap-siap mengumandangkan lagu kematian untuk sang juara dunia. Bahkan saya sendiri sebagai salah satu pendukung Azzuri pun ragu. Sampai akhirnya pertandingan tadi berlangsung. Sejujurnya sih saya masih agak kesal karena Italia harus juga bergantung pada pertandingan Belanda - Rumania, yang untungnya dimenangi oleh Belanda 2 - 0. Tapi menyaksikan pertandingan Perancis - Italia sendiri sudah sangat luar biasa. Luar biasa. Azzuri bermain seperti halnya waktu mengalahkan Jerman 2 - 0 di Piala Dunia 2006. Tidak ada pemain yang pakai gaya malas-malasan, tidak ada peluang-peluang yang penuh keberuntungan. Yang ada serangan habis-habisan dan semangat yang luar biasa di stadion Letzigrund. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya Italia-lah tim yang menunjukkan diri sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the best&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; comeback&lt;/span&gt;. Kembali dengan luar biasa. Digebuk 3 - 0, kemudian masih harus merangkak setelah ditahan seri 1 - 1, tetapi kemudian berbalik dan bermain impresif di pertandingan terakhir. Puas !!!! Apapun hasil yang terjadi di pertandingan berikutnya, saya cukup puas melihat Italia hari ini. Lagian saya jadi yakin, sejarah 1968 bakal terulang he...he... (^_^) (^_^). Dan seluruh pembenci &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catenaccio&lt;/span&gt; bisa mengeluarkan sumpah serapahnya hari ini ha...ha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, berikutnya Spanyol yang menunggu dan Italia sudah tidak bisa membawa duet Milan-nya yakni Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso. Tapi sudahlah lupakan dulu pertandingan melawan matador. Kita nikmati Zurich yang indah hari ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFgwEFAyUyI/AAAAAAAAAM4/Z6US0_6Lwwk/s1600-h/Joyful+Zurich.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFgwEFAyUyI/AAAAAAAAAM4/Z6US0_6Lwwk/s320/Joyful+Zurich.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212969415304434466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joyful Zurich [&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFgwoEo2bpI/AAAAAAAAANA/9guX8zfTUsk/s1600-h/Joyful+Zurich+2.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFgwoEo2bpI/AAAAAAAAANA/9guX8zfTUsk/s320/Joyful+Zurich+2.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212970033679330962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joyful Zurich [2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFg5t6eYwdI/AAAAAAAAANI/WRAu-oUuTcA/s1600-h/1.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFg5t6eYwdI/AAAAAAAAANI/WRAu-oUuTcA/s320/1.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212980029634953682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joyful Zurich [3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFg6EpLDpnI/AAAAAAAAANQ/9d6RqO2Obsw/s1600-h/2.PNG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFg6EpLDpnI/AAAAAAAAANQ/9d6RqO2Obsw/s320/2.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212980420127467122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joyful Zurich [4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- SENATUS POPULUS QUE ITALIANUS, FOR SENATE AND THE ITALIAN PEOPLE -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- TIFOSI AZZURI, SAMPAI MATI -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-4786069185394222817?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/4786069185394222817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=4786069185394222817&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4786069185394222817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4786069185394222817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/joyful-zurich.html' title='The Joyful Zurich ............'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFgwEFAyUyI/AAAAAAAAAM4/Z6US0_6Lwwk/s72-c/Joyful+Zurich.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2975161248165815928</id><published>2008-06-13T14:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T16:03:27.860-07:00</updated><title type='text'>MAAF, BLOG INI DIBATALKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Dengan melihat kondisi terbaru di Zurich dan juga karena Azzuri baru saja menang 2 - 0 atas Perancis di pertandingan penetuan kualifikasi grup, maka dengan hormat dan dengan segala kerendahan hati, saya batalkan isi blog ini. He.....he.......(^_^) (^_^) (^_^) (^_^)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strike&gt;Taipei, 14 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strike&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strike&gt;Biasanya aku cuman menganggap sepakbola murni sebagai hiburan. Kalah menang, semuanya akan membuat perasaan hati yang berbeda. Tapi yang jelas itu segera sirna biasanya. Kembali biasa. Tapi tidak hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa aku sangat bete dan kesal menyaksikan pertandingan tadi. Boleh dibilang itulah pertandingan dimana akhirnya pemenang ditentukan oleh nasib. Italia, ball possession terbanyak, dan peluang yang puluhan kali mungkin, hanya menghasilkan satu gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka punya kiper hebat bernama Gianluigi Buffon, tapi juga punya bek dungu bernama Gianluca Zambrotta. Italia semestinya bisa menang tadi, melawan tim yang harusnya kalah kelas dari mereka. Tapi apa boleh buat. Hasilnya 1 - 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi aku pribadi, dan mungkin beberapa tifosi inilah hasil penyiksaan. Italia belum tentu lolos. Tapi belum tentu juga terlempar. Kalau ini sebuah kemenangan kenapa tidak dipastikan ? Dan jika ini sebuah kekalahan kenapa tidak dipastikan juga. Aku paling malas berharap pada kondisi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Italia sekarang akhirnya terjebak dengan masalah klasik. Tidak bisa menentukan nasibnya sendiri. Berbeda dengan Italia 1982. Mereka tahu mereka hancur-hancuran di babak awal. Maka mereka benar-benar bangkit untuk menggebuk Brazil dan Argentina kemudian. Benar-benar bangkit !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga yang terjadi di piala dunia 2006. Mereka tahu mereka harus mengalahkan Ceko jika ingin lolos ke babak berikutnya. Dan itulah yang terjadi. Mereka menentukan nasib mereka sendiri. Tidak berharap pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa aku memang benci jika harus menyaksikan Italia bergantung pada orang lain untuk lolos. Seperti halnya aku pun benci harus bergantung pada orang atau menyerahkan nasibku pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dengan kepastian lolosnya Belanda setelah menggebuk Perancis, maka Italia harus menang dari Perancis sembari berharap Rumania tidak menang melawan Belanda. Buruk sekali kondisinya saat harus menang dari musuh bebuyutan yang bukan tim kacangan sembari berharap tim lainnya tidak lolos. Tidak. Ini bukan Italia yang aku harapkan. Ini bukan tim dengan semangat juara dunia. ITALIA TIDAK PANTAS JADI JUARA EROPA !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih suka Rumania menang di partai terakhir lawan Belanda. Dan sepertinya memang itulah peluang terbesar. Daripada berharap pada sebuah kondisi yang terjepit, aku akan memilih tidur dan menutup lembaran Euro 2008 ini untuk Azzuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua media membangga-banggakan keberhasilan Buffon menahan penalti Adrian Mutu. Aku cuman bisa tersenyum lemah. Ini cuman permainan media untuk menutup peluang sebenarnya. Kemenangan Rumania cuma tertunda, dan peluang Italia sudah mati. Van Basten pasti tidak akan menurunkan tim terbaiknya nanti. Dan Rumania adalah tim yang mengalahkan Belanda di kualifikasi grup. Akan sangat tidak elok kiranya kalau mereka tidak lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apapun yang terjadi dalam duel Italia vs Perancis, kemungkinan besar Rumania-lah yang lolos menemani Belanda. Sudahlah........berhentilah berharap Tifosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang Azzuri tidak pernah berjodoh untuk piala Eropa. Hanya sekali juara dan itupun dibantu dengan undian koin di jalan menuju juara yang penuh untung-untungan. Jalan Italia memang jalan dunia, bukan jalan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya tetap Tifosi, walaupun maaf dengan segala hormat bagi saya peluang Azzuri sudah selesai. Tapi baiklah saya tampilkan di sini momen saat Buffon menyelamatkan penalti Mutu. Kebanggaan terakhir Azzuri di turnamen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa di Afrika Selatan, Azzuri. Disanalah sebenarnya kehormatanmu dipertaruhkan. Disanalah gelar juara dunia yang kau emban sekarang harus kau pertahankan habis-habisan. Sudahlah tinggalkan Swiss - Austria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pesan terakhir kepada Italia, pecat Roberto Donadoni !!! Sekali lagi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PECAT ROBERTO DONADONI&lt;/span&gt;. Dia tidak pantas berada di kursi pelatih. &lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFLxwMrN3XI/AAAAAAAAAMo/ScxMMGDEytg/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFLxwMrN3XI/AAAAAAAAAMo/ScxMMGDEytg/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211493529159589234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Penalti satu-satunya yang gagal sampai saat ini di Euro 2008 (^_^) (^_^)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;- Senatus Populus Que Italianus, For Senate and the Italian People -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;- Tifosi Azzuri, sampai mati -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2975161248165815928?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2975161248165815928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2975161248165815928&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2975161248165815928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2975161248165815928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/selamat-tinggal-italia-kau-takkan-jadi.html' title='MAAF, BLOG INI DIBATALKAN'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SFLxwMrN3XI/AAAAAAAAAMo/ScxMMGDEytg/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2518554939448679906</id><published>2008-06-11T18:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T18:11:01.767-07:00</updated><title type='text'>Pariwisata Indonesia yang masih memprihatinkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 11 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya dan kawan-kawan berkunjung ke Taroko National Park di Hualien, ada 2 kekaguman yang saya pendam. Pertama tentu saja adalah pemandangan alamnya yang luar biasa, karena Taroko adalah daerah perbukitan yang topografi bebatuannya tersusun oleh batu-batu marmer putih yang cukup indah. Beberapa ukiran batu marmer yang ada di Taiwan mengambil bahan bakunya dari Taroko. Dan Taroko mungkin adalah perbukitan marmer terbaik di Asia dan mungkin yang terbaik di dunia, setelah pulau Marmara di Turki dan bukit marmer Colorado di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekaguman kedua saya adalah tentang bagaimana pemerintah Taiwan mengatur dan mengelola obyek wisatanya dengan baik. Setelah saya pikir-pikir, sebenarnya yang dilihat di Taroko itu tidak lebih dari jurang dan bebatuan. Namun yang luar biasa adalah bagaimana pemerintah Taiwan mengelola tempat ini dengan baik sehingga menjadi salah satu obyek wisata unggulan Taiwan. Jalan-jalan di Taroko dibangun menembus sisi jurang dan perbukitan yang menambah kesan seru bagi para turis. Dan juga di sini ditambahkan beberapa obyek wisata dan fasilitas pendukung semisal hotel Grand Formosa Taroko atau kuil Buddha Ksitigarbha yang mebuat orang seolah-olah membayangkan sedang berada di perbukitan Cina kuno yang memiliki kuil Shaolin seperti halnya di film-film kungfu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Taroko pun "tidak lebih" dari jurang dan ngarai. Mungkin di Indonesia lebih banyak yang lebih bagus untuk obyek wisata sejenisnya semisal ngarai Sianok di Sumbar atau jurang-jurang pegunungan Cartenz di Papua. Jika di Taroko ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tunnel of Nine Turns&lt;/span&gt; (terowongan 9 belokan), Indonesia juga punya tempat sejenis yang lebih seru semisal jalan 40 kelok jika kita akan berkunjung ke danau Maninjau Sumbar. Tapi pengelolaan obyek wisata Indonesia yang semestinya jauh lebih banyak dan jauh lebih indah masih kalah dibanding Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang pariwisata memang jarang dijadikan fokus utama penghasil devisa, tetapi bidang pariwisata adalah bidang yang prestisius. Karena dalam sisi pariwisata termasuk juga sisi kebanggaan budaya yang menjadi ciri khas suatu negeri. Begitulah misalnya jika kita melihat bagaimana bangganya negara-negara Eropa dengan obyek wisata terkenalnya yang menjadi identitas negeri dan juga terkenal sampai ke dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pertanyaan saya yang mengemuka saat belakangan ini berseliweran email mengenai pemilihan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"New 7 Wonders of the Worlds"&lt;/span&gt; alias 7 keajaiban dunia baru. Membanggakan memang, tapi tampaknya pemerintah perlu belajar lebih banyak mengenai sistem pengelolaan wisata modern. Ini juga sebagai kritik terhadap program "Visit Indonesian Year 2008" yang dicanangkan oleh Menbudpar awal tahun lalu. Program Visit Indonesian Year tahun ini bagi saya jauh lebih buruk ketimbang Visit Indonesian Year 1995 di zaman Soeharto. Terlalu banyak yang tidak diperhatikan dalam pelaksanaan program ini sehingga kesannya hanya menggugurkan kewajiban dan target pemerintah di bidang pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat saja dari yang paling sederhana, yakni website ataupun informasi dunia maya mengenai obyek wisata di Indonesia. Dengan kecanggihan teknologi IT dewasa ini, dunia maya menjadi hal yang sangat krusial dalam mempromosikan obyek wisata. Lewat dunia mayalah para backpacker atau pencinta jalan-jalan saling bertukar informasi dan cerita mengenai petualangannya jalan-jalan ke berbagai belahan dunia. Apalagi dengan adanya program pencarian geografis online semisal googlemaps. Pemerintah Taiwan nampaknya sadar betul untuk hal ini. Coba saja kalau anda mau ke Taroko, buka situs www.taroko.gov.tw. Kalau ke Sun Moon Lake buka situs www.sunmoonlake.gov.tw. Atau kalau mau ke National Palace Museum buka saja www.npm.gov.tw. Disana informasi lengkap mengenai obyek wisata yang dimaksud, harga tiket, transportasi, dan informasi penting lainnya sudah termuat disitu. Para backpackers dan calon turis pun lebih nyaman untuk merencanakan kunjungan dan liburannya dengan bantuan media ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, hal yang sama tidak diperhatikan oleh Departemen Pariwisata Indonesia. Setelah saya coba cari, mungkin hanya Taman Nasional Komodo yang memiliki situs informasi yang bisa dibilang lumayan (www.komodonationalpark.org) . Selebihnya tragis. Coba misalnya lihat situs website Candi Borobudur di www.borobudurpark.org. Situs website obyek wisata kebanggaan Indonesia ini masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;under construction&lt;/span&gt; dan isi halamannya masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;default&lt;/span&gt;. Tragisnya justru di halaman depan yang masih acak-acakan itu terpampang logo Visit Indonesian Year 2008 !!! Memalukan sekali jika website untuk program wisata unggulan ini hanya sekedar logo tanpa informasi lain yang mendukung. Obyek wisata lainnya semisal Danau Toba, Taman Nasional Lorentz, Museum Sangiran, Prambanan, atau Ujung Kulon malah tidak ada situsnya sama sekali. Bagaimana kita bisa mengharap kunjungan wisatawan jika informasi yang disediakan sangatlah minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga nampaknya perlu mengubah stigma tentang obyek wisata dan cara pengelolaannya. Sebagai contoh adalah pengelolaan taman nasional. Jika di Taiwan (termasuk juga di Jepang dan Cina), taman nasional itu multi fungsi. Dia memang daerah konservasi untuk hewan dan tumbuhan yang dilindungi, tetapi di sisi lain pemerintah lokal pun mengelola space khusus taman nasional yang bisa dikunjungi dan dinikmati oleh umum. Begitulah misalnya jika kita berkunjung ke Taroko, Yushan di Nantou, atau Taman Nasional Shei-Pa di daerah Miaoli. Ada bagian yang dibuka untuk umum dan dilengkapi dengan fasilitas memadai, walaupun di sisi lain tetap ada daerah konservasi dimana pengunjung yang ingin memasukinya harus memiliki izin dan harus melalui pemeriksaan persyaratan yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda sekali dengan taman nasional di Indonesia. Karena kalau di Indonesia taman nasional itu kebanyakan adalah hutan. Benar-benar hutan. Lihat saja taman nasional Kerinci Seblat, Ujung Kulon, atau Meru Betiri. Benar-benar hutan. Akses transportasi sulit, fasilitas pendukung tidak memadai, dan lain-lain. Mungkin cuma mahasiswa pencinta alam yang terbiasa ikut survival yang tertarik untuk kesana, sementara untuk jalan-jalan santai keluarga ????? Sepertinya tidak ada yang mau mengambil resiko liburan santai ke taman nasional yang tidak memiliki fasilitas yang cukup dan mungkin kita malah menginap bareng Harimau, Badak, atau Kuda Nil &lt;img src="http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinyalah pihak Departemen Pariwisata bisa menyiapkan fasilitas dan informasi pendukung ini terlebih dahulu dengan baik sebelum mengkampanyekan gerakan wisata semisal Visit Indonesian Year 2008 ini. Lihat bagaimana pemerintah kota Taipei mengatur hal ini. Jika kita berada di stasiun MRT, kita bisa mengambil brosur-brosur yang menunjukkan peta serta akses transportasi di seantero kota, dan ditambah dengan informasi mengenai obyek-obyek wisata dan tempat jalan-jalan menarik di Taipei. Sekilas memang sederhana, tetapi inilah salah satu usaha "sederhana" kota Taipei untuk mempromosikan indahnya kota mereka dan juga mengajak orang-orang untuk berduyun-duyun mengunjunginya. Entah kapan pengelolaan obyek wisata kita bisa seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang urusan pariwisata sekilas "sederhana", "simpel", cuman berkutat di urusan jalan-jalan dan bagaimana agar bisa bikin acara jalan-jalan yang baik. Tapi ingat, orang paling sibuk pun butuh jalan-jalan, satu filosofi sederhana pariwisata, sehingga selalu ada potensi yang besar untuk bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula bagaimana Indonesia bisa dinilai sebagai bangsa yang maju, jika urusan  "jalan-jalan" di negeri kita saja masih diatur secara berantakan ?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;- Catatan lepas dari si tukang jalan-jalan -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;- http://rizkiramadhani.blogspot. com -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2518554939448679906?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2518554939448679906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2518554939448679906&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2518554939448679906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2518554939448679906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/pariwisata-indonesia-yang-masih.html' title='Pariwisata Indonesia yang masih memprihatinkan'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2660164423711564719</id><published>2008-06-09T14:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T14:11:43.516-07:00</updated><title type='text'>JUARA DUNIA MENYEDIHKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2b2ooQmjI/AAAAAAAAAMg/iWH3dFtNefk/s1600-h/Pathetic+5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2b2ooQmjI/AAAAAAAAAMg/iWH3dFtNefk/s320/Pathetic+5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209991706859051570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:78%;" &gt;Pathetic [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bxwA4WWI/AAAAAAAAAMY/ANqWLOjjXn8/s1600-h/Pathetic+4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bxwA4WWI/AAAAAAAAAMY/ANqWLOjjXn8/s320/Pathetic+4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209991622942021986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:78%;" &gt;Pathetic [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bt7pDaVI/AAAAAAAAAMQ/h_qevriZjJw/s1600-h/Pathetic+3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bt7pDaVI/AAAAAAAAAMQ/h_qevriZjJw/s320/Pathetic+3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209991557343832402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:78%;" &gt;Pathetic [3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bk9I9TgI/AAAAAAAAAMI/YakdFGfvuMw/s1600-h/Pathetic+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bk9I9TgI/AAAAAAAAAMI/YakdFGfvuMw/s320/Pathetic+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209991403127262722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:78%;" &gt;Pathetic [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bc1pSelI/AAAAAAAAAMA/SVwxIplWVEU/s1600-h/Pathetic+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2bc1pSelI/AAAAAAAAAMA/SVwxIplWVEU/s320/Pathetic+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209991263676430930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:78%;" &gt;Pathetic [5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln0"&gt;Barisan belakang.......berantakan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln1"&gt;Barisan tengah.........acak-acakan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln2"&gt;Penyerang..............manja-manjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln6"&gt;Inikah juara dunia ?????&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln7"&gt;Bullshit......menyedihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln9');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln10');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln11"&gt;Main tanpa improvisasi&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln11');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln12"&gt;Pertahanan tak bergigi lagi&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln12');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln13"&gt;Tapi barisan depan lebih mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln13');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln14');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln15');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln16');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln17"&gt;2 penyerang top scorer di liga Jerman dan liga Italia&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln17');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln18"&gt;4 bek alumnus piala dunia&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln18');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln19"&gt;3 pemain tengah dari klub terbaik Eropa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln19');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln20"&gt;Dijumlahkan menjadi..........&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln20');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln21"&gt;BADUT-BADUT EROPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln21');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln22');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln23');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln24');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln25');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln26"&gt;Saksikan tontonan menyedihkan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln26');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln27"&gt;Inilah film dengan judul&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln27');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln28');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln29');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln30');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div style="font-weight: bold;" id="ln31"&gt;&lt;br /&gt;"BAGAIMANA MENGHANCURKAN PERMAINAN INDAH MARCELLO LIPPI DALAM PERTANDINGAN PERTAMA PIALA EROPA"&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln31');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln32');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln33');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln34');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln35"&gt;&lt;br /&gt;Sutradaranya..................&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln35');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln36"&gt;Roberto Donadoni&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln36');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln37');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln38');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln39"&gt;Terima kasih&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln39');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln40"&gt;&lt;br /&gt;Semangat 2006 katamu ????&lt;br /&gt;Cuih.....ini lebih buruk&lt;br /&gt;Ketimbang waktu Italia kalah dari Korsel di 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini tidak ada juara dunia&lt;br /&gt;Hanya tim sekelas Andorra yang memalukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau buat pertandingan melawan Rumania dan Perancis jadi tambah sulit&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln40');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln41');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln42');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln43');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln44"&gt;Kau berjanji bawa Italia jadi juara Eropa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln44');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln45"&gt;Yang ada kau bawa Italia ke arah pintu keluar Piala Eropa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln45');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln46');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln47');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln48');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln49"&gt;&lt;br /&gt;Dari awal pilihanmu sudah salah besar&lt;br /&gt;Ada Inzaghi &amp;amp; Gilardino&lt;br /&gt;Yang kau bawa malah penyerang tidak berguna macam Cassano&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tahu ada Del Piero&lt;br /&gt;Malah Buffon yang kau tunjuk jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Il Capitano&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kenapa juga harus Gamberini yang menggantikan Cannavaro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Kau memang pemain terhebat di zamannya&lt;br /&gt;Tapi pelatih yang memalukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah ke tempat tidur&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln49');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln50"&gt;Bersiaplah untuk mengepak koper&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln50');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln51"&gt;Untuk pulang&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln51');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln52"&gt;Dan untuk mundur jadi pelatih Azzuri&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln52');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln53');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln54');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln55"&gt;&lt;br /&gt;Malam ini seluruh Tifosi malu melihat tim yang kami bela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- AZZURI (SEBENTAR LAGI) MATI -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln55');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln56');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln57');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2660164423711564719?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2660164423711564719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2660164423711564719&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2660164423711564719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2660164423711564719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/juara-dunia-menyedihkan.html' title='JUARA DUNIA MENYEDIHKAN'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SE2b2ooQmjI/AAAAAAAAAMg/iWH3dFtNefk/s72-c/Pathetic+5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-1852759571576717820</id><published>2008-06-03T10:45:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T10:55:46.369-07:00</updated><title type='text'>For Cannavaro</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SEWFg0KYaiI/AAAAAAAAAL4/X97-_2d9dsk/s1600-h/cannavaro2006feature.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SEWFg0KYaiI/AAAAAAAAAL4/X97-_2d9dsk/s320/cannavaro2006feature.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207715342928341538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:courier new;" &gt;Fabio Cannavaro from www.4thegame.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln0"&gt;Selamat tinggal&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Il Capitano&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln1"&gt;Selamat tinggal untuk tidak bertemu lagi&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln2"&gt;Usiamu sudah 34 tahun&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln3"&gt;Usia terakhir yang normal untuk bisa aktif di turnamen Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln5"&gt;Kau mungkin tidak akan ada di Afrika Selatan 2010 nanti&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln6"&gt;Dan di saat pertempuran Alpen akan dimulai&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln7"&gt;Kita mesti menerima, bahwa Tuhan jugalah yang punya kuasa&lt;br /&gt;Termasuk dalam olahraga&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln9"&gt;Dan cedera engkel mengakhiri semuanya&lt;br /&gt;Jadilah piala dunia 2006 jadi kebanggaan utama&lt;br /&gt;Yang pernah kau angkat untuk terakhir kalinya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln9');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln10');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln11"&gt;&lt;br /&gt;Maka cemaslah seluruh hati tifosi Italia&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln11');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln12"&gt;Siapa pemimpin karismatik di lapangan kini adanya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln12');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln13"&gt;Lippi pergi, kau juga tak ada lagi&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln13');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln14"&gt;Pergi juga Nesta, Totti, dan Inzaghi&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln14');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln15');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln16"&gt;Seluruh tim akan mencoba mengalahkan Italia&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln16');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln17"&gt;Dan sekarang Italia tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soul leader&lt;/span&gt;-nya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln17');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln18"&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin saja ini ujian untuk sukses nantinya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln18');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln19"&gt;Sekaligus sebagai tanda, bahwa regenerasi harus sudah dimulai&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln19');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln20"&gt;Lupakan masa lalu, buka mata untuk masa kini&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln20');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln21"&gt;Lupakan piala dunia, ini piala Eropa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln21');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln22"&gt;Dan bukankah piala Eropa adalah turnamen&lt;br /&gt;Dengan kejutan yang paling banyak di sepakbola ???&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln22');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln23"&gt;&lt;br /&gt;Apa salahnya berharap pada skuad muda...&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln23');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln24"&gt;Sambil berharap akan ada bibit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Il Capitano&lt;/span&gt; baru&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln24');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln25');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln26"&gt;Maka berpindahlah ban kapten ke lengan Gianluigi Buffon&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln26');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln27"&gt;Gianpiero Combi dan Dino Zoff&lt;br /&gt;Pernah sukses menjadi kiper yang juga kapten Italia saat juara piala dunia&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln27');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln28"&gt;Tapi belum pernah ada kiper yang menjadi kapten Italia saat menang piala Eropa&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln28');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln29"&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada waktu untuk yang pertama&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln29');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln30"&gt;Mungkin inilah saatnya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln30');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln31"&gt;Mengulang sejarah seperti halnya Lev Yashin di Euro '60&lt;br /&gt;Dan Peter Schmeichel di Euro '92&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln31');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln32');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln33"&gt;&lt;br /&gt;Berangkatlah kami semua ke Alpen&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln33');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln34"&gt;Tunjukkan semangat juara dunia&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln34');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln35"&gt;Not with you of course, but for you&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln35');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln36');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln37"&gt;&lt;br /&gt;Yes ...............&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln37');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln38');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln39"&gt;&lt;br /&gt;We will win the Euro, not with Cannavaro&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln39');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln40"&gt;but for Cannavaro&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln40');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln41');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln42"&gt;&lt;br /&gt;Wahai puncak Alpen, Swiss-Austria&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln42');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln43"&gt;Kami datang&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln43');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln44');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln45');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln46"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:trebuchet ms;" &gt;Buffon - Amelia - de Sanctis - Materazzi - Barzagli - Zambrotta - Grosso - Gamberini - Panucci - Chiellini - Gattuso - Pirlo - Ambrosini - Aquilani - Perrotta - de Rossi - Camoranesi - di Natale - Quagliarella - Boriello - Cassano - Del Piero - Toni - Donadoni&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ln49"&gt;&lt;br /&gt;- Akhirnya aku tahu, siapa pemain favoritku sepanjang massa -&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln46');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln47');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;  &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln48');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;div id="ln49"&gt;- TIFOSI AZZURI, SAMPAI MATI -&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-1852759571576717820?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/1852759571576717820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=1852759571576717820&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1852759571576717820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1852759571576717820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/06/for-cannavaro.html' title='For Cannavaro'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SEWFg0KYaiI/AAAAAAAAAL4/X97-_2d9dsk/s72-c/cannavaro2006feature.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2128822626066083794</id><published>2008-05-27T10:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T11:32:13.711-07:00</updated><title type='text'>Dari garis depan perlawanan</title><content type='html'>Taipei, 28 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku salah seorang yang menolak kenaikan BBM, serta menentang keras kebijakan tidak populis pasangan SBY-JK ini. Dan mungkin dalam hari-hari terakhir inilah, aku melihat kondisi yang tidak pernah kulihat semenjak 1998. Demo akbar dimana-mana. Walaupun aku sepakat sepenuhnya, kebijakan ini adalah kebijakan gagal dan SBY-JK telah meninggalkan rakyatnya menderita dan baku bunuh satu demi satu. Pemimpin yang tidak pantas dipilih kembali, maka aku persembahkan blog yang satu ini untuk kawan-kawan yang berjuang terus di Indonesia. Dari garis depan perlawanan. Salam dari dia yang sedang mencari dan menentukan jati diri di negeri seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DARI GARIS DEPAN PERLAWANAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa kabar sahabat ......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari jauh kukirimkan&lt;br /&gt;Sepucuk surat lusuh&lt;br /&gt;Dari tempat yang jauh&lt;br /&gt;Dari garis depan perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari-hari berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan desing dan deru&lt;br /&gt;Di jalan penuh debu&lt;br /&gt;Semua demi satu kata&lt;br /&gt;Idealisme.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Teman setia kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cibir, caci, cela, dan maki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagar hidup kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pentungan polisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa artinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika hidup tak ubahnya seperti mati&lt;br /&gt;Jika suara tercekat&lt;br /&gt;Pada leher yang tercekik pemimpin buta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suara kami sama&lt;br /&gt;Sewarna lantunan dari desa-desa berlampu lilin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dimana turun mengembang lantunan parau&lt;br /&gt;Suara ibu yang menidurkan si kecil&lt;br /&gt;Dengan perutnya yang kosong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ripis tinggal sepeser di selendang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nasi tinggal setalam&lt;br /&gt;Berganti aking sepiring&lt;br /&gt;Basi...berulat....kering&lt;br /&gt;Dari dapur-dapur yang tak lagi berjelaga&lt;br /&gt;Setetes minyak, seberarti kehidupan&lt;br /&gt;Setetes itu tak terbeli lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa yang harus dikata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hati-hati yang menjerit sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan terbentur tembok keangkuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus kami lakukan&lt;br /&gt;Saat kami dipandang dengan mata yang terkatup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Didengar dengan telinga yang tertutup&lt;br /&gt;Derita kami kering di jalan&lt;br /&gt;Dan sang raja tidur dengan nyenyak di istana pualamnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami hanya ingin kau tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perjuangan masih hidup&lt;br /&gt;Perlawanan masih ada&lt;br /&gt;Asa masih bergolak&lt;br /&gt;Dunia belum kiamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Napas masih tersisa satu-satu di undakan&lt;br /&gt;Dari yang tersisa itu&lt;br /&gt;Kami kumpulkan semangat&lt;br /&gt;Kami untai tekad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami tulis catatan ini&lt;br /&gt;Sebaagai satu bukti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlawanan masih ada......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Kepada pemimpin yang tidak mendengar, dari garis depan perlawanan -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxQisKXP1I/AAAAAAAAALo/jK_ZzyaIcfs/s1600-h/18.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxQisKXP1I/AAAAAAAAALo/jK_ZzyaIcfs/s320/18.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205123826233851730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxQU8KXP0I/AAAAAAAAALg/NB7Uns-2yWI/s1600-h/19.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxQU8KXP0I/AAAAAAAAALg/NB7Uns-2yWI/s320/19.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205123590010650434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxPtMKXPyI/AAAAAAAAALQ/RUAn_C48ecQ/s1600-h/11.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 265px; height: 320px;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxPtMKXPyI/AAAAAAAAALQ/RUAn_C48ecQ/s320/11.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205122907110850338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxP58KXPzI/AAAAAAAAALY/3qClTjoOwLo/s1600-h/10.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxP58KXPzI/AAAAAAAAALY/3qClTjoOwLo/s320/10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205123126154182450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2128822626066083794?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2128822626066083794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2128822626066083794&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2128822626066083794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2128822626066083794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/05/dari-garis-depan-perlawanan.html' title='Dari garis depan perlawanan'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDxQisKXP1I/AAAAAAAAALo/jK_ZzyaIcfs/s72-c/18.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-7682347008000330895</id><published>2008-05-25T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T12:21:02.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>Taroko National Park, wisata "jurang" yang indah</title><content type='html'>Taipei, 25 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah bisa jalan-jalan lagi kemarin bersama kawan-kawan (memangnya selama ini kurang jalan-jalan yah aku ???? (T_T) .....). Kita menuju ke salah satu obyek wisata terkenal dan sekaligus salah satu dari 8 flagship Taiwan dan juga obyek wisata impianku. Yup, kami menuju ke Taroko Gorge National Park atau dalam bahasa mandarin disebut 太魯閣國家公園.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini untuk ketiga kalinya aku taman nasional di Taiwan setelah sebelumnya menuju Kenting National Park dan Yang Ming Shan National Park. Dan pendapatku ???? Wow luar biasa. Taroko is really magnificent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmLN8KXPxI/AAAAAAAAALI/z0VtcMvHXH4/s1600-h/IMG_0003.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmLN8KXPxI/AAAAAAAAALI/z0VtcMvHXH4/s320/IMG_0003.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204343916007472914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di pintu masuk Taroko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Taroko adalah salah satu dari 7 taman nasional di Taiwan, salah satu dari 8 obyek wisata unggulan Taiwan, dan obyek wisata terbaik yang ada  di wilayah timur Taiwan. Taroko sebenarnya adalah jajaran pegunungan marmer yang terletak di wilayah Timur Taiwan, terbentang dari Hualian sampai ke perbatasan Nantou. Gunung-gunungnya cukup indah, dan tempat ini juga merupakan tempat tinggal beberapa suku asli aborigin Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas Taroko sendiri sekitar 902 km persegi dan secara internasional dikategorikan oleh IUCN (Internasional Union for the Conservation of Nature) sebagai taman nasional. Taroko sebenarnya menantang bagi para pendaki gunung untuk mendaki gunung-gunungnya yang terjal atau arus sungainya yang menantang sehingga bisa digunakan untuk arung jeram. Walaupun demikian tidak hanya itu yang ada di Taroko. Jalur wisata utama Taroko sendiri bisa dilalui oleh kendaraan umum. Kita akan diajak melewati terowongan-terowongan dan juga jalan-jalan tembus di bawah gunung yang cukup luar biasa. Di sepanjang jalur utama itu ada beberapa obyek wisata yang bisa kita lihat. Semisal Eternal Spring Shrine, sebuah kuil Konghucu kecil yang dibangun di pinggir jurang dekat dengan air terjun sehingga membuat kesan seolah-olah kita berada di pegunungan Cina zaman kuno yang begitu alami. Atau kita bisa berkunjung ke desa Buluowan yang merupakan desa aborigin kuno yang masih dihuni oleh orang aborigin asli Taiwan yang memamerkan hasil karya kerajinan tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIjsKXPtI/AAAAAAAAAKo/n62WVoKtrXo/s1600-h/Eternal+Golden+Spring.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIjsKXPtI/AAAAAAAAAKo/n62WVoKtrXo/s320/Eternal+Golden+Spring.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204340991134744274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di Eternal Spring Shrine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIA8KXPrI/AAAAAAAAAKY/dToU0ZMVEgs/s1600-h/DSCN2437.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIA8KXPrI/AAAAAAAAAKY/dToU0ZMVEgs/s320/DSCN2437.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204340394134290098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di Buluowan village&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmHz8KXPqI/AAAAAAAAAKQ/3CocufHStXM/s1600-h/DSCN2435.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmHz8KXPqI/AAAAAAAAAKQ/3CocufHStXM/s320/DSCN2435.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204340170795990690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersama orang Aborigin asli Taiwan yang sedang menenu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIR8KXPsI/AAAAAAAAAKg/P0AZXx1IUxc/s1600-h/DSCN2439.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIR8KXPsI/AAAAAAAAAKg/P0AZXx1IUxc/s320/DSCN2439.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204340686192066242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Indahnya Taroko di Buluowan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Kalau kawan-kawan pernah ke danau Maninjau di Sumatera Barat, mungkin tahu dengan jalan 40 kelok yang terkenal menuju ke tepi danau. Di Taroko juga terdapat sesuatu yang mirip. Namanya Tunnel of Nine Turns, terowongan sembilan belokan, yang mengacu kepada jumlah belokan yang ada di terowongan ini. Disinilah kita bisa melihat keindahan jurang dan ngarai yang ada di Taroko. Warna air yang biru dipadu jurang marmer yang putih keabu-abuan menambah indah tempat ini. Bagi saya pribadi, perjalanan ke Taroko adalah perjalanan terindah kedua setelah perjalanan ke Taman Nasional Kenting bulan Februari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu yang sebenarnya mengusik pikiran saya waktu memandang keindahan Taroko. Saya kagum tentang cara pemerintah Taiwan mengatur obyek wisatanya. Sebenarnya kalau dipikir-pikir yang kita lihat di Taroko hanyalah jurang dan gunung. Tetapi pemerintah Taiwan sangat bagus mengatur obyek wisata ini. Terowongan dan jalan raya dibangun menembus tepi gunung dan jurang sehingga wisatawan bisa melihat pegunungan ini dari sisi yang berbeda dan merasakan sensasi yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu di sekitar jalur utama ini ditambahkan juga beberapa obyek wisata dan fasilitas lainnya semisal kuil Buddha, hotel, tempat pembelian suvenir, dan juga tempat beristirahat dimana pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati keindahan alam sehingga menambah nyaman para pengunjung. Jalur wisata pun sudah dibuat dan diatur dengan baik sehingga mudah bagi para wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda jika kita bandingkan dengan di Indonesia. Saya mencoba membandingkan Taman Nasional Kenting dan Taman Nasional Taroko dengan Taman Nasional Bukit Barisan dan Taman Nasional Lorentz di Indonesia. Di Taiwan, Kenting pada dasarnya adalah obyek wisata pantai, dan Taroko adalah gunung dan jurang. Tetapi dengan membuat jalur akses yang mudah dan juga menambahkan beberapa fasilitas yang mendukung, Taman Nasional Kenting dan Taroko di Taiwan menjadi cukup menarik dan enak dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIxcKXPuI/AAAAAAAAAKw/82uvdPDGE0U/s1600-h/DSCN2454.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmIxcKXPuI/AAAAAAAAAKw/82uvdPDGE0U/s320/DSCN2454.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204341227357945570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di dekat kuil Hsiang-Te, Taroko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmJJMKXPwI/AAAAAAAAALA/hwFutpN4M6c/s1600-h/DSCN2536.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmJJMKXPwI/AAAAAAAAALA/hwFutpN4M6c/s320/DSCN2536.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204341635379838722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sungai di Taroko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmI98KXPvI/AAAAAAAAAK4/VifnYWHYqHo/s1600-h/DSCN2514.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmI98KXPvI/AAAAAAAAAK4/VifnYWHYqHo/s320/DSCN2514.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204341442106310386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tunnel of Nine Turns&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bandingkan dengan Bukit Barisan atau Lorentz. Keduanya juga taman nasional bahkan masuk warisan dunia (UNESCO World Heritage). Tapi taman nasional yang ada di Bukit Barisan dan Lorentz sepenuhnya adalah hutan sehingga tidak begitu terkenal dan juga jarang dikunjungi. Perlu ada usaha untuk mengatur taman nasional kita untuk lebih menarik lagi ke depan. Jangan sampai taman nasional yang ada hanya diartikan sebagai hutan yang lebat, liar dan penuh binatang buas sehingga menakutkan dalam benak orang. Karena sedapat mungkin obyek wisata yang ada termasuk taman nasional bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya termasuk untuk menarik wisatawan atau ilmuwan yang ingin meneliti khazanah keilmuan yang dikandung dalam taman nasional tersebut. Taiwan sudah menunjukkannya di Kenting dan Taroko. Semoga kita bisa mencontohnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-7682347008000330895?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/7682347008000330895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=7682347008000330895&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7682347008000330895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7682347008000330895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/05/taroko-national-park-wisata-jurang-yang.html' title='Taroko National Park, wisata &quot;jurang&quot; yang indah'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDmLN8KXPxI/AAAAAAAAALI/z0VtcMvHXH4/s72-c/IMG_0003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-3766683821114576497</id><published>2008-05-21T17:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T13:54:07.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Euro 2008'/><title type='text'>Selamat Datang Euro 2008 (Wilkommen Euro 2008)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDS7p-Tm9FI/AAAAAAAAAKI/OySvZtHhIIs/s1600-h/Euro+2008.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDS7p-Tm9FI/AAAAAAAAAKI/OySvZtHhIIs/s320/Euro+2008.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202989799294039122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;euro2008.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 22 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kompetisi di seluruh daratan Eropa baru saja berakhir hari ini, tapi bukan berarti akan sepi dari hingar bingar sepakbola. Justru kemeriahan sepakbola di benua biru baru akan dimulai. Ya, sambut Euro 2008 yang akan digelar di Swiss dan Austria. Masih 16 hari lagi sampai pertandingan pertama digelar pada tanggal 7 Juni nanti. Namun fokus sepakbola sekarang sudah terarah ke puncak pegunungan Alpen, tempat negeri Swiss dan Austria berada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"In the Hall of Mountain King", di balairung raja gunung. Lagu instrumen terkenal karya komponis Norwegia Edvard Grieg cocok sekali menggambarkan  panasnya perhelatan di Euro 2008 ini. Di Alpen, puncak pegunungan tertinggi di Eropa, siapakah yang akan menjadi "raja gunung" alias raja sepakbola Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi turnamen Euro adalah turnamen sepakbola paling seru yang pernah ada. Memang pamornya kalah dibanding piala dunia. Tapi sudahlah, lupakan sejenak piala dunia. Walaupun merupakan turnamen sepakbola terbesar di dunia, tapi piala dunia adalah turnamen "rasialis". Hanya 7 negara yang pernah menjadi juara piala dunia. Hanya Inggris yang bisa memberikan kejutan di piala dunia 1966 saat era Jules Rimet dan Prancis di tahun 1998 sebagai juara dunia baru. Selebihnya, piala dunia hanya berputar-putar di negara adidaya sepakbola semisal Brazil, Italia, Jerman, Argentina, dan Uruguay yang sudah lama tidak menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Euro, rezim ini tidak berlaku. Memang ada Jerman yang pernah juara 3 kali atau Prancis yang sudah 2 kali juara. Tapi di Euro tim-tim kecil pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan piala Eropa yang pertama justru direbut oleh Uni Sovyet, negara yang tidak begitu dianggap dalam percaturan sepakbola. Dan kejutan tidak hanya berhenti di situ saja. Di final tahun 1976, Cekoslowakia membungkam Jerman lewat adu penalti di Beograd - satu-satunya kekalahan Jerman di adu penalti dalam sejarah sepakbola. Tahun 1992 giliran dinamit Denmark bikin kejutan dengan menjadi juara di Swedia. Dan terakhir di tahun 2004, Yunani yang baru sekali lolos piala dunia malah bikin kejutan dengan jadi juara di Portugal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim-tim dengan pamor juara dunia jangan harap bisa merebut piala ini dengan mudah. Lihat Italia. Menjadi negara Eropa dengan 4 gelar juara dunia yang merupakan gelar terbanyak di antara negara-negara Eropa, Azzuri justru baru sekali jadi juara 40 tahun yang lalu. Atau Inggris, satu-satunya negara Eropa peraih piala dunia yang tidak pernah jadi juara Eropa. Tampil dengan menyombongkan gelar juara dunia 1966, Inggris tidak pernah menang Euro dan bahkan tidak lolos kualifikasi Euro 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, keunikan Euro dibanding piala dunia adalah pada tuan rumah penyelenggaranya. Di piala dunia, kecuali Brazil, semua negara yang memenangkan piala dunia pernah merebutnya saat menjadi tuan rumah. Di piala Eropa, ini tidak berlaku. Hanya Spanyol tahun 1964, Italia tahun 1968, dan Prancis tahun 1984 yang pernah juara di kandang. Selebihnya, menjadi tuan rumah Eropa berarti kemungkinan besar siap kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka turnamen piala Eropa ini akan terus mencipta sejarah sebagai turnamen yang paling seru. Bagi saya pribadi sih, jujur karena saya belum pernah melihat Italia menjadi juara Eropa secara langsung, makanya saya tertarik dengan turnamen yang satu ini. Piala dunia sudah tidak menarik lagi saat Italia mengangkat trofi juara di Olympiastadion, Berlin, tahun 2006 lalu (^_^). Semoga Azzuri bisa mengulang sejarah Jerman 1972 - 1974 dan Perancis 1998 - 2000. Manchester United baru saja jadi juara Eropa. Maka biarkan sejarah 1968 itu terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wilkommen Euro 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-3766683821114576497?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/3766683821114576497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=3766683821114576497&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/3766683821114576497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/3766683821114576497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/05/selamat-datang-euro-2008-wilkommen-euro.html' title='Selamat Datang Euro 2008 (Wilkommen Euro 2008)'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SDS7p-Tm9FI/AAAAAAAAAKI/OySvZtHhIIs/s72-c/Euro+2008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-4379614448938017667</id><published>2008-05-21T16:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T16:36:18.491-07:00</updated><title type='text'>Bangkit dari kubur</title><content type='html'>Anak muda&lt;br /&gt;Menyedihkannya dirimu&lt;br /&gt;Kau terbaring...............sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi selalu&lt;br /&gt;Selama waktu berlalu&lt;br /&gt;Dan kau sudah tak tahu bagaimana rasanya gembira kembali&lt;br /&gt;Hati sudah hancur berabad-abad yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dengar sayup-sayup sorak sorai itu&lt;br /&gt;Dengarkan, amati, pahami&lt;br /&gt;Itu musuh......................................&lt;br /&gt;Dan kau diam saja disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tangis yang tersisa dari hari-hari hening itu&lt;br /&gt;Tak ada kejayaan&lt;br /&gt;Hilang......................&lt;br /&gt;Inikah akhirnya anak muda&lt;br /&gt;Inikah akhir segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuih......&lt;br /&gt;Muak.....&lt;br /&gt;Semilir sengsara bertiup di sela batu-batu nisan tua&lt;br /&gt;Rangkaian kalung-kalung emas itu pudar sudah warnanya&lt;br /&gt;Kau tak berharga&lt;br /&gt;Kau tak ada guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencacimu&lt;br /&gt;Aku memakimu&lt;br /&gt;Ya, kau nista&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana dirimu&lt;br /&gt;Buka matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian sudah pergi&lt;br /&gt;Meninggalkan kosong sunyi di sini&lt;br /&gt;Hanya puing-puing tersisa&lt;br /&gt;Di istana tempat para raja pernah bertahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk inikah kau pergi&lt;br /&gt;Demi mimpi yang tak akan pernah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah....&lt;br /&gt;Sadarlah...&lt;br /&gt;Kembalikan harga diri yang ternoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kau bisa, ya kau bisa&lt;br /&gt;Kau satu-satunya yang pernah membungkam seisi dunia&lt;br /&gt;Merobek senyum sinis dari bibir-bibir dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan setapak kerikil itu masih ada&lt;br /&gt;Menuju kesana&lt;br /&gt;Ke tempat dimana sebuah jazirah menunggu pelindungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedih dan derita yang mengisi bumi&lt;br /&gt;Maka ini saatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basta...........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyikan kembali lagu itu&lt;br /&gt;Satu suara parau yang pernah menggetarkan benua&lt;br /&gt;Engkaulah orang itu anak muda&lt;br /&gt;Waktu-waktu telah berlalu saat kau tertidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya&lt;br /&gt;Bangun dari tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BANGKIT DARI KUBUR&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-4379614448938017667?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/4379614448938017667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=4379614448938017667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4379614448938017667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4379614448938017667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/05/bangkit-dari-kubur.html' title='Bangkit dari kubur'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-7089036937279967710</id><published>2008-04-24T06:51:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T05:54:22.019-07:00</updated><title type='text'>Tentang Demoratic Pacific Union (DPU)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 24 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin memberikan informasi tentang salah satu organisasi internasional yang ada di Taiwan (Republic of China), yaitu Democratic Pacific Union (DPU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBCUPqDpZ0I/AAAAAAAAAIw/qdTNAHKCX2U/s1600-h/DPU.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBCUPqDpZ0I/AAAAAAAAAIw/qdTNAHKCX2U/s320/DPU.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192813367066715970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Logo Democratic Pacific Union (DPU)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Democratic Pacific Union (DPU) ini adalah sebuah organisasi non-pemerintah (Non-governmental organization) yang bergerak untuk menggalang demokrasi, perdamian, dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik. DPU awalnya dibentuk pertama kali pada tanggal 14 Agustus 2005 di Taiwan dan sekarang beranggotakan 28 negara-negara demokrasi di kawasan Asia Pasifik yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dari kawasan Asia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Taiwan (Republic of China)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Korea Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Republik Federasi Rusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- India&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Thailand&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Filipina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Timor Leste&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dari kawasan Amerika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Kanada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Meksiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Guatemala&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;- Honduras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Nicaragua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Panama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- El Salvador&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Costa Rica&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Republic Dominika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Peru&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;- Paraguay&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Chili&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Kolombia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Ekuador&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dari kawasan Pasifik Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Kepulauan Marshall&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Palau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Kiribati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Tuvalu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;- Selandia Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Kepuluauan Solomon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Australia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;- Nauru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sesuai dengan dasar pendiriannya, DPU bertujuan untuk menjadi salah satu organisasi yang selalu mengkampanyekan demokrasi, perlindungan HAM, penegakan hukum, menjaga perdamaian antar negara-negara anggotanya, sekaligus juga memacu kerjasama di bidang industri, perdagangan, dan maritim di antara para anggotanya. Saat ini pimpinan dari Democratic Pacific Union dijabat oleh H. E. Lu Hsiu-lien yang juga merupakan wakil presiden Taiwan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu banyak agenda yang dilakukan oleh DPU dalam bidang sosial dan politik terlepas dari usianya yang tergolong masih muda. Selain membuat beberapa asosiasi perdagangan, pendidikan, dan asosiasi kongres se-Asia Pasifik, DPU juga turut aktif mengkampanyekan perdamaian di negara-negara Asia Pasifik yang dilanda konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPU sebagai contoh saat ini merupakan inisator dari gerakan perdamaian untuk Myanmar yang masih dilanda konflik internal. DPU juga turut ambil bagian dalam pengawasan pemilihan umum pada beberapa negara yang menjadi anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu hal yang menarik dari DPU adalah kegiatannya bagi para pemuda dan mahasiswa. Sebagai lembaga yang mengkampanyekan demokrasi dan perdamaian, DPU telah banyak mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan para pemuda dan mahasiswa tidak hanya dari Taiwan, tetapi juga dari berbagai negara lainnya. Misalnya saja Asian Democracy Workshop, kegiatan workshop demokrasi yang diikuti oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan berbagai negara yang ada di Taiwan. Kebetulan saya sudah 2 kali mengikuti kegiatan ini yang cukup menyenangkan karena di sinilah kesempatan saya melatih bahasa Mandarin saya sekaligus berkenalan dengan banyak teman dari berbagai negara lain terutama di Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBDi-qDpZ1I/AAAAAAAAAI4/2UwPVZEvElc/s1600-h/DSCN1907.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBDi-qDpZ1I/AAAAAAAAAI4/2UwPVZEvElc/s320/DSCN1907.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192899936427534162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Di Asian Democracy Workshop 2008 Taichung,&lt;br /&gt;menerima sertifikat dari penanggung Asian Democracy Workshop Mr. Lin Ki-Tsen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Satu hal yang menarik lagi adalah DPU merupakan salah satu institusi pemberi beasiswa bagi mahasiswa internasional di Taiwan, selain Departemen Pendidikan Taiwan (Ministry of Education, Republic of China). Jadi buat kalian-kalian yang mau melanjutkan pendidikan di Taiwan, jangan lupa untuk mengakses website DPU di &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;http://www.dpu.org.tw&lt;/span&gt;. Beasiswa DPU biasanya diberikan tiap tahun dengan deadline di bulan Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa dari DPU biasanya sih terbatas hanya untuk bidang ilmu Teknik, Bisnis &amp;amp; Manajemen, serta Sastra &amp;amp; Budaya Cina. Jadi tidak untuk mereka yang ingin mengambil bidang ilmu yang lain di Taiwan. Cuman beasiswanya lumayan besar, terjamin, dan juga umumnya sudah dipiliah sehingga kampus yang dituju adalah kampus terbaik dan kuliah yang diajarkan menggunakan bahasa Inggris. Jadi tidak ada salahnya sebagai salah satu alternatif tujuan beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, semoga informasi tentang DPU ini berguna dan juga semoga tujuan cita-cita perdamaian dan kemakmuran di Asia Pasifik bisa tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-7089036937279967710?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/7089036937279967710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=7089036937279967710&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7089036937279967710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7089036937279967710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/04/tentang-demoratic-pacific-union-dpu.html' title='Tentang Demoratic Pacific Union (DPU)'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBCUPqDpZ0I/AAAAAAAAAIw/qdTNAHKCX2U/s72-c/DPU.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-6976486090933068087</id><published>2008-04-18T19:16:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T02:03:03.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>Melongok ke National Palace Museum, Taipei</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAlWqb3pSWI/AAAAAAAAAIY/TvYW5m9SQMI/s1600-h/DSCN1875.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAlWqb3pSWI/AAAAAAAAAIY/TvYW5m9SQMI/s320/DSCN1875.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190775332556851554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;" &gt;In front of National Palace Museum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Taipei, 19 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang berpikir bahwa perjalanan ke museum adalah perjalanan yang membosankan dan kurang bisa dinikmati dengan baik. Namun jika kawan-kawan sedang berada di Taipei dan ingin mengunjungi tempat yang cukup menarik untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refres&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hing&lt;/span&gt; sekaligus menambah pengetahuan mengenai khazanah budaya Cina dan dunia, maka berkunjung ke National Palace Museum tidak ada salahnya. Kebetulan sekali saya memilik waktu kosong minggu kemarin jadi saya sempatkan untuk berkunjung di sela-sela kesibukan kuliah yang cukup padat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya mengetahui tentang National Palace Museum secara kebetulan. Pada sebuah acara mahasiswa Internasional di Taipei, seorang kawan dari Malaysia mengatakan kepada saya bahwa seperti halnya RRC, Taiwan juga memiliki "Istana Terlarang", tempat di Beijing yang terkenal dengan koleksi barang-barang antik Cina kunonya. Dari situ saya mengetahui bahwa "Istana Terlarang" di Taiwan yang dimaksud adalah National Palace Museum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National Palace Musem (NPM) adalah museum nasional Taiwan yang terbesar dan juga terlengkap di seluruh Taiwan, mungkin juga di dunia, dari sisi koleksi kebudayaan Cina. Sejarah NPM sendiri sudah cukup tua, setua sejarah pemerintahan Cina di Taiwan dan setua sejarah konflik antara kaum Nasionalis Cina di Taiwan dan komunis di Cina daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPM awalnya berdiri pada tahun 1925 dan berlokasi di  Istana terlarang Peking, Cina daratan. Inilah mengapa kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Palace&lt;/span&gt; (istana) dipakai sebagai nama tempat ini. Saat itu Cina daratan masih dikuasai oleh kaum nasionalis yang berkuasa sejak berakhirnya kekuasaan dinasti Qing di awal abad 20. Saat pecah perang Cina-Jepang kedua tahun 1931, koleksi benda-benda antik tersebut dipindahkan ke Nanking untuk mencegah kemungkinan perampasan dari tentara Jepang. Pasca berakhirnya kekuasaan Jepang di Cina pasca perang dunia kedua, timbul konflik baru di Cina dalam bentuk perang sipil antara kaum nasionalis pimpinan Chiang Kai-Shek melawan kaum komunis pimpinan Mao Zedong tahun 1945-1949.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perang sipil Cina akan berakhir, Chiang Kai-Shek yang sudah menyadari bahwa dia akan kalah memerintahkan pasukannya untuk memindahkan koleksi benda-benda antik ini ke Taiwan. Sesampainya di Taiwan, barang-barang dari istana terlarang ini tidak diletakkan di satu tempat, melainkan disimpan di beberapa tempat penyimpanan yang tersebar di seluruh Taiwan, terutama di Taoyuan dan di distrik Wufeng, Taichung.  Barulah di tahun 1965, seluruh koleksi benda-benda antik tersebut dikumpulkan menjadi satu di lokasi NPM sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPM sendiri beralamat di 221 Chih-san Road Section 2 distrik Shilin, yang merupakan salah satu distrik yang cukup ramai di Taipei.  Tidak begitu jauh dan dapat dijangkau dari pusat kota. Kita cukup menggunakan angkutan MRT dari stasiun pusat Taipei kemudian turun di stasiun Jiantan. Dari Jiantan, kita melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis no.30 atau bis no.304 yang pemberhentian terakhirnya adalah di NPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditata dalam bentuk arsitektur istana Cina kuno yang unik, dengan dinding berwarna kuning keemasan yang menambah indah bentuknya, kompleks NPM terdiri dari 3 bangunan utama. Bangunan terbesarnya adalah Exhibition Hall I yang terdiri dari 4 lantai dan menyimpan koleksi-koleksi benda bersejarah ini sekaligus Warung Teh San-Hsi Tang sebagai tempat berisitirahat para pengunjung yang ingin menikmati secangkir teh hangat di tengah nuansa eksotik tempat ini. 2 bangunan lainnya adalah Exhibition Hall II yang merupakan perpustakaan dan satu kantor administrasi. Ada dua buah taman di dekat NPM yakni taman Chih-San dan Chih-Te yang juga bisa menjadi alternatif tempat beristirahat bagi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk, kita cukup membayar sebesar 160 dolar NT (setara Rp 46.000) untuk mengunjungi seluruh bagian. Jika kita datang dalam satu rombongan, maka harga yang dibayar cukup 120 NT dolar per orang. Bagi mahasiswa jauh lebih murah lagi karena karcis mahasiswa berharga 80 NT dolar, setengah dari harga karcis perorangan asalkan bisa menunjukkan kartu mahasiswa yang valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang eksibisi NPM sendiri terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama berisikan koleksi arca-arca keagamaan, semisal patung Budha dalam berbagai bentuk ataupun patung keagamaan Buddha dan Hindu lainnya. Ada juga koleksi buku-buku Cina kuno yang masih memuat aksara-aksara Cina klasik yang sangat rumit, dan juga catatan-catatan pengadilan atau catatan pemerintahan kekaisaran kuno. Bagi yang menggemari misteri, lantai 1 juga memiliki bagian khusus mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Curio Box&lt;/span&gt;, jenis kotak kayu kuno dirancang sedemikian rupa sehingga bisa memuat banyak benda didalam satu kotak yang berukuran kecil. Beberapa curio box juga ada yang memuat kantong-kantong rahasia ataupun kombinasi kunci yang rumit untuk bisa membukanya. Hal yang menunjukkan teknologi yang sudah cukup maju dalam bidang seni dan artistik Cina pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik ke lantai 2, kita bisa menyaksikan koleksi kaligrafi, lukisan-lukisan Cina kuno yang sudah sangat tua, serta koleksi guci dan ukiran-ukiran batu giok. Beberapa lukisan dan guci yang ada disini ada yang sudah berumur ratusan tahun atau bahkan satu milenia, dan berasal dari dinasti-dinasti awal kekaisaran Cina. Semisal lukisan awal musim semi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Early Spring) &lt;/span&gt;karya Kuo Hsi yang bertarikh tahun 960 Masehi atau patung-patung tanah liat dari zaman Dinasti Tang dari tahun 690 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai 3 sebagai tempat eksibisi yang terakhir memuat barang-barang dari zaman perunggu san juga benda-benda perpaduan antara budaya Cina dan budaya lainnya. Lonceng-lonceng atau panci-panci perunggu yang umumnya dipakai dalam upacara keagamaan semisal upacara keagamaan Konghucu ada disini. Begitu juga guci-guci yang dengan motif lukisan-lukisan Eropa atau ukiran-ukiran khas Arab, India, dan Tibet yang menunjukkan perpaduan budaya Cina dengan budaya-budaya lainnya yang ada di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 3 ini juga terdapat ruang eksibisi khusus yang memuat koleksi non-Cina. Disini terutama memuat benda-benda antik dari kerajaan Mughal India dan juga dari kerajaan Turki Ottoman. Dua Kerajaan Islam kuno ini cukup mempengaruhi budaya Cina, khususnya seni ukir dan artistik terutama karena banyak batu-batu giok yang dipakai untuk benda-benda budaya di Cina dahulu diimpor dari dua tempat ini. Terutama dari Konstantinople, kota Istanbul saat ini. Dari sinilah perpaduan budaya Cina dengan budaya Barat, dan terutama budaya Islam dimulai. Kita juga bisa melihat disini beberapa barang-barang yang dula pernah menjadi bingkisan dari raja Mughal kepada kaisar Cina semisal piring-piring dan gelas giok yang diukir dalam motif Mughal yang kental dengan nuansa Arab dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat eksibisi unggulan dari seluruh tempat eksibisi di NPM juga ada di lantai 3 ini, tepatnya di koleksi batu berharga (Dazzling Gems Collection) dari zaman dinasti Qing. Ada sekitar 9 - 10 batu-batu berharga yang telah diukir sedemikian rupa sehingga cukup indah. Dulunya benda-benda yang berada di Dazzling Gems Collection ini berada di Istana Terlarang di Beijing, namun sekarang dipindahkan ke NPM dan menjadi benda-benda antik unggulan NPM sekaligus menjadi lambang dari NPM. Beberapa dari koleksi batu berharga ini adalah ukiran gunung yang dibuat dari Field Yellow. Field Yellow sendiri adalah sejenis batu berharga dari kuarsa yang berwarna kuning keemasan. Kata para pengukir-pengukir Cina kuno dahulu, seperti dikutip di ruangan ini, sebongkah Field Yellow sama berharganya seperti sebongkah emas. Ada juga kalung-kalung mutiara yang dipakai sebagai perhiasan kaisar, ukiran kristal, cermin dari batu giok hitam, atau Meat-Shaped stone, sejenis batu berharga yang telah diukir sehingga menyerupai sebuah potongan daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berharga dari semuanya, dan juga salah satu benda favorit saya di tempat ini, adalah kol giok (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jade Cabbage&lt;/span&gt;). Kol giok adalah benda paling berharga di museum ini dan bisa dikatakan sebagai lambang tidak resmi dari NPM seperti halnya lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci di museum Louvre, Perancis. Kol giok berasal dari zaman dinasti Qing bertarikh tahun 1644 Masehi. Dia adalah sebuah ukiran batu giok yang di diukir sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah bunga sayur kol. Jenis batu giok yang dipakai untuk membuat kol giok ini sangat jarang ditemukan, warnanya benar-benar tepat dan alami. Hijau tua sewarna daun kol diatas dan putih kehijauan di bawahnya. Dalam ukiran kol giok ini juga ada ukiran 2 ekor belalang yang menjadi lambang dari kesehatan dan keturanan yang banyak. Kol giok sudah lama menjadi perhiasan kebanggan para raja yang menjadi penguasa Istana terlarang. Pantas saja jika kemudian ini menjadi salah satu kebanggaan di NPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAl4773pSXI/AAAAAAAAAIg/nbU_8pEq_Gs/s1600-h/Jade+Cabbage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAl4773pSXI/AAAAAAAAAIg/nbU_8pEq_Gs/s320/Jade+Cabbage.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190813016599906674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jade Cabbage (dari http://en.wikipedia.org)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum keunggulan National Palace Museum adalah penataan lokasi museum yang rapih terletak pada koleksi benda-benda Cina kunonya yang cukup lengkap dan juga jumlah total koleksinya yang banyak. Ada sekitar 650.000 koleksi benda-benda antik di tempat ini. Semuanya diatur dan ditata dengan rapih sesuai dengan tempat dan jenisnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPM juga mengkombinasikan museum dengan tempat-tempat bersantai semacam kedai teh, taman, toko souvenir, perpustakaan, ataupun restoran yang akhirnya menjadikan NPM sebagai kompleks museum modern yang indah. Masuk ke NPM, tidak ada lagi kesan ataupun bayangan museum yang suram, gelap, dan kaku karena hanya terdiri dari benda-benda kuno saja. Para pengunjung dimanja dengan kemudahan dan juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang bisa digunakan dengan mudah. Bahkan sebuah klinik pun ada di NPM untuk langkah pencegahan kalau-kalau terdapat pengunjung museum yang terkena gangguan kesehatan saat mengunjungi NPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memamerkan koleksi benda-bendanya, NPM juga memadukan teknologi audio visual sehingga pengunjung bisa lebih menikmati dan mengetahui latar belakang dari tiap-tiap benda pusaka yang ada. Sebagai contoh di bagian benda-benda perunggu Cina kuno, ada juga pertunjukan audio visual tentang bagaimana para pandai besi dan pengrajin perunggu Cina kuno mengolah logam ini menjadi lonceng atau benda perunggu lainnya yang tidak hanya berguna, tapi juga penuh cita rasa seni dan mampu bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan teknologi audio visual juga bisa dilihat di lantai 1, tepatnya di bagian lukisan "Along the river in Qingming Festival". Lukisan ini menunjukkan keramaian kota Kaifeng, ibukota kekaisaran Cina di zaman dinasti Song, pada hari bersih-bersih kuburan yang lebih terkenal sebagai Qingming Day di Cina dan Taiwan dan juga merupakan hari libur nasional. Lukisan Qingming Festival di NPM ini sebenarnya lukisan reproduksi. Yang asli masih tersimpan di Istana Terlarang, Beijing. Namun disini, pengelola museum menambahkan film interaktif dimana pengunjung bisa merasakan bagaimana rasanya berada di tempat tersebut dahulu. Cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAl9Sr3pSYI/AAAAAAAAAIo/bUFYzXzQUrU/s1600-h/Qingming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAl9Sr3pSYI/AAAAAAAAAIo/bUFYzXzQUrU/s320/Qingming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190817805488441730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Along the River in Qingming Festival", by Zheng Zheduan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(dari http://en.wikipedia.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Mungkin satu-satunya kelemahan dari NPM adalah tidak diperbolehkannya pengunjung untuk mengambil gambar dari koleksi-koleksi yang ada. Pihak NPM cukup tegas dalam hal ini terutama untuk mencegah rusaknya barang-barang koleksi oleh blitz kamera dan juga untuk mencegah reproduksi gambar-gambar maupun benda-benda koleksi di NPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang ada yang berminat untuk berkunjung ke NPM, saya sarankan untuk menyiapkan waktu sehari penuh jika ingin kesana. Total saya menghabiskan waktu dari pukul 10.30 pagi sampai pukul 16.00 sore hari untuk bisa menjelajah seluruh bagian NPM. Lumayan melelahkan. Untungnya NPM sendiri buka setiap hari dalam setahun dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Khusus di hari Sabtu, NPM memperpanjang waktu untuk berkunjung sampai pukul 8.30 malam. Jadi banyak pilihan waktu untuk berkunjung kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkunjung ke NPM niscaya akan membuat kunjungan ke museum terasa menyenangkan untuk sekedar berwisata atau untuk menambah pengetahuan. Jika sedang berada di Taipei, maka tidak ada salahnya berkunjung ke NPM ini. Semoga museum-museum di Indonesia pun bisa mencontoh NPM dalam pengelolaan museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;NB : Foto-foto dari beberapa koleksi National Palace Museum bisa dilihat di alamat&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; http://www.npm.gov.tw/en/collection/selections_01.htm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-6976486090933068087?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/6976486090933068087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=6976486090933068087&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/6976486090933068087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/6976486090933068087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/04/melongok-ke-national-palace-museum.html' title='Melongok ke National Palace Museum, Taipei'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SAlWqb3pSWI/AAAAAAAAAIY/TvYW5m9SQMI/s72-c/DSCN1875.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-5274114973282372863</id><published>2008-04-13T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:33:29.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik yang tidak akan pernah mati'/><title type='text'>Satu lagi keunikan Pilkada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya selalu tersenyum setiap kali mengetahui hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) khususnya Pilkada tingkat propinsi. Apalagi membaca berita baru-baru ini mengenai pilkada Jawa barat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; Akhirnya, ya akhirnya. &lt;span lang="SV"&gt;Setelah "kalah" dari ujung barat &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_0"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; sampai ujung timur &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_1"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; dalam berbagai pertarungan Pilkada, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_2"&gt;Partai Keadilan Sejahtera&lt;/span&gt; (PKS) akhirnya mempunyai calon yang menang di level provinsi. Maklum kekalahan selalu mendera partai ini sejak pertama kali kadernya Irwan Prayitno kalah di pilgub Sumatera Barat, dan terakhir adalah kekalahan di "kandang" PKS sendiri saat Adang Daradjatun dikeroyok bung kumis Fauzi Bowo di ibukota &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_3"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;. Belum termasuk kalahnya pasangan Azwar Abubakar-Nasir Jamil di NAD, atau kalahnya pasangan Dzulkieflimansyah- Marissa Haque di Banten. Kader PKS mungkin bisa bernapas lega akan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Namun bagi saya pribadi ini bukanlah sebuah kejutan. Pilkada di Indonesia memang unik. Dan setiap pilkada yang ada punya keunikan masing - masing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Secara umum di pemilu 2004, partai Golkar adalah pemenang mutlak pemilu legislatif dengan menguasai sekitar 27 propinsi yang ada di Indonesia. Hanya 6 propinsi yang tidak dikuasai oleh Golkar. Bangka Belitung, Jawa Tengah, DI &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_4"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_5"&gt;Bali&lt;/span&gt; dipegang oleh PDIP. Sementara Jawa Timur dikuasai PKB, sedangkan ibukota DKI Jakarta jatuh ke tangan PKS. Namun korelasi legislatif ini sedikit sekali berkaitan dengan hasil di pilkada selama ini. Tidak pernah bisa berbanding lurus dengan kantong massa partai. Inilah momen dimana begitu banyak karakteristik politik yang unik timbul serta kejutan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Kita lihat satu persatu. Suara partai yang kecil di legislatif, belum tentu menjadi jaminan mereka jadi pesakitan di pilkada. Pilkada Sumatera Barat contohnya. Didukung oleh PDIP yang jadi "pesakitan" Sumatera Barat, Gamawan Fauzi justru tampil sebagai pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;PDIP seakan masih belum berhenti mencuri sensasi. Kembali PDIP memenangkan pilkada Irjabar saat Abraham Oktovianus Atururi tampil sebagai juara di salah satu propinsi termuda ini. Partai kedua terbesar di Indonesia yang suaranya turun drastis ini malah memberi hantam terbesar kepada Golkar di pilkada. Dua hantaman terbesar buat Golkar, selain Jawa Barat tentunya, adalah kemenangan pasangan PDIP Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang di Sulawesi Selatan yang sudah turun temurun adalah benteng terbesar Golkar di Indonesia timur. Banyak yang menganggap kejutan besar saat pasangan PDIP ini menang di Sulawesi Selatan, kampung halaman Jusuf Kalla yang merupakan wapres RI sekaligus ketua umum Gokar. Ditambah lagi kekalahan Golkar di Jawa Barat barusan menambah kegagalan partai terbesar ini dalam merebut kursi gubernur di propinsi yang dikuasai sebagian besar konstituennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lebih dari itu masih banyak fenomena lain yang unik dari pilkada ini. Pilkada NAD menjadi bukti nyata, dan sebuah tuntutan tersembunyi, bahwa seorang calon independen bisa tampil sebagai kandidat dan keluar sebagai pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pilkada ini juga kita bisa melihat berkuasanya kembali orang-orang yang dulu justru pernah menjadi gubernur di era orde baru. Barnabas Suebu di Papua dan H. B. Paliudju di Sulteng, dua-duanya pernah menjadi gubernur sebelum reformasi 1998, kembali terpilih di tahun 2007 kemarin. Lama sesudah tak terdengar lagi kabar mereka pasca reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan pilkada ini juga menunjukkan kuatnya figuritas seseorang menjadi salah satu faktor penting untuk seseorang terpilih menjadi gubernur. Ini sebabnya mengapa di Jambi, Golkar memilih "mengalah" pada seorang Zulkifli Nurdin, gubernur Jambi terpilih yang juga pengusaha lokal yang cukup terkenal, yang kader PAN terlepas dari PAN sendiri mengalami penurunan suara yang cukup besar di pemilu kemarin. Atau bagaimana seorang Teras Narang, putra &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_6"&gt;dayak&lt;/span&gt; yang memang sudah cukup top di ibukota bisa tampil sebagai gubernur Kalimantan Tengah terlepas dari partainya yakni PDIP kalah dari Golkar waktu pemilu legislatif disana,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Walaupun demikian, tetap ada tempat dimana Golkar sebagai partai penguasa tetap menancapkan kukunya sebagai pemenang pilkada. Golkar misalnya menang di Banten dengan Ratu Atut, Sulawesi Barat dengan Anwar Adnan Saleh, atau Sulawesi Utara dengan Sinyo Harry Sarundayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Melihat khusus ke ibukota, kita pun melihat kondisi yang unik. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;DKI Jakarta-lah satu-satunya propinsi yang memegang rekor jumlah kandidat paling sedikit dalam sebuah pilkada. Digadang-gadang dengan berbagai figur top yang potensial untuk menjadi gubernur, Pilkada DKI akhirnya "hanya" menghasilkan Fauzi Bowo - Prijanto plus Adang Darajatun - Dani Anwar di 3 jam terakhir pendaftaran kandidat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Battle of &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; font-style: italic;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_7"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, begitulah beberapa analis politik ibukota menjuluki pilkada ini. Disini juga fenomena politisasi sangat kental terasa, plus fenomena sebuah PKS yang "dikeroyok" partai-partai lainnya walaupun saya sendiri tidak ingin menarik wacana kearah situ. PKS pun harus menerima kalah di kandangnya sendiri dari sebuah intrik keroyokan. Namun akhirnya PKS "membalas" itu baru-baru saja di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada yang unik juga dari pilkada ini. Walaupun Ahmad Heryawan terpilih sebagai gubernur Jawa Barat, tapi secara notabene dia sebelumnya adalah anggota DPRD DKI Jakarta yang jelas-jelas beda propinsi. Heterogenitas &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_8"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; dan Jawa Barat tentulah berbeda. Jadi cukup unik juga kemenangan Ahmad Heryawan ini. Apakah karena figur beliau didompleng oleh ketenaran Dede Yusuf yang adalah artis terkenal dan juga urang Sunda asli, bisa menjadi analisa baru. Dan entah apakah ini kemudian menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh lain untuk menjadi pemimpin di wilayah yang bukan asalnya. Jika Ahmad Heryawan yang jadi anggota DPRD DKI Jakarta bisa jadi gubernur Jawa Barat, maka jangan aneh jika nanti ada orang Aceh yang jadi Gubernur Papua atau sebaliknya ada orang Papua yang jadi Gubernur NAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya seorang keturunan Jepang totok bernama &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_9"&gt;Alberto Fujimori&lt;/span&gt; bisa jadi presiden &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_10"&gt;Peru&lt;/span&gt;, negeri yang beda budaya di Amerika Selatan sana. Atau bagaimana dalam sejarah seorang warga negara &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_11"&gt;Austria&lt;/span&gt; bernama &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_12"&gt;Adolf Hitler&lt;/span&gt; malah tampil jadi diktator Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selamat datang di uniknya politik Indonesia. Selamat datang dalam uniknya Pilkada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon independen yang maju tanpa partai namun tampil dan jadi pemenang...... ada di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon yang hanya didukung partai gurem tapi tampil sebagai pemenang..... ada di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon yang karirnya di  propinsi yang satu tapi malah tampil sebagai pemenang di propinsi yang lain......... ada di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon yang normal-normal aja, didukung partai besar yang menang di daerah yang bersangkutan ................. ada disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon keroyokan yang kemudian baru daftar di menit-menit terakhir ................ ada disini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Anyway, ada 3 lumbung suara terbesar di Indonesia. Total suara dari 3 propinsi ini bisa memegang sampai   50 persen suara total pemilih di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Propinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kebetulan sekali 3 propinsi kemarin ini dimenangkan 3 partai berbeda. Jabar oleh Golkar, Jateng oleh PDIP, dan Jatim oleh PKB. Pilkada Jabar akhirnya dimenangkan oleh Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. Pertanyaan bagaimana kemudian pilkada berikutnya akan berjalan di dua lumbung suara tersisa Jawa Tengah dan Jawa Timur ????? Menarik.....menarik.....menarik......bagi mereka yang suka menganalisa politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selamat untuk Bapak Ahmad Heryawan dan Kang Dede Yusuf. Selamat buat sejarah berikutnya yang ditoreh pilkada seperti halnya pilkada-pilkada lainnya. Bukan masalah siapa yang menang, atau keunikan apa yang ada di pilkada itu yang diinginkan rakyat &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_13"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;. Tapi bagaimana agar pemimpin yang telah terpilih bisa menjalankan amanah dengan baik dan tidak mengkhianati amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ayo...menuju politik dan kehidupan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1208102745_14"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Muhammad Rizki Ramadhani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1208155718_15"&gt;Taipei,  Taiwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;NB : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Wah istriku pasti senang banget nih jagoannya menang. Jujur aku memang gak begitu suka dengan PKS, tapi biar bagaimanapun para kader yang sudah menumpahkan airmata pada berbagai kekalahan PKS sebelumnya berhak mendapatkan kemenangan mereka walaupun itu mungkin sekali ini saja. Jadi selamat buat PKS. Nampaknya gw harus kembali turun tangan nih (^_^), masih ada Jawa Tengah dan Jawa Timur. OK, saatnya bangkit dari kubur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-5274114973282372863?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/5274114973282372863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=5274114973282372863&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5274114973282372863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5274114973282372863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/04/satu-lagi-keunikan-pilkada.html' title='Satu lagi keunikan Pilkada'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-8291722051859669662</id><published>2008-04-10T08:28:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T09:00:30.071-07:00</updated><title type='text'>Saat-saat berat di Taiwan</title><content type='html'>Taipei, 10 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujur satu setengah bulan ini cukup berat dan cukup melelahkan bagi aku. Plus beberapa hasil yang kurasa agak mengecewakan. Pertama yang paling terasa adalah beasiswa yang sampai hari ini belum turun juga. Total sudah hampir 1 bulan beasiswaku belum turun. Dan karena beasiswa itu adalah untuk 2 bulan, maka bisa dibilang total sudah hampir 3 bulan beasiswaku belum turun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua perjalananku yang demikian banyak selama 2 setengah bulan ini. Sejak liburan musim dingin ke Pingtung di awal Februari, aku sudah 2 kali ke Taichung untuk pengajian dan muktamar FORMMIT, 1 kali ke Tainan untuk pengajian, 1 kali ke Hsinchu untuk pengajian, dan 1 kali ke Kaohsiung untuk AAMT 2 minggu lalu. Entah kenapa aku jadi agak&lt;span style="font-style: italic;"&gt; hectic&lt;/span&gt; untuk bepergian lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR DIP yang pertama kemarin aku rasa kurang maksimal. Dan kemarin pun adalah ujian kuliah Nanoscience yang juga aku rasa kurang maksimal. Kemampuan menghapalku terasa menurun. Entah kenapa. Kurasa mungkin aku terlalu tenggelam dengan perjalanan-perjalanan selama ini jadi kurang bisa mengatur waktu kembali. Yah, pertengahan semester yang berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah lagi tidak ada satupun tim Italia yang lolos ke semifinal Liga Champions (T_T). Benar-benar ujian bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa aku merasa sangat lelah, plus memang terasa sedikit sakit belakangan ini. Mungkin inilah saat terberatku di Taiwan. Saat-saat tersulit. Karena itulah aku memilih menenangkan diri hari ini. Aku ke Yang Ming Shan. Taman Nasional yang terletak di pegunungan Yang Ming di utara Taipei. Kebetulan sih karena ini tempat wisata yang gratis. Sekedar untuk mencari ketenangan dan merumuskan jadwal dan rencana kembali, yang mungkin selama ini tertutup dengan kesenangan bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_40lG5sP5I/AAAAAAAAAHw/g1vCr13yInU/s1600-h/DSCN1791.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_40lG5sP5I/AAAAAAAAAHw/g1vCr13yInU/s320/DSCN1791.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187641632889782162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Entering Yang Ming Shan National Park&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_41JW5sP6I/AAAAAAAAAH4/5Fx8RDSiQAk/s1600-h/DSCN1825.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_41JW5sP6I/AAAAAAAAAH4/5Fx8RDSiQAk/s320/DSCN1825.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187642255660040098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di air terjun Tatuen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_413G5sP7I/AAAAAAAAAIA/LRCImSXenIE/s1600-h/DSCN1805.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_413G5sP7I/AAAAAAAAAIA/LRCImSXenIE/s320/DSCN1805.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187643041639055282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dengan bunga Azalea ungu yang indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Inilah yang sebenarnya aku takutkan setiap kali menjalani kegiatan akademis. Gagal membuat perencanaan yang baik. Dan juga aku takut setiap perjalanan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacking&lt;/span&gt;, yang paling aku takutkan adalah aku tidak menikmati perjalanan itu. Terbebani oleh pikiran tentang kuliah atau pikiran-pikiran lainnya. Atau jika misal itu perjalanan itu sia-sia karena menghabiskan banyak waktu, uang, dan tenaga, sementara masih ada prioritas kerja yang harus dilakukan dan perjalanan itu tidak memiliki hasil apa-apa di akhir. Mungkin ini tanda agar aku bisa mengatur perjalananku lebih baik lagi ke depan. Karena jujur yang aku inginkan saat ini adalah berkonsentrasi pada belajar, mengurangi perjalanan (kecuali untuk istriku, ke dasar laut pun kusambangi), plus fokus untuk semua amanah di Taipei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku karena aku ingin lebih menikmati semua perjalanan yang kulakukan. Karena memang sudah jadi hobiku. Tapi sudahlah. Kadang kala kita butuh satu "hantaman" kecil sebagai pengingat untuk lebih baik ke depan. Aku selalu bercita-cita untuk bisa menaklukkan Taiwan. Semua obyek wisata, semua kota. Dan saat satu demi satu ada kesempatan untuk melakukan hal itu, maka aku pun tak melewatkannya. Hmmm....sayang mungkin agak sedikit kebablasan. Pengennya sih mengunjungi 8 flagship Taiwan seluruhnya. Tapi sampai saat ini baru 2, Taipei 101 dan pantai Kenting, yang baru dikunjungi. Tapi aku pun mestinya menyadari kalau itu butuh waktu, dan mesti ada tujuannya. Jika hanya sebuah target kedatangan saja, maka apa gunanya perjalanan itu. Hanya membuat kita terburu-buru. Tidak menikmati. Perlu lebih dari sekedar waktu dan tenaga untuk bepergian, terlebih menikmati perjalanan itu. Aku pun harusnya bisa mengambil sisi positif, bahwa minimal aku sudah mencapai ujung utara (Taipei) dan ujung selatan (Kenting) dari Taiwan (^_^). Seperti halnya aku waktu bepergian dari Aceh ke Papua walaupun belum puas menjelajah Kalimantan dan sama sekali gak pernah ke Bali. Semua ada waktunya. Dan tidak semua yang kita rencanakan pun harus berhasil. Nikmati saja. Dan ingat akan prioritas lain yang mesti dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya aku ke Yang Ming Shan tadi dengan pikiran yang sengaja kukosongkan untuk lebih merenung dan menikmati semua suka duka yang ada selama ini, khususnya di waktu belakangan ini. Aku sangat menikmati perjalanan kali ini, dan ku cuman berharap semua ini ada hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kalau ini memang ujian untukku, biar aku terima dengan ikhlas. Anyway, katanya orang yang sedang diuji doanya akan terkabul bukan ?? (^_^). So say a prayer, he...he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh....adalah pekerjaan berat memang mengatur rencana hidup sehari-hari yang kadang tidak sesuai rencana. Tapi ambil positifnya aja. Paling gak sekarang PR no.3-nya Miss Amy sudah mulai terselesaikan dengan baik. Plus istriku telepon lagi tadi, aduhhh.....senangnya (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikan semua ujian ini berakhir indah di ujungnya. Dan biar aku jalani ini dulu semua walaupun berat (terutama berat di ongkos yang belum turun hampir 3 bulan ini he..he...). Salam penuh keindahan dari Taipei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_43-25sP8I/AAAAAAAAAII/WjSCBfXZPNA/s1600-h/DSCN1812.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_43-25sP8I/AAAAAAAAAII/WjSCBfXZPNA/s320/DSCN1812.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187645373806297026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Flower Clock (Jam Bunga), ciri khas Yang Ming Shan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki, Taipei -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-8291722051859669662?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/8291722051859669662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=8291722051859669662&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8291722051859669662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8291722051859669662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/04/saat-saat-berat-di-taiwan.html' title='Saat-saat berat di Taiwan'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_40lG5sP5I/AAAAAAAAAHw/g1vCr13yInU/s72-c/DSCN1791.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-1888858421541997966</id><published>2008-04-03T03:30:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T15:22:34.157-07:00</updated><title type='text'>Indonesian Magnificent 7 of World Heritage</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 3 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terbawa liburan nih terus terang. Tapi selama disini aku selalu membawa cerita tentang keindahan bumi Formosa. Tidak ada salahnya bukan kembali melihat kembali keindahan bumi Indonesia dan juga kekayaan alamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, di tulisan sebelumnya aku sudah menjelaskan soal UNESCO WORLD HERITAGE. Status cagar budaya tertinggi di PBB, status yang membuat sebuah cagar budaya menjadi bagian dari cagar budaya dunia yang mesti dilestarikan dan harus dijaga bahkan dalam kondisi perang sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia punya 7 cagar budaya yang telah dikategorikan sebagai UNESCO WORLD HERITAGE. Apa saja itu ? Yuk kita jelajahi 7 cagar budaya dunia di Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Hutan Hujan Tropis Sumatra (Sumatra Tropical Rainforest)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Hujan Tropis Sumatra terdaftar sejak tahun 2004 dan menyatukan 4 taman nasional terbesar di pulau Sumatera, yakni Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh, Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi, sampai ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung. Hutan Hujan Tropis Sumatra adalah sistem hutan hujan tropis terbesar di Asia dan salah satu yang terbesar di dunia. Dengan luas wilayah sekitar 25,000 kilometer persegi, Hutan Hujan Tropis Sumatra menyimpan begitu banyak kekayaan alam serta berbagai fauna langka Indonesia yang masih dapat ditemukan secara bebas, semisal Harimau Sumatra atau Orangutan Sumatra. Tanaman-tanaman langka seperti Rafflesia Arnoldi dan berbagai tanaman khas endemik Indonesia juga ada disini. Dengan biodiversitas yang lumayan besar untuk flora dan faunanya, Hutan Hujan Tropis Sumatra juga termasuk dalam cagar alam yang dilindungi pada beberapa organisasi lingkungan hidup semisal WWF dan Greenpeace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Taman Nasional Ujung Kulon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di ujung paling barat dari pulau Jawa (Propinsi Banten), mungkin tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal taman nasional yang satu ini. Percaya atau tidak, Taman Nasional Ujung Kulon adalah taman nasional pertama di Indonesia dan menjadi World Heritage di tahun 1992. Taman Nasional Ujung Kulon sebenarnya meliputi wilayah daratan dan juga wilayah kepulauan seperti pulau Peucang, pulau Handeuleum, dan beberapa pulau anak gunung Krakatau dengan luas total mencapai 1206 kilometer persegi. Yang paling terkenal dari taman nasional ini, apa lagi kalau bukan Badak bercula satu khas Jawa yang jumlahnya sudah makin sedikit sehingga perlu dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Sangiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangiran adalah sebuah kota di Jawa Tengah, dekat kota Surakarta (Solo) di pinggiran sungai Bengawan Solo. Sangiran menjadi World Heritage di tahun 1996. Yang membuat Sangiran terkenal adalah penelitian yang dilakukan oleh arkeolog Belanda, Dr. Von Koenigswald, yang menemukan beberapa fosil manusia purba serta sisa-sisa peninggalan prasejarah di tempat ini. Sehingga Sangiran pun menjadi salah satu daerah ekskavasi arkeologi sekaligus salah satu tempat pertama yang dihuni manusia di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Candi Prambanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari 2 candi yang tidak perlu dipertanyakan lagi di Indonesia. Prambanan terletak di propinsi Jawa Tengah, dekat dengan perbatasan DI  Yogyakarta dan mencakup kompleks candi Hindu yang terbesar di dunia. Kurang lebih ada sekitar 250 candi terpisah yang ada di Prambanan. Prambanan masuk menjadi World Heritage di tahun 1991. Prambanan dibangun pada tahun 850 M oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya pada masa kerajaan Mataram kuno. Setelah dibangun, Prambanan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama dan baru dipugar kembali di tahun 1953. Gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah di tahun 2006 sempat mempengaruhi kondisi candi Prambanan. Namun sekarang, perbaikan pasca gempa sudah dilakukan untuk kembali memperindah candi yang jadi salah satu landmark Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Candi Borobudur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi yang terkenal sampai ke manca negara dan jadi landmark Indonesia dan menjadi World Heritage di tahun 1991. Terletak di bagian kota Magelang propinsi Jawa Tengah, Borobudur dibangun di abad ke-9 oleh Raja Samaratungga dari dinasti Syailendra. Nama arsiteknya sendiri adalah Gunadharma, yang kemudian diabadikan menjadi salah satu universitas di Indonesia. Berbentuk simetris dalam 4 sisi dengan satu stupa tunggal di tengah. Borobudur adalah candi Buddha yang memiliki banyak sekali patung Buddha baik yang ada di dalam stupa-stupanya maupun tidak. Konon barangsiapa yang bisa meraih tangan Buddha yang ada di dalam stupa, maka keinginannya akan terkabul. Mungkin tidak perlu banyak diceritakan lagi tentang cagar budaya yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Taman Nasional Komodo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Komodo terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur, mencakup 3 pula besar yakni pulau Komodo, pulau Rinca, dan pulau Padar. Menjadi World Heritage di tahun 1991, Taman Nasional Komodo terkenal sebagai habitat asli Komodo, hewan khas NTT dan juga Indonesia. Walaupun demikian, Taman Nasional Komodo tidak hanya menjadi tempat tujuan mereka yang tertarik dengan Komodo atau ingin meneliti tentang hewan langka yang satu ini. Tapi juga menarik sebagai tempat wisata pantai, terutama buat mereka yang menggemari menyelam dan snorkeling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Taman Nasional Lorentz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman nasional yang satu ini terletak di Papua. Mengambil nama Hendrikus Albertus Lorentz, seorang penjelajah Belanda yang menjelajahi daerah ini di awal abad 20, Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Indonesia yang mencakup daerah pesisir sampai ke pegunungan Jaya Wijaya di utara. Kita bisa menikmati pemandangan pepohonan Mangrove atau mendaki puncak Jaya bagi para pendaki di tempat ini. Taman Nasional Lorentz diabadikan sebagai World Heritage di tahun 1999.  Sayangnya taman nasional ini mendapat banyak dampak buruk akibat penambangan Freeport di sekitarnya. Saya pribadi berharap semoga keindahan Taman Nasional Lorentz dan juga keindahan lingkungan di wilayah Papua ini bisa dijaga, bukan hanya dengan mengeksploitasi mineral dan sumber daya tambangnya terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah magnificent 7-nya Indonesia. Kalau dilihat, rupanya kebanyakan dari kekayaan cagar budaya kita adalah kekayaan alam yang alami yah, bukan bangunan buatan manusia walaupun adanya Borobudur dan Prambanan juga cukup membanggakan.  Mungkin ini bukti bahwa Indonesia memang diberikan karunia berupa bentang alam yang sangat indah dengan seluruh kekayaan alam di dalamnya. Yang tentunya harus dijaga dan dilestarikan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, apakah itu pembalak hutan, atau orang-orang yang hanya mau mengeruk kekayaaan alam Indonesia secara tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bantulah aku untuk bisa menjaga kekayaan alam bumi Indonesiaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muhammad Rizki Ramadhani, tetap orang Indonesia -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-1888858421541997966?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/1888858421541997966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=1888858421541997966&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1888858421541997966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1888858421541997966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/04/indonesian-magnificent-7-of-world.html' title='Indonesian Magnificent 7 of World Heritage'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-4195785960699676922</id><published>2008-04-02T13:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T01:14:03.358-07:00</updated><title type='text'>Bergabung di Youth Travel In Taiwan</title><content type='html'>Taipei, 3 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika sedang tidak sibuk dan ingin melihat pemandangan alam di pulau kecil ini, maka backpacking merupakan pilihan yang tidak ada salahnya. Pemerintah Taiwan pun sedang berusaha meningkatkan kegiatan pariwisata Taiwan, terutama dengan menarik anak-anak muda yang hobi dan berniat untuk backpacking dan travelling untuk bisa menikmati keindahan alam di Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yup. Taiwan Youth Legislative, parlemen pemuda Taiwan, yang berada langsung dibawah Legislative Yuan (DPR-nya Taiwan) sebagai sarana pendidikan politik keparlemenan kepada pemuda baru saja melaunch situs &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 191); font-weight: bold;"&gt;youthtravel.tw&lt;/span&gt; dan program &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 191);"&gt;Youth Travel in Taiwan&lt;/span&gt;. Program wisata yang diperuntukkan bagi para kaum muda ini mempunyai dua sisi positif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sisi pemuda lokal Taiwan, program ini mendidik pemuda-pemudi Taiwan yang siap menjadi guide untuk memberikan informasi mengenai obyek-obyek wisata terbaik di Taiwan sekaligus melatih kemampuan mereka berbahasa asing. Dari sisi mahasiswa asing, program ini bertujuan baik untuk memperkenalkan budaya Taiwan sekaligus mempelajari perkembangan pariwisata Taiwan sekaligus memberikan keuntungan budaya berupa hubungan erat antar para backpackers muda dari berbagai negara sekaligus memberikan keuntungan ekonomi mengingat komunitas backpackers di &lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;Youth Travel in Taiwan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;akan mendapatkan banyak potongan harga untuk transportasi maupun penginapan selama menjelajah bumi Formosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tidak tanggung-tanggung banyak hal-hal positif lainnya. Melalui program Youth Travel In Taiwan ini juga diadakan lomba penulisan blog perjalanan ke tempat-tempat menarik di Taiwan. Pemenang pertama dari lomba ini jatuh kepada mahasiswa NTU asal Singapura. Menarik untuk diikuti, sekaligus bisa menjadi contoh bagi pengembangan pariwisata negeri kita tercinta Indonesia, yang tentu memiliki obyek wisata jauh lebih banyak daripada Taiwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Maka kalau mau iseng-iseng bepergian di Taiwan dan anda masih berstatus mahasiswa, coba mampir sebentar di situs &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 191);"&gt;youthtravel.tw&lt;/span&gt;. Semua informasi lengkap mengenai obyek wisata di 5 wilayah Taiwan (utara, tengah, selatan, timur, dan propinsi kepulauan) tersaji lengkap termasuk harga penginapan termurah dan beberapa tempat-tempat makanan halal bagi yang membutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Masih merasa tertantang, coba lagi yang satu ini. Departemen Pariwisata Taiwan baru saja me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;launch&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;8 flagship sites&lt;/span&gt;, 8 tempat unggulan wisata di Taiwan yang secara resmi dijadikan landmark atau cagar budaya resmi negara. Rencananya 8 tempat ini akan dipromosikan untuk naik tingkat menjadi UNESCO WORLD HERITAGE pada sidang UNESCO di Kanada bulan Juli 2008 ini. UNESCO WORLD HERITAGE adalah kategori yang diberikan bagi obyek-obyek wisata yang dianggap oleh UNESCO, badan dunia PBB yang mengurus kebudayaan, sebagai obyek wisata resmi dunia yang tidak boleh dirusak serta mesti selalu dilestarikan. Suatu cagar budaya yang menjadi UNESCO WORLD HERITAGE berstatus dilindungi oleh PBB yang tidak boleh dirusak bahkan oleh perang sekalipun. Inilah status tertinggi sebuah cagar budaya di dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Beberapa situs UNESCO WORLD HERITAGE diantaranya Venesia dan kanal-kanal airnya di Italia, tembok raksasa Cina, taman nasional Kilimanjaro di Kenya, atau Great Barrier Reef di Australia. Dari dunia Islam, beberapa situs yang dijadikan UNESCO WORLD HERITAGE adalah kota tua Mesir dan masjid Umar Bin Khattab, kota tua Jerussalem (Al-Quds), madrasah Timbuktu di Mali, Benteng Salahuddin Al Ayubi di gurun Syria, atau masjid Divrigi di Turki. Indonesia sendiri punya 7 UNESCO WORLD HERITAGE, beberapa diantaranya adalah candi Borobudur di Yogyakarta, Taman Nasional Komodo di NTT,  Taman Nasional Lorentz di Papua, dan sistem hutan hujan tropis Sumatra mulai dari Leuser di Aceh sampai Bukit Barisan Selatan di Lampung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kebetulan Taiwan sampai sekarang belum punya satu pun obyek wisata yang menjadi UNESCO WORLD HERITAGE, mungkin karena itu mereka menggalakkan dunia pariwisatanya. Mungkin juga dari 8 flagship sites, situs wisata unggulan Taiwan itu, anda sudah pernah pergi ke beberapa diantaranya. Apa saja itu ?? Ini dia :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Taipei 101&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berstatus sebagai bangunan tertinggi di dunia sampai saat ini. Taipei 101 mengambil nama kota Taipei dan 101 yang merupakan jumlah lantai di bangunan ini. Taipei 101 dirancang oleh C.Y. Lee, arsitek Taiwan jebolan Cheng Kung University dan pertama kali dibuka di tahun 2004. Saat itu, Taipei 101 mengalahkan Menara Kembar Petronas sebagai bangunan tertinggi di dunia. Salah satu keunikan Taipei 101 adalah struktur penyeimbang "damper baby" ditengahnya yang bekerja dengan prinsip elastisitas untuk menyangga bangunan ini. Taipei 101 adalah satu-satunya bangunan dunia yang memiliki "damper baby". Sebenarnya Taipei 101 saat ini bukan lagi "bangunan" tertinggi di dunia, kalah oleh menara Burj Dubai di Uni Emirat Arab. Tetapi karena Burj Dubai masih dalam tahap pengerjaan dan belum diresmikan, maka Taipei 101 masih menjadi bangunan tertinggi di dunia saat ini, dan mungkin akan terus menjadi yang tertinggi jika menara Burj Dubai tidak selesai pengerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. National Palace Museum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terletak di Taipei County dan bersatus sebagai museum nasional Taiwan, National Palace Museum adalah "kota terlarang" (Forbidden City) versi Taiwan seolah-olah ingin menyaingi kota terlarang di RRC. Namun yang membuat National Palace Museum terkenal adalah seluruh artifak dan benda-benda budaya dari kota terlarang di Beijing semua ada disini. Jadi sebenarnya kota terlarang di Beijing sudah hampir tidak memiliki artifak sama sekali karena sudah dipindahkan kesini. Konon saat perang sipil Cina tahun 1945 - 1949, Chiang Kai-Shek sudah menyadari bahwa dia akan kalah perang melawan komunis. Sebelum dia meninggalkan kota Beijing, dia memerintahkan pasukannya untuk memindahkan semua benda budaya di kota terlarang Beijing untuk dipindahkan ke Taiwan, ke National Palace Museum sekarang. Beberapa artifak terkenal di museum ini adalah lukisan seratus kuda "Painting of One Hundred Horses" dan juga Kol Giok (Jade Cabbage), ukiran batu giok terbesar di dunia peninggalan dinasti Ming. Mungkin kawan-kawan juga sudah tahu kalau hari Jumat nanti adalah libur nasional di Taiwan untuk merayakan hari bersih-bersih kuburan, Qingming Day dalam bahasa Inggris. Di museum ini juga kita bisa menemukan Qingming scroll, gulungan perkamen tua Cina kuno yang menjadi filosofi hari bersih-bersih kuburan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Sun Moon Lake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terletak di kota Nantou Taiwan, mungkin tidak ada orang Taiwan maupun orang yang pernah ke Taiwan yang tidak pernah mendengar terkenalnya danau satu ini. Sun Moon Lake adalah danau terbesar di Taiwan, sekaligus salah satu kompleks wisata terbesar di Taiwan. Dinamakan kompleks wisata karena daerah sekitarnya juga merupakan tempat-tempat wisata resmi yang juga cukup menarik. Hanya dua tempat di Taiwan yang bisa disebut sebagai kompleks wisata. Selain Sun Moon Lake, daerah pelabuhan kuno Anping di Tainan juga bisa disebut sebagai kompleks wisata (walaupun pelabuhan Anping tidak masuk dalam 8 obyek wisata unggulan ini). Di sekeliling Sun Moon Lake kita dapat melihat banyak obyek menarik mulai dari pusat kebudayaan aborigin, pagoda emas yang dibangun Chiang Kai-Shek untuk mengenang ibunya, kuil Wunwu, kuil Shuanggang yang didalamnya ada replika kisah kera sakti, atau pabrik kertas tertua di Taiwan. Disini juga kita bisa menikmati pulau Lalu yang sudah setengah tenggelam seperti di kisah Atlantis dan dulunya merupakan kuburan orang-orang Aborigin kuno atau menikmati ikan khas kesukaan almarhum Chiang Kai-Shek yang dinamakan president fish.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Love River (Aihe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dikategorikan sebagai "Sungai Thames"-nya Kaohsiung, Love River adalah sungai yang membelah kota Kaohsiung di selatan dekat distrik pelabuhan. Dinamakan juga sebagai Kaohsiung canal. Sejak zaman dinasti Ming, Aihe sudah memegang peranan penting untuk transportasi di kota Kaohsiung. Sempat ada masa dimana Love River begitu buruk karena polusi dan sampah publik. Tetapi dengan penataan yang baik dan penambahan taman disekitar sungai ini, Love River pun tampak menarik kembali. Konon kata orang lokal Taiwan, pesta lentera (Lantern Festival) terindah yang ada di seluruh Taiwan setiap tahun baru Cina adalah Lantern Festival di Love River. Mungkin saja para bujangan akan menemukan dambaan hatinya di Love River ini &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Alishan Forest Railway&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terletak di daerah Chiayi, Alishan tidak ada hubungannya dengan orang yang bernama Ali &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/18.gif" /&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;. Alishan sebenarnya adalah salah satu puncak perbukitan tertinggi di Taiwan. Alishan Forest Railway sendiri adalah jalur kereta api yang menembus perbukitan Alishan dan dibangun saat Jepang menjajah Taiwan tahun 1899. Struktur jalur kereta api pegunungan ini begitu bagus untuk menikmati pegunungan Alishan. Total panjang relnya adalah 71.4 kilometer menembus beberapa gunung-gunung di Alishan, dan dengan sudut kemiringan tertinggi mencapai 40 derajat, menaiki kereta di Alishan Forest Railway seolah-olah menaiki sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roller coaster&lt;/span&gt;. Alishan Forest Railway terutama paling digemari turis di musim semi untuk menikmati keindahan bunga yang bermekaran di Alishan, mengingat Alishan memiliki beberapa spesies bunga yang hanya tumbuh di Taiwan dan menjadi bunga nasional Taiwan semisal &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Taiwania cryptomerioides&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Yushan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Nama Yushan mungkin tidak banyak dikenal, orang lebih banyak mengenal nama Inggrisnya yakni Jade Mountain (Pegunungan Giok). Terletak di perbatasan Nantou-Hualien-Kaohsiung, Yushan merupakan kompleks wisata terbesar di Taiwan dengan meliputi 105,490 hektar wilayah. Di Yushan juga kita bisa menemukan puncak Jade (Jade Peak) yang merupakan gunung tertinggi di Taiwan. Sebenarnya Yushan tidak asing lagi buat para mahasiswa yang menunggu beasiswa mengingat pegunungan Yushan diabadikan di uang kertas lembaran 1000 NT. Di Yushan juga kita bisa menemukan beberapa hewan khas Taiwan seperti rusa Sika Formosa, beruang hitam Formosa, maupun kera salju yang konon merupakan anak cucu Sun Go Kong dalam kisah kera sakti. Sayangnya kuda nil tidak bisa ditemukan disini &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Taman Nasional Kenting (Kenting National Park)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Inilah salah satu obyek wisata terbaik Taiwan bagi saya. Pantai Kenting terletak di daerah Pingtung Taiwan. Kenting rata-rata bermandikan cahaya matahari sekitar 10 bulan dalam setahun, dan tidak pernah terpengaruh oleh musim dingin Taiwan meskipun suhu di daerah lainnya turun drastis. Resort-resort wisata sudah banyak bermunculan di Kenting. Salah satu bagian paling menarik dari Kenting adalah mercusuar O-Luan-Bi (Eluanbi Lighthouse). Hanya dua puluh menit berjalan kaki ke sebelah selatan Eluanbi, kita akan sampai di ujung paling selatan di Taiwan (the most southern part of Taiwan). Mercusuar Eluanbi sendiri mempunyai sebuah keunikan. Pertama kali dibangun di tahun 1888 oleh dinasti Ming, mercusuar ini selalu diserang oleh penduduk aborigin lokal yang tidak suka dengan kedatangan bangsa Ming. Oleh karena itu disekitar mercusuar ini dibangun meriam artileri, dan mercusuar Eluanbi inilah satu-satunya mercusuar di dunia yang dilindungi oleh meriam artileri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Taroko Gorge National Park&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terletak di daerah Hualien, nama Taroko sebenarnya berasal dari kata "Taroko" bahasa aborigin lokal yang berarti indah (beautiful). Taroko  National Park adalah taman nasional terbesar kedua di Taiwan setelah Yushan. Jurang-jurang serta ngarai-ngarai granit menjadi daya khas Taroko. Hiking di Taroko bisa memakan waktu 2 sampai 3 hari mengingat tempatnya yang cukup luas dan juga begitu banyak binatang liar yang dibiarkan bebas disini. Cukup menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Wow, cukup menarik rupanya 8 flagship Taiwan ini, bisa jadi alternatif liburan anda. Saya yakin sebenarnya Indonesia mempunyai obyek wisata yang jauh lebih hebat. Hanya saja pengelolaannya yang amburadul dan tidak teratur seperti bagaimana Taiwan mengelola obyek dan program wisatanya. Semoga ada pelajaran berharga yang bisa dipetik Indonesia dari pembangunan pariwisata Taiwan. Dan selama masih menjadi mahasiswa di Taiwan, tidak ada salahnya ikut dalam Youth Travel In Taiwan dan dapatkan informasi di &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;youthtravel.tw&lt;/span&gt; serta selamat menikmati keindahan Taiwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;Backpackers never die...........they are just running out of money &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;From the halls of Taipei 101 to the shores of Eluanbi, then accros Taipei, Yilan, Taoyuan, Taichung, Tainan, Kaohsiung, Pingtung,  and..............only God can stop this journey.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-4195785960699676922?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/4195785960699676922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=4195785960699676922&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4195785960699676922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4195785960699676922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/04/bergabung-di-youth-travel-in-taiwan.html' title='Bergabung di Youth Travel In Taiwan'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-332262681200614165</id><published>2008-03-31T00:17:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T02:55:36.145-07:00</updated><title type='text'>Kaohsiung (高雄)........dan perjalanan pun selesai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Taipei, 31 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir di bulan Maret, dan aku pun sudah menyelesaikan perjalanan terakhir ke kota besar terakhir di Taiwan. Kaohsiung. Perjalanan yang cukup menyenangkan karena banyak hal. Misalnya di awal perjalanan. Ini untuk pertama kalinya aku naik kereta cepat HSR (High Speed Railway) di Taiwan. HSR ini bisa disamakan dengan kereta Shinkanzen di Jepang. Perjalanan dari Taipei ke Kaohsiung yang jika menggunakan kendaraan biasa memakan waktu 5 - 5 setengah jam, dengan kereta ini hanya memakan waktu 96 menit !!! Luar biasa. Ini pertama kalinya aku naik kereta cepat. Dan sebenarnya memang aku sudah merencanakan sih untuk naik HSR ke Kaohsiung. Sekalian aja deh kan, belum tentu bisa mencoba HSR lagi nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CXVzuYgFI/AAAAAAAAAGY/jlotUA8_HDo/s1600-h/DSCN1684.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CXVzuYgFI/AAAAAAAAAGY/jlotUA8_HDo/s320/DSCN1684.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183809572021239890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);font-family:arial;" &gt;In front of HSR, akhirnya untuk pertama kalinya (^_^) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menghadiri Advocation and Achievement Motivation Training (AAMT) disini, di masjid Kaohsiung kemarin. Acara yang lumayan menarik dengan tempat yang juga cukup luar biasa. Mesjid Kaohsiung cukup besar dengan gaya arsitektur yang unik. Mirip dengan masjid Taichung dan Masjid Longgang di Taoyuan. Acara berlangsung dari jam 9 sampai jam 4 sore disini. Lumayan nyaman dan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CWQjuYgEI/AAAAAAAAAGQ/bT8WD4MEixA/s1600-h/DSCN1723.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CWQjuYgEI/AAAAAAAAAGQ/bT8WD4MEixA/s320/DSCN1723.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183808382315298882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);font-family:arial;" &gt;Berfoto di depan mihrab masjid Kaohsiung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seusai acara, apalagi deh yang aku lakukan selain ..........................jalan-jalan di sekitar Kaohsiung he..he....Cukup banyak yang bisa dikatakan mengenai kota ini. Mulai dihuni sejak abad ke-17, Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipei dan juga kota terbesar di wilayah selatan Taiwan. Iklimnya lumayan hangat dan cerah sepanjang tahun. Kaohsiung sangat mirip dengan Taipei dalam beberapa hal. Pertama sama-sama kota terbesar walaupun dengan posisinya masing-masing. Taipei di utara, Kaohsiung di selatan. Keduanya pun pusat industri dan bisnis di wilayahnya. Yang paling menyenangkan mungkin adalah transportasi di kedua kota yang cukup banyak dan juga tersedia dalam berbagai waktu. Seperti halnya Taipei, Kaohsiung pun memiliki Mass Rapid Transportation (MRT). Hanya kedua kota inilah di Taiwan yang memiliki MRT, walaupun untuk Kaohsiung sendiri masih dalam tahap pembangunan di beberapa bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lumayanlah nyobain MRT-nya Kaohsiung, apalagi saat kemarin aku kesana MRT-nya masih dalam tahap promosi jadi penumpang yang mau mencoba tidak perlu membayar (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CgcjuYgGI/AAAAAAAAAGg/4Qmp0H5JfB4/s1600-h/DSCN1782.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CgcjuYgGI/AAAAAAAAAGg/4Qmp0H5JfB4/s320/DSCN1782.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183819583590006882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Mau nyobain MRT-nya Kaohsiung nih he...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau mau berwisata di kota Kaohsiung-nya (高雄市), ada dua tempat yang bisa jadi tujuan, Pertama adalah distrik pelabuhan Kaohsiung (高雄港區). Kita bisa berwisata disini mulai dari Love River (愛河) yang merupakan tempat selancar favorit di Kaohsiung sampai ke Chihou yang merupakan daerah pelabuhan utama Kaohsiung. Kaohsiung sendiri memang dijuluki harbor city of Taiwan (kota pelabuhan Taiwan). Seperti halnya Genoa di Italia atau Marseille di Perancis. Kita bisa melihat keindahan pelabuhan Kaohsiung disini atau juga mercusuar Chihou, salah satu mercusuar tertua di Taiwan yang hanya kalah dari Mercusuar Eluanbi di pantai Kenting, Pingtung. Sayangnya...................saya tidak sempat kesini kemarin, berhubung acara AAMT berakhir sangat sore sekali (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, saya ke bagian lain dari Kaohsiung yang juga menjadi tempat wisata terkenal yakni........Lotus Pond kompleks di Zuoying. Dibangun di tahun 70-an, Lotus Pond kompleks dimaksudkan sebagai kompleks peribadatan kuno. Kuil-kuil banyak dibangun disini dengan dihiasi berbagai macam patung yang diambil dari legenda Cina kuno seperti patung dewa neraka, Jade emperor, atau biksu Tong Sam-Chong yang terkenal dari kisah Kera Sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu diantara pagoda yang paling menarik disini adalah, pagoda Naga dan Harimau (Dragon &amp;amp; Tiger Pagoda) yang jadi landmark Lotus Pond, bahkan landmark Kaohsiung. Dibangun di tahun 1971, Dragon and Tiger Pagoda adalah menara kembar yang di depannya dihiasi oleh dua hewan yang juga ada di legenda Cina kuno. Naga dan Harimau. Samping-sampingan. Kalau hari libur biasanya, kita bisa naik sampai ke puncak pagoda yang kurang lebih mencapai 9 lantai. Sayangnya saya sampainya ke tempat ini agak malam, jadi gak sempat naik. Tapi lumayanlah, minimal bisa foto-foto dan "dimakan" oleh Naga dan Harimau-nya (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CplzuYgHI/AAAAAAAAAGo/YuORAebYe70/s1600-h/DSCN1758.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CplzuYgHI/AAAAAAAAAGo/YuORAebYe70/s320/DSCN1758.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183829638108446834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;In front of Dragon and Tiger Pagoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CqsDuYgKI/AAAAAAAAAHA/FK7mnZ_Q708/s1600-h/DSCN1767.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CqsDuYgKI/AAAAAAAAAHA/FK7mnZ_Q708/s320/DSCN1767.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183830844994257058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Di mulut Harimau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CqQjuYgJI/AAAAAAAAAG4/XVOFzYOdIXU/s1600-h/DSCN1762.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CqQjuYgJI/AAAAAAAAAG4/XVOFzYOdIXU/s320/DSCN1762.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183830372547854482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari mulut harimau masuk ke mulut naga (^_^)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dari Pagoda Naga dan Harimau, aku masih punya waktu untuk pergi ke satu tempat lainnya. Ada sebuah kuil lagi disamping Pagoda Naga dan Harimau, agak campur-campur sih disana. Ada kuilnya, ada patung naga, ada patung dewi Guan Yin, dan juga banyak lagi. Tapi yang aku paling suka disini adalah formasi lentera Cina-nya yang cukup khas dan sangat terang. Seakan-akan sedang berjalan di jalan lentera atau di sebuah festival lentera. Very nice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CuwzuYgLI/AAAAAAAAAHI/KfFLO5mLVkU/s1600-h/DSCN1769.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CuwzuYgLI/AAAAAAAAAHI/KfFLO5mLVkU/s320/DSCN1769.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183835324645146802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);font-family:arial;" &gt;Aku, lentera, rajawali, dan pagoda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CvWjuYgNI/AAAAAAAAAHY/vTzo7kR0uC4/s1600-h/DSCN1771.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CvWjuYgNI/AAAAAAAAAHY/vTzo7kR0uC4/s320/DSCN1771.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183835973185208530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Aku, lentera, naga, dan dewi Guan Yin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_Cu-DuYgMI/AAAAAAAAAHQ/Udk26VrDj4A/s1600-h/DSCN1772.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_Cu-DuYgMI/AAAAAAAAAHQ/Udk26VrDj4A/s320/DSCN1772.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183835552278413506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Look at that beautiful lantern&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CvnjuYgOI/AAAAAAAAAHg/DTTPbn4KykY/s1600-h/DSCN1775.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CvnjuYgOI/AAAAAAAAAHg/DTTPbn4KykY/s320/DSCN1775.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183836265242984674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);font-family:arial;" &gt;Jalan lentera, serasa menuju nirwana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alhamdulillah, perjalanan keliling Taiwan ini akhirnya berakhir sudah. Sudah begitu banyak tempat yang kukunjungi disin, dan semua menarik. Kota-kota terbesarnya juga sudah dikunjuingi semuanya. Taipei dengan CKS Memorial Hall dan Taipei 101, Taichung dengan pabrik bebek kayu dan Taman Makam Pahlawan-nya, Tainan dengan Fort Zeelandie-nya, Pingtung dengan Mercusuar Eluanbi dan terakhir Kaohsiung dengan Pagoda Naga dan Harimaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sekali lagi, tak kusangka sudah 2 negara yang kutaklukkan dengan backpacking. Indonesa dan sekarang Republic of China (Taiwan). Puas...puas.....puas........Serasa gak butuh backpacking lagi (^_^). Sebenarnya sih memang targetku memang backpacking di dua negara. Satu negeriku, dan satu lagi adalah satu negara di luar Indonesia. Fiuhh...puas deh. Untung yang gw taklukkan adalah Taiwan. Coba kalau Rusia, bisa mampus deh he...he.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm....sebenarnya masih ada satu obyek wisata terakhir. Paling terkenal di Taiwan, danau terbesar di Taiwan. Sun Moon Lake di daerah Nantou. Tapi aku sudah bersumpah, aku gak akan ke Sun Moon Lake kalau tidak bersama istriku. Kisah cinta Venezia kami akan kami tulis di Sun Moon Lake. Jadi sabarlah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, perjalanan keliling Taiwan dengan ini dinyatakan................................selesai !!!!! Di akhir bulan Maret 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:courier new;" &gt;From the Halls of CKS Memorial, to the shores of Eluanbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:courier new;" &gt;I have conquered all of Taiwan, like I conquered Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:courier new;" &gt;First of all to fulfill my dream, and to explore the Formosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:courier new;" &gt;I have glory in my journey and all of this days&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- 馬富月-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-332262681200614165?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/332262681200614165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=332262681200614165&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/332262681200614165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/332262681200614165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/03/kaohsiung-dan-perjalanan-pun-selesai.html' title='Kaohsiung (高雄)........dan perjalanan pun selesai'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R_CXVzuYgFI/AAAAAAAAAGY/jlotUA8_HDo/s72-c/DSCN1684.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-7660922823786142605</id><published>2008-03-26T07:20:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T07:35:23.855-07:00</updated><title type='text'>Menuju Kaohsiung, semoga bukan perjalanan yang sia-sia</title><content type='html'>Taipei, 26 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah mungkin sudah sekitar 6 minggu berjalan. Total sudah ada 7 PR sampai saat ini, terdiri dari 5 PR Photon Scattering, 1 PR DIP, dan 1 PR Computer Simulation. Disamping itu dalam sebulan ini aku benar-benar sibuk. 2 kali keluar kota masing-masing ke Tainan untuk pengajian dan Taichung untuk muktamar FORMMIT. Disini sendiri kemarin partisipasi anak-anak International NTU di Conficius Ceremony dan juga Indonesian Culture Exhibition di NTUST juga cukup menguras tenagaku. Puncaknya baru saja terjadi hari ini, aku gak tidur seharian untuk 2 laporan PR dan sempat tertidur sejam di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuh.....kok masih gak teratur yah ? Jujur bukan kayak begini sih aku ingin menjalani kuliahku. Masih terbawa sifat perfeksionis tampaknya. Kayaknya kemarin memang aku kurang bisa membagi waktu dengan baik, terutama untuk kesibukan-kesibukan non kuliah dan jalan-jalan. Tapi sudahlah semua sudah terjadi. Lagipula PR-ku selesai semua dan aku sudah berusaha mati-matian (dapat hattrick nilai 90 pula di Photon Scattering (^_^) .....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang waktu dah mulai senggang, mau aku manfaatkan kembali untuk membudayakan bekerja secara pelan tapi pasti. Tidak terburu-buru, tapi dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah nampaknya mungkin jadwal jalan-jalan ini yang cukup mengganggu jadwal waktuku kemarin. Jujur sih memang selepas libur musim dingin aku masih terbawa niat untuk menaklukkan kota-kota di Taiwan. Apalagi memang satu demi satuaku dah berpergian kesana. Jadi sedikit memperbanyak jadwal padat plus mengganggu waktu belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah sudahlah, semua sudah terjadi. Dan hampir semua sudah ditaklukkan. PR-ku pun sudah selesai. Kadang kala aku berpikir, untuk apa semua perjalanan ini. Apakah hanya target pribadi untuk bisa menjelajahi, apakah sekedar mendapat foto untuk kenang-kenangan, ataukah pelarian. Bisa jadi kalau ada hal itu semua perjalanan yang aku lakukan sangat tidak produktif. Aku harus terus mengevaluasi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weekend ini mau ke Kaohsiung, kota terbesar di selatan Taiwan. Ada kegiatan training advokasi disana. Inilah satu-satunya kota besar dan bersejarah di Taiwan yang belum kudatangi. Penaklukan terakhir. Tapi jujur aku ingin menikmati Kaohsiung nanti. Menikmati dalam arti aku gak ingin ada gangguan mengenai PR atau apapun di kepala. Dan akupun gak mau menyesali perjalananku kalau misalnya itu menyita banyak waktu yang bisa dipakai untuk yang lainnya. Jadinya, aku ingin menikmati tugas dan PR yang masih belum bisa kunikmati sekarang. Terutama PR-nya Miss Amy. Lumayanlah paling tidak fotonya sekarang cuman 5, gak banyak-banyak. Dan perjalanan ke Kaohsiung inipun harus ada yang berarti. Pengen bikin buku tentang TKI di Formosa sih dari hasil training nanti. Plus tentu jalan-jalan ke Chihou Lighthouse danTiger Dragon Pagoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh well, Insya Allah semua bisa tercapai. Saatnya kembali ke budaya lama untuk terakhir kalinya. Melupakan semua yang menggangu pikiran, bangun bagai orang yang amnesia tapi dengan target segudang dan tidak ada lagi yang mengganggu pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya tidur, setelah itu bangkit dari kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-7660922823786142605?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/7660922823786142605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=7660922823786142605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7660922823786142605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/7660922823786142605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/03/menuju-kaohsiung-semoga-bukan.html' title='Menuju Kaohsiung, semoga bukan perjalanan yang sia-sia'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-6724042708279300265</id><published>2008-03-20T05:04:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T13:54:07.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Euro 2008'/><title type='text'>Bikin kolom khusus Piala Eropa 2008 ahh........</title><content type='html'>Taipei, 20 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, kita berhenti sejenak dulu dari hingar bingar aktivitas sosial dan kuliah di Taipei ini. Btw, bulan Juni nanti akan ada perhelatan sepakbola terbesar di Eropa, yakni Piala Eropa 2008 yang akan digelar di Austria dan Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, insting sepakbolaku harus dipakai deh he...he...Aku sebenarnya lebih suka turnamen Piala Eropa ketimbang Piala Dunia. Lagipula aku sudah menyaksikan dan menikmati sendiri bagaimana tim favoritku, Azzuri Italia, menang di Piala Dunia 2006 di Jerman 2 tahun lalu. Suatu kepuasan tersendiri yang membuat aku sudah gak tertarik dengan piala dunia (^_^). So, saatnya mngembangkan hobi. Mungkin aku pengen bikin kolom khusus di blog ini tentang Piala Eropa nanti. Tenang aja kok, tulisannya akan dibikin tidak membosankan sehingga bisa dinikmati mereka yang bukan penggila bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R-JVHDuYgDI/AAAAAAAAAGI/UkrUAV1Hyt8/s1600-h/New_Henri_Delaunay_Trophy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R-JVHDuYgDI/AAAAAAAAAGI/UkrUAV1Hyt8/s320/New_Henri_Delaunay_Trophy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179796101176786994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:georgia;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/2/28/New_Henri_Delaunay_Trophy.jpg)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;OK, let's wait till June .................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-6724042708279300265?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/6724042708279300265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=6724042708279300265&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/6724042708279300265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/6724042708279300265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/03/bikin-kolom-khusus-piala-eropa-2008-ahh.html' title='Bikin kolom khusus Piala Eropa 2008 ahh........'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R-JVHDuYgDI/AAAAAAAAAGI/UkrUAV1Hyt8/s72-c/New_Henri_Delaunay_Trophy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-3584706251344524371</id><published>2008-03-13T09:45:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T10:05:06.457-07:00</updated><title type='text'>Taichung, melengkapi Utara dan Selatan</title><content type='html'>Taipei, 14 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah banyak sekali saya pasang foto Taipei dan Tainan disini, rasanya gak lengkap kalau saya gak pasang foto Taichung. Sekalian melengkapi sih sebenarnya, karena Taipei artinya kota utara, Taichung berarti kota tengah, dan Tainan berarti kota selatan. Hitung-hitung melengkapi gambar-gambar Tainan dan Taipei yg udah ada (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, ini fotonya diambil waktu ada pengajian di Taichung sekitar sebulan sebelum Tainan. Lumayan sih, karena dari perjalanan ini kita jadi ketemu dengan kawan-kawan Taichung yang rupanya cukup banyak dan juga cukup militan. OK, here it is............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lbnoId4LI/AAAAAAAAAFQ/2-C7v-fc8sE/s1600-h/IMG_3311.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lbnoId4LI/AAAAAAAAAFQ/2-C7v-fc8sE/s320/IMG_3311.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177269982985052338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Di depan tempat pengajian, panas banget padahal Taipeinya dingin banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lb8YId4MI/AAAAAAAAAFY/g0T9USVV1o0/s1600-h/IMG_3349.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lb8YId4MI/AAAAAAAAAFY/g0T9USVV1o0/s320/IMG_3349.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177270339467337922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Masih di depan tempat pengajian (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lcL4Id4NI/AAAAAAAAAFg/NxK2YWpPJaM/s1600-h/IMG_3351.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lcL4Id4NI/AAAAAAAAAFg/NxK2YWpPJaM/s320/IMG_3351.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177270605755310290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Gerbang Taman Makam Pahlawan, Taichung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lcXIId4OI/AAAAAAAAAFo/i5FP3egNbEE/s1600-h/IMG_3352.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lcXIId4OI/AAAAAAAAAFo/i5FP3egNbEE/s320/IMG_3352.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177270799028838626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Bersama belanjaan di gerbang Taichung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lcrYId4PI/AAAAAAAAAFw/aJEhyeNdbu4/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lcrYId4PI/AAAAAAAAAFw/aJEhyeNdbu4/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177271146921189618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Bersama kawan-kawan setelah pengajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lc94Id4QI/AAAAAAAAAF4/LkWCloTX6xg/s1600-h/great+moment+ever.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lc94Id4QI/AAAAAAAAAF4/LkWCloTX6xg/s320/great+moment+ever.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177271464748769538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Di Taichung Park [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ldLoId4RI/AAAAAAAAAGA/bUkAcLR-ltw/s1600-h/Togehter+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ldLoId4RI/AAAAAAAAAGA/bUkAcLR-ltw/s320/Togehter+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177271700971970834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Di Taichung Park [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anyway, ada kawan orang taiwan yang tanya kenapa aku menulis blog dalam bahasa Indonesia. Mereka gak mengerti soalnya. So, mungkin ke depannya saya ingin menggunakan bahasa inggris dan bahasa Mandarin untuk menulis di blog saya. Lagipula perjalanan keliling Taiwan sudah selesai. Puas...puas...puas......!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utara, Tengah, dan Selatan sudah ditaklukkan !!! Alhamdulillah. Sekarang tinggal menaklukkan target kuliah saja. OK, salam dari seluruh Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rizki -&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-3584706251344524371?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/3584706251344524371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=3584706251344524371&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/3584706251344524371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/3584706251344524371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/03/taichung-melengkapi-utara-dan-selatan.html' title='Taichung, melengkapi Utara dan Selatan'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9lbnoId4LI/AAAAAAAAAFQ/2-C7v-fc8sE/s72-c/IMG_3311.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-1630632951360920534</id><published>2008-03-11T01:49:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T09:11:27.229-07:00</updated><title type='text'>Tainan (台南), kota selatan Taiwan yang menakjubkan</title><content type='html'>Taipei, 11 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah bisa mengisi blog lagi. Hari-hari terakhir ini benar-benar padat dengan jadwal, dan hari-hari ke depan pun aku akan sibuk dengan banyak aktivitas. Sebenarnya 2 hari ini aku pergi untuk bacpacking. Benar-benar lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stuck&lt;/span&gt; dengan padatnya jadwal kuliah dan tugas, serta niat untuk bisa bepergian di kota-kota di Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan hari minggu tanggal 9 Maret kemarin ada pengajian di Tainan ( 台南), sebelah selatan Taiwan. Ini untuk pertama kalinya ada pengajian disana. Kebetulan aku sendiri ikut kerja part time di kegiatan pengajian itu. Jadinya sekalian diisi dengan jalan-jalan bareng dengan kawan dari Taichung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup melelahkan sih di hari pertama, jadinya tidak begitu banyak yang bisa dikerjakan. Selain pengajiannya berakhir cukup sore, rupanya kendaraan umum di Tainan juga cukup susah di malam hari. Jadilah saya dan kawan-kawan cuman bisa berkungjung ke beberapa tempat di sekitar tempat pengajian yang berlokasi di 公園路, Tainan City. Hanya taman kota saja sih, tapi lumayan daripada tidak ada sama sekali (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZKn4Id37I/AAAAAAAAADU/3d2JnsmB5d0/s1600-h/S3011042.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZKn4Id37I/AAAAAAAAADU/3d2JnsmB5d0/s320/S3011042.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176406870652215218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;In one part of 台南公園&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZLH4Id38I/AAAAAAAAADc/VZs1Dc-P6_8/s1600-h/S3011062.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZLH4Id38I/AAAAAAAAADc/VZs1Dc-P6_8/s320/S3011062.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176407420408029122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;台南公園, masih lebih mantap 228 Peace Park sih he...he....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam harinya kami menginap di asrama mahasiswa National Cheng Kung University, Tainan. Kebetulan banyak sekali mahasiswa Indonesia disini, ada sekitar 20-an orang. Dan mereka juga cukup aktif dalam beraktivitas. Pengajian yang diadakan di Tainan ini juga adalah inisiatif dari kawan-kawan mahasiswa disini. Lumayanlah kami dapat menginap semalam disini. Menghemat biaya sekalius memperkuat tali silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah esok harinya kami bisa ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacking&lt;/span&gt; ria di Tainan. Kota Tainan sendiri, kalau kata kawan-kawan disini sih bisa disamakan dengan Yogyakarta. Dari segi keramaian, tata kota, dan juga kehidupan kota yang begitu tenang, dan juga angkutan yang selalu sulit kalau malam. Entah apakah karena Tainan mirip dengan Yogyakarta sehingga banyak sekali alumni kampus Yogyakarta seperti UGM dan UMY berkuliah disini (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang sedikit banyak Tainan dan Yogyakarta mirip dari segi historis. Yogyakarta pernah jadi ibukota Indonesia. Begitupun Tainan di Taiwan. Secara ukuran Tainan City merupakan kota terbesar ke-4 di Taiwan setelah Taipei, Taichung, dan Kaohsiung. Tainan pernah menjadi ibukota Taiwan di abad ke 17 sampai tahun 1894 saat ibukota akhirnya dipindahkan ke utara di Taipei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat kota dari Tainan City sendiri terletak di distrik Anping (安平區). Disinilah tujuan backpacking kami. Distrik Anping di Tainan benar-benar sebuah distrik kuno Eropa, mirip daerah kota tua dan Roa Malaka di Jakarta. Disinilah kita bisa melihat sisa-sisa peradaban kuno Eropa di awal sejarah Taiwan, dan juga melihat kemiripan Taiwan dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip karena wilayah Tainan ini dulunya dikuasai oleh Belanda dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vereenigde Oost-Indische Compagnie&lt;/span&gt; alias VOC. Orang-orang Indonesia khususnya para pejuang veteran dan ahli sejarah tentu tidak asing dengan lembaga dagang kolonial Belanda yang lazim dipanggil kompeni di Indonesia. Belanda masuk ke Taiwan lewat Tainan di tahun 1623 dan membangun perumahan nergaya Eropa pertama di Tainan tahun 1924.  Di tahun ini pula, Belanda membangun benteng pertahanan yang menjadi landmark dari daerah Anping dan kota Tainan secara umum. Itulah Fort Zeelandie yang dalam bahasa Mandarin terkenal sebagai The Anping Fort (安平古堡).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fort Zeelandie dibangun selama 10 tahun dan selesai di tahun 1634. Nama Zeelandie sendiri diambil dari Zeeland, salah satu provinsi di Belanda yang terkenal karena melahirkan banyak pelaut-pelaut Belanda paling tangguh semisal Abel Tasman sang penemu pulau Tasmania, atau Bernard Fokke, kapten kapal yang hilang dalam perjalanan dari Rotterdam ke Batavia yang kemudian menjadi inspirasi drama Belanda paling terkenal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;he Flying Dutchman&lt;/span&gt; (Orang Belanda Terbang). Nama Zeelandia / Zealand sendiri hampir selalu dipakai di berbagai tempat jajahan Belanda. Zeeland menjadi inspirasi dari nama negara Selandia Baru (New Zealand), kota bernama Zeeland juga bisa ditemui di Michigan, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fort Zeelandie sebenarnya tidaklah terlalu besar, jika dibandingkan dengan benteng Belanda kuno lainnya semisal Fort de Rotterdam di Makassar. Pagar-pagar bentengnya juga sudah banyak yang lapuk dimakan usia, mungkin karena kurang perawatan atau erosi angin laut yang terus berhembus. Namun inilah pusat kantor pemerintahan Belanda dan VOC saat menguasai Tainan. Dalam perjalanannya juga Fort Zeelandie telah melihat beberapa peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah di Taiwan. Distrik Anping sendiri dulu disebut dengan nama Taijouan oleh orang-orang Belanda. Entah apakah nama Taijouan ini kemudian menjadi cikal bakal nama Taiwan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1661, Fort Zeelandie diserbu oleh 1000 kapal perang pasukan dinasti Ming dibawah pimpinan Koxinga (Zheng Chenggong / 鄭成功). Satu tahun lamanya para tentara VOC bertahan di Fort Zeelandie, sampai akhirnya di tahun 1662, saat gubernur VOC terakhir bernama Frederick Coyett menyerah kepada Koxinga di Anping. Maka berakhirlah penjajahan Belanda di Tainan dan inilah awal pemerintahan dinasti Ming Cina di Taiwan. Hmm.....heran gw, kok bisa Cina mengusir Belanda di masa-masa itu, sementara Indonesia justru terus dijajah selama 350 tahun oleh sang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; meneer&lt;/span&gt; ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Belanda pergi, jadilah Koxinga menjadi raja pertama Cina di Taiwan. Dia juga berkuasa di Fort Zeelandie, sehingga Fort Zeelandie pun sering disebut the King's Fort (Benteng Raja). Sebagai raja pertama Cina di Taiwan, Koxinga cukup disegani sehingga namanya pun diabaikan pada berbagai tempat di Tainan. Di bagian tengah dari Tainan, kita bisa menemukan kuil Koxinga yang dipersembahkan untuk raja Koxinga. Nama National Cheng Kung University pun diambil dari nama Cina Koxinga yaitu Zheng Chenggong. Beberapa foto Fort Zeelandie bisa dilihat dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZZG4Id3-I/AAAAAAAAADo/EckmNzDbnmc/s1600-h/S3011115.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZZG4Id3-I/AAAAAAAAADo/EckmNzDbnmc/s320/S3011115.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176422796390948834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di depan lukisan Fort Zeelandie, abad ke -17&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZaRoId3_I/AAAAAAAAADw/D77XxKL4TM4/s1600-h/S3011129.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZaRoId3_I/AAAAAAAAADw/D77XxKL4TM4/s320/S3011129.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176424080586170354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di depan Fort Zeelandie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZalIId4AI/AAAAAAAAAD4/9VpFBlkfWmI/s1600-h/S3011137.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZalIId4AI/AAAAAAAAAD4/9VpFBlkfWmI/s320/S3011137.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176424415593619458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Papan nama Fort Zeelandie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ckUoId4CI/AAAAAAAAAEI/IK-ErX9N24k/s1600-h/S3011125.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ckUoId4CI/AAAAAAAAAEI/IK-ErX9N24k/s320/S3011125.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176646233474588706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tuh lihat, VOC pernah masuk Taiwan kan ?????&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Daerah Anping sendiri adalah daerah yang dijadikan tempat wisata Nasional. Anping Harbor National Historical Park, itu nama lengkapnya. Di daerah ini juga ada objek wisata lain seperti kuil Anping Matsu, salah satu gereja tertua di daerah Tainan yang dibangun Belanda, taman Aborigin, dan juga rumah dagang Julius Mannich, seorang saudagar Jerman yang dulu berdagang di distrik Anping. Saya dan seorang kawan dari Taichung yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacking&lt;/span&gt; bersama sempat mengunjungi beberapa di antaranya. Lumayan menarik. Tapi yang paling menarik tentu saja di Tainan Canal, kanal air yang membelah kota Tainan untuk mencegah terjadinya banjir disini. Berada di Tainan Canal serasa berada di Seine Canal di sungai Seine Perancis. Mungkin selain bentuknya yang lebar, penataan kanal air yang diatur seperti jalanan khas Eropa dengan lampu-lampu jalan dan bangunan modern di kiri kanan kanal membuat suasana benar-benar indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ceOYId4BI/AAAAAAAAAEA/8PeBt7oNLqo/s1600-h/S3011097.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ceOYId4BI/AAAAAAAAAEA/8PeBt7oNLqo/s320/S3011097.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176639529030639634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di persimpangan, mau kemana yah habis ini ???? (^_^)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ckkoId4DI/AAAAAAAAAEQ/6T6ySzKbCqo/s1600-h/S3011144.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ckkoId4DI/AAAAAAAAAEQ/6T6ySzKbCqo/s320/S3011144.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176646508352495666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Tainan Canal, gaya terus.........(^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya sebagai puncak perjalanan, kami menuju benteng lainnya yang terdapat di kota Tainan. Namanya Eternal Golden Castle. Hmmm......banyak banget benteng di kota ini yah, mungkin tidak salah jika Tainan dijuluki kota Benteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, Eternal Golden Castle dikenal juga dengan Uhrkuenni Battery . Ini adalah salah satu benteng pertahanan di Tainan. Eternal Golden Castle dibangun tahun 1874 oleh kekaisaran Qing yang waktu itu menguasai Taiwan atas usul Jendral Shen Baozhen. Salah seorang jendral legendaris di masa kekaisaran Qing yang turut serta dalam menumpas pemberontakan Taiping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shen Baozhen pada saat itu mengusulkan agar dibangun sebuah benteng pertahanan untuk mencegah agresi militer Jepang yang waktu itu sudah mulai kuat di Asia Timur. Jadilah benteng ini dibangun. Walaupun demikian, dalam kenyataannya akhirnya Taiwan juga jatuh ke tangan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Benteng ini dirancang oleh arsitek Perancis dan memiliki beberapa keunikan. Pertama adalah parit pertahanan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;moat&lt;/span&gt;) di sekeliling benteng. Melihatnya serasa melihat istana-istana Inggris yang dilindungi parit pertahanan kalau di film-film. Kedua adalah 3 meriam besar jenis Armstrong buatan Inggris yang mengarah ke lepas pantai. Meriamnya luar biasa besar dan dirancang untuk bisa berotasi mencari arah yang tepat untuk menembak. Sayangnya beberapa meriam yang ada disini pernah dijual oleh Jepang untuk menutup biaya perang saat Jepang bertempur dengan Rusia tahun 1905. Sehingga banyak meriam disini yang sudah tidak ada lagi dan hanya tampak bekasnya saja. Sebenarnya dari segi ukuran, benteng ini agak kecil dan tidak lebih besar dari Fort de Rotterdam di Makassar. Cuman letaknya dibuat dengan indah dan juga dirawat dengan baik serta ditambahkan banyak bunga disana-sini sehingga menambah indah pemandangan benteng. Indonesia harus belajar banyak nih mengenai konservasi cagar budaya dari Taiwan, agar obyek-obyek wisatanya tidak terbengkalai atau rusak oleh zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9cn_YId4GI/AAAAAAAAAEo/LSKwkc7DXLI/s1600-h/S3011176.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9cn_YId4GI/AAAAAAAAAEo/LSKwkc7DXLI/s320/S3011176.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176650266448879714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu meriam ukuran besar di Eternal Golden Castle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9coN4Id4HI/AAAAAAAAAEw/Nq4b5H_UjEI/s1600-h/S3011173.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9coN4Id4HI/AAAAAAAAAEw/Nq4b5H_UjEI/s320/S3011173.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176650515556982898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lilies of the fort, what a beautiful flower&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9cn14Id4FI/AAAAAAAAAEg/uPPsmsMQxQE/s1600-h/S3011185.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9cn14Id4FI/AAAAAAAAAEg/uPPsmsMQxQE/s320/S3011185.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176650103240122450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bersama patung Shen Baozhen, mukanya dah mirip tuh (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9cnpoId4EI/AAAAAAAAAEY/JX2PgIzKUIQ/s1600-h/S3011167.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9cnpoId4EI/AAAAAAAAAEY/JX2PgIzKUIQ/s320/S3011167.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176649892786724930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pintu gerbang Eternal Golden Castle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah dari Eternal Golden Castle .......perjalanan selesai deh. He....he....(^_^). Fiuhh....cukup melelahkan juga, apalagi juga banyak PR menunggu di Taipei nanti. Tapi aku gak menyesal sih bisa jalan-jalan di Tainan. Kapan lagi bisa berkunjung ke tempat ini, apalagi disini bisa banyak melihat obyek wisata sejarah yang menarik. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sekarang kembali ke tugas utama. Kembali ke PR, laporan, dan paper-paper riset. Menaklukkan perjalanan yang lainnya. Perjalanan menaklukkan pikiran dan rahasia ilmu pengetahuan. Salam manis dari Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;馬富月&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-1630632951360920534?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/1630632951360920534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=1630632951360920534&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1630632951360920534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/1630632951360920534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/03/tainan-kota-selatan-taiwan-yang.html' title='Tainan (台南), kota selatan Taiwan yang menakjubkan'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R9ZKn4Id37I/AAAAAAAAADU/3d2JnsmB5d0/s72-c/S3011042.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2725426337624010216</id><published>2008-03-02T10:29:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T11:06:49.318-08:00</updated><title type='text'>Around Taiwan ???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taipei, 3 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama libur musim dingin di Taiwan, aku banyak berjalan-jalan ke obyek-obyek wisata terbaik di Taiwan dan juga ke beberapa kota diluar ibukota Taipei. Hal ini mengembalikan kembali hobby masa-masa muda dulu (waduh kayak udah kakek-kakek aja he...he....), yaitu backpacking. Aku ingt waktu sarjana dulu, dua tahun terakhir kuliahku banyak kuisi dengan berpetualang dan berjalan-jalan ke beberapa tempat di Indonesia. Lumayan sih, dari petualangan lama itu aku sudah pernah mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua. Dua propinsi yang menjadi batas negara Republik Indonesia. Selama perjalanan itu juga, kecuali Bali dan Nusa Tenggara, aku sudah menginjak hampir seluruh pulau besar di Indonesia. Terutama pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Yang lainnya sih umumnya singgah karena transit saja, tapi lumayan untuk jadi pengalaman (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, aku jadi berpikir apakah aku bisa melakukan hal yang sama di Taiwan. Menjelajahi Taiwan, paling tidak sebagian besar wilayahnya? Disini akhirnya naluri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacker&lt;/span&gt;-ku timbul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taiwan, walaupun kecil, tapi terbagi menjadi 5 wilayah besar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bagian utara, mencakup antara lain : Taipei, Keelung, Taoyuen, Hsinchu, dan Miaoli&lt;br /&gt;2) Bagian tengah, mencakup antara lain : Taichung, Nantou, Changhua, Yunlin, dan Chiayi&lt;br /&gt;3) Bagian selatan, mencakup antara lain : Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung&lt;br /&gt;4) Bagian timur, mencakup antara lain : Taitung, Hualien, dan Yilan&lt;br /&gt;5) Pulau-pulau administratif Taiwan, mencakup antara lain : Kinmen, Lienchiang, dan Penghu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, cukup luas dan banyak juga yah. Padahal luas Taiwan sendiri hanya sedikit lebih kecil dari propinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah menginjak bagian paling utara dan paling selatan dari Taiwan. Baian paling utara Taiwan ada di Taipei, sedangkan bagian paling selatannya ada di Pingtung. Aku sudah pernah jalan-jalan ke kedua tempat itu. Sampai saat ini untuk bagian utara aku sudah mengunjungi Taipei dan Taoyuen. Untuk bagian tengah aku sudah pernah ke Taichung. Untuk bagian selatan sudah ke Pingtung, sementara bagian timur baru sebatas Yilan. Hanya pulau-pulau Taiwan yang belum pernah aku kunjungi. Hmm.....masih belum puas nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula belum semua kota-kota utama di keempat bagian Taiwan yang lain aku kunjungi. Jadi aku masih mencoba, bisa tidak yah aku "menaklukkan" Taiwan dalam sampai musim panas tiba nanti. Aku memang sangat menyukai petualangan, tapi aku sudah menikah. Istriku juga Insya Allah akan ikut ke Taiwan nanti. Dan dengan status menikah ini, aku tidak akan bisa bebas berpetualang lagi kemanapun. Amanah sebagai suami dan juga tugas-tugas yang lain menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadilah aku menargetkan untuk bisa melakukan perjalanan ke Taiwan untuk bertualang. Lumayan untuk kepuasan pribadi sebagai backpacker dan juga menikmati keindahan alam. Jika sudah selesai nanti, paling gak sudah ada dua negara yang pernah aku taklukkan sebagian besar wilayahnya. Yakni Indonesia dan Taiwan (Republic of China). Wow......mau bangetttt...he...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan ini setiap minggu aku akan keluar kota. Minggu ini Insya Allah ke Tainan, minggu depannya ke Nantou, dan minggu depannya lagi Insya Allah kembali ke Taichung. Fiuh.......semoga saja target menjelajahi Taiwan ini selesai, suatu kepuasan pribadi untukku. Dan aku bisa menikmati hari-hari lainnya dengan kisah-kisah petualangan he....he.....Aku masih berstatus "bujang" ditinggal istri sampai Insya Allah bulan Juni nanti. Masih ada waktu, so tetap semangat !!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;馬富月&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2725426337624010216?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2725426337624010216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2725426337624010216&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2725426337624010216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2725426337624010216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/03/around-taiwan.html' title='Around Taiwan ???'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-4169923618055942054</id><published>2008-02-28T18:57:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T19:13:07.183-08:00</updated><title type='text'>228 Memorial ............</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hampir semua negara di dunia punya peristiwa kelam dalam sejarahnya. Semisal Cina yang punya sejarah kelam pembantaian di lapangan Tiananmen pada tanggal  4 Juni 1989, atau bagaimana demokrasi Perancis yang diagung-agungkan itu justru dimulai dari kekacauan saat penjara Bastille diserang oleh rakyat Perancis di tahun 1789 da&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;n diakhiri dengan "drama" pemenggalan kepala raja Louis XVI. &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_0"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; pun punya peristiwa G30S/PKI tahun 1965 yang pahit, namun selalu menjadi bagian sejarah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_1"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; . Tanggal 28 Februari besok mungkin hanya kita kenal sebagai sebuah hari libur biasa. Bebas sementara dari tugas-tugas kuliah. Tapi bagi &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_2"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; , inilah hari dimana sebuah peristiwa berdarah akan dikenang untuk menjadi pelajaran menuju bangsa yang maju, demokratis dan bersatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_3"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; pun, seperti halnya kebanyakan wilayah-wilayah di &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_4"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt; , tidak lepas dari penjajahan yang selalu berganti. Mulai sejak para pelaut &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_5"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Portugal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; menemukan pulau ini dan menamakannya sebagai pulau yang indah &lt;i&gt;(Isla de &lt;st1:personname productid="la Formosa" st="on"&gt;la Formosa&lt;/st1:personname&gt;)&lt;/i&gt;, kemudian berganti ke tangan Belanda, berganti lagi ke tangan Spanyol yang mendirikan Fort &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_6"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Santo Domingo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; di daerah Danshui, sampai akhirnya berada dibawah kekuasaan dinasti Ming.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi kedatangan kolonialis yang silih berganti itu belum menjadi puncak dari sejarah &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_7"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sampai akhirnya Jepang menguasai pulau setelah berakhirnya perang Cina-Jepang tahun 1895 yang ditandai dengan kalahnya kekaisaran Cina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Syahdan 50 tahun lamanya Jepang berkuasa di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_8"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; , sampai berakhirnya perang dunia II tahun 1945. Keadaan yang benar-benar kacau untuk seluruh wilayah &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_9"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt; lagi. Tambah kacau juga bagi &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_10"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; , akibat pecahnya perang saudara di Cina antara kaum nasionalis (Kuomintang) pimpinan Chiang Kai Shek melawan kaum komunis (Kung Chang Tang) pimpinan &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_11"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Mao Zedong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Kaum nasionalis kalah, seluruh Cina daratan dikuasai komunis, dan tidak ada opsi tersisa kecuali menyingkir ke "pulau tak bertuan" yang ditinggalkan Jepang karena baru saja kalah perang ini. Dan disinilah sejarah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; , Republic of China, benteng kaum Nasionalis Cina dimulai. Tapi rupanya permulaan ini tidaklah mulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;2 tahun pemerintahan awal Kuomintang di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_12"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dari tahun 1945 - 1947 ditandai dengan ketidakpuasan penduduk lokal &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_13"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; . Karena awal sejarah republik di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_14"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tidaklah seindah sekarang, tetapi penuh dengan korupsi, nepotis&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;me, kegagalan ekonomi, dan represivitas pemerintahan &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_15"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Chiang Kai-Shek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang waktu itu dianggap "orang asing" karena berasal dari Cina daratan. Ditambah lagi benturan sejarah yang tidak bisa dielakkan di pulau kecil ini. Penduduk &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_16"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; sudah 50 tahun berada dibawah kekuasaan Jepang dan dipengaruhi budaya Jepang, termasuk dididik dengan sistem pendidikan Jepang dan ada juga yang mempraktekkan Shinto. Sedangkan Kuomintang yang menyingkir dari Cina daratan adalah musuh besar Jepang di perang dunia II. Dan friksi itu pun timbul, hanya tunggu momen untuk pecah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Dan asal tahu saja, friksi ini pecah kemudian karena alasan yang sangat sepele. Tanggal 27 Februari 1947,  seorang petugas kepolisian &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_17"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; memukul  wanita tua penjual rokok karena dianggap berdagang secara gelap. Maka sumbu kecil ini jadi bara yang kemudian terbakar hebat. Tepat keesokan harinya, 28 Februari 1947, kerusuhan massal pecah di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_18"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taipei&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt; . &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Kantor polisi yang ada di sekitar kota dirusak massa , dan para polisi pun dipukuli warga yang beringas. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aparat yang ada saat itu tidak punya pilihan lain selain main keras. Ujungnya pun bisa diduga, banyak rakyat sipil jadi korban karena temb&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;akan senapan mesin, tusukan bayonet, bahkan termasuk beberapa waninta yang diperkosa sebelum dibunuh. Sampai sekarang jumlah pasti korban peristiwa 28 Februari 1947 ini tidak pernah dikeluarkan oleh pemerintahan &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_19"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kekerasan aparat rupanya tidak meredakan masalah, minggu-minggu berikutnya hampir seluruh pulau &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Formosa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; justru dikuasai oleh penduduk lokal yang memberontak terhadap pemerintahan baru &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_20"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Chiang Kai-Shek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Barulah pintu negosiasi dibuka yang kemudian menghasilkan tuntutan agar pemerintahan yang baru saja tiba dari Cina daratan ini untuk segera mereformasi pemerintahan yang ada, dan memuli&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;hkan kondisi ekonomi yang ada. Konon karena persitiwa 28 Februari inilah &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_21"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Chiang Kai-Shek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; akhirnya tersadar untuk membangun pemerintahan yang kuat di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_22"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; untuk bisa kembali berkuasa di Cina daratan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Peristiwa berdarah 28 Februari ini awalnya dianggap tabu untuk dibicarakan, sampai mantan presiden &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_23"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, Lee Teng-Hui memberikan permintaan maaf secara luas kepada publik di tahun 1995 atas peristiwa 28 Februari (228 incident) yang berlangsung berpuluh-puluh tahun sebelumnya. Dan mulailah peristiwa 28 Februari menjadi sebuah penyadaran bagi masyarakat &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_24"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; untuk perdamaian, kehidupan yang demokratis, dan juga kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka 28 Februari pun kemudian dijadikan sebagai hari libur nasional. Di tahun 2004, hari itu bahkan dihiasi dengan rantai manusia terpanjang di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_25"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; untuk mengkampanyekan perdamaian untuk &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_26"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; yang masih berkonflik dengan Cina daratan. Dan jadilah 28 Februari jadi hari nasional yang tidak bisa terpisahkan dari &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_27"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Maka jika ada kawan-kawan yang kebetulan berada di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_28"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taipei&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt; , mungkin bisa iseng-iseng berkunjung ke sebuah &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_29"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;taman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; yang lokasinya tidak jauh dari stasiun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;MRT&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;NTU&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Hospital&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; . Mungkin &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_30"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;taman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; itu tidak lebih terkenal ketimbang &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_31"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taipei 101&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, bioskop Miramar, Maokong Gondola, atau Kebun Binatang &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_32"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taipei&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Tapi &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_33"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;taman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; itu diberi nama sesuai sejarah kelam itu, 228 Peace Memorial Park. "Taman Kenangan Perdamaian 28 Februari", walaupun hari &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_34"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 61 tahun yang lalu tidak ada perdamaian, yang ada darah yang tertum&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;pah dan amarah yang membuncah. Dan jika masih ingin iseng-iseng berjalan, tak jauh dari 228 park juga teman-teman akan menemukan sebuah papan plank kecil dalam bahasa Cina. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Di lokasi itulah dulu pernah berdiri pos polisi Yidingmu. Pusaran seluruh sejarah insiden 28 Februari 1947. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Disitulah polisi yang memicu insiden ini dulu bertugas, dan disitulah pulalah peluru pertama dalam insiden 28 Februari ditembakkan. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;The first bullet in the 228 incident&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;. Peluru yang ditakdirkan jadi pemicu pertumpahan darah di pulau kecil ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R8d30ERJr9I/AAAAAAAAADM/gsb9vJmmxPg/s1600-h/S3010912.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R8d30ERJr9I/AAAAAAAAADM/gsb9vJmmxPg/s320/S3010912.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172234433440886738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;28 Februari, sebuah sejarah kelam yang demi masa depan dinamakan sebagai hari kenangan perdamaian di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_35"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="JA"&gt;和平&lt;/span&gt;紀念日&lt;span lang="EN-US"&gt;). Bagi rakyat &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_36"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; mungkin ini adalah sebuah kenangan buruk. Tapi dari situlah terbetik sebuah harapan agar pertumpahan darah yang terjadi dijadikan pelajaran untuk membangun perdamaian yang lebih baik ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati libur sehari, libur 28 Februari di &lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_37"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; . Semoga &lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1204253767_38"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt; pun belajar dari sejarah gelapnya untuk masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;Rizki Ramadhani (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);" lang="JA"&gt;馬富月&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);" lang="EN-US"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_39"&gt;Taipei , Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);" lang="EN-US"&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1204253767_39"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-4169923618055942054?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/4169923618055942054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=4169923618055942054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4169923618055942054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/4169923618055942054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/02/228-memorial.html' title='228 Memorial ............'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R8d30ERJr9I/AAAAAAAAADM/gsb9vJmmxPg/s72-c/S3010912.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-8558130116275115004</id><published>2008-02-25T15:31:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T15:59:29.354-08:00</updated><title type='text'>The Story of Azalea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R8NRVTSXrAI/AAAAAAAAADE/hD8c7CLIsRA/s1600-h/DSCN4920.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R8NRVTSXrAI/AAAAAAAAADE/hD8c7CLIsRA/s320/DSCN4920.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171066223547886594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taipei, 26 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir musim dingin dan awal musim semi di Taipei selalu sama. Aneh. Dingin yang tidak begitu jelas dengan suhu yang rendah dan cukup menusuk tulang, tapi tidak ada salju yang turun. Hanya hujan rintik, tidak terlalu deras, yang selalu turun dari langit. Sesekali matahari mengintip namun panasnya tidak juga mengusir dingin ini pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu ketika saat peralihan dua musim inilah, aku melihat bunga Azalea yang mekar. Bukan di taman atau di pegunungan, tetapi di lapangan parkir sepeda dekat asrama. Namun hadirnya cukup mencolok, mekar sendirian di tengah ranting-ranting bebungaan lain yang rontok dan berguguran selama musim dingin. Sangat indah, 漂亮.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azalea memang cocok untuk tumbuh di tempat yang dingin, walaupun dingin di Taipei tidaklah begitu jelas. Dan jenis bunga ini sangat terkenal di beberapa bagian Asia Timur, seperti Korea Selatan, Jepang, dan termasuk juga Taiwan. Khusus di Taipei, bunga Azalea merupakan bunga resmi yang juga dijadikan sebagai lambang kota. Dialah "sakura" bagi kota Taipei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pergantian musim dingin dan musim semi, saat manusia melangkah malas dan menggigil kedinginan di utara pulau Formosa, justru merupakan waktu puncak bagi bunga Azalea untuk mekar. Cukup aneh memang, bahwa kondisi tidak nyaman bagi manusia justru menjadi saat-saat yang menguntungkan bagi makhluk hidup yang lain untuk tumbuh dan bermekaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kedamaian tersendiri saat aku melihat bunga ini. Azalea yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-8558130116275115004?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/8558130116275115004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=8558130116275115004&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8558130116275115004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/8558130116275115004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/02/story-of-azalea.html' title='The Story of Azalea'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R8NRVTSXrAI/AAAAAAAAADE/hD8c7CLIsRA/s72-c/DSCN4920.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-2356240436043523918</id><published>2008-02-14T08:15:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T08:22:16.484-08:00</updated><title type='text'>OST Ayat-ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-7f97238421df74ec" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v15.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D7f97238421df74ec%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331365415%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D7A4DCF31A928265F5CB2A5B5A5773BF842575D13.43AE6B74DFA8F6FBAD23B3516C5CB1229FA7A3E0%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D7f97238421df74ec%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DB_oCLrhnsCGZeY5BcFgzAXAgEIU&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v15.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D7f97238421df74ec%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331365415%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D7A4DCF31A928265F5CB2A5B5A5773BF842575D13.43AE6B74DFA8F6FBAD23B3516C5CB1229FA7A3E0%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D7f97238421df74ec%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DB_oCLrhnsCGZeY5BcFgzAXAgEIU&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Taipei, 15 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, dapat juga video sundtracknya Ayat-ayat Cinta. Filmnya sih memang agak aneh. Tetapi saya akui syair lagunya sangat menyentuh. Hanya satu orang yang teringat dalam benakku saat mendengar lagu ini, istriku tercinta Alia Prima Dewi yang sudah 6 bulan tidak pernah kulihat lagi wajahnya. I miss her very much. Anyway, video ini pun bisa didownload dari URL :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=aRPORLQCXwE&amp;amp;feature=related&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ayat-ayat Cinta OST by Rossa (Made by Adam Huud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desir pasir di padang tandus&lt;br /&gt;Segersang pemikiran hati&lt;br /&gt;Terkisah ku di antara cinta yang ruhwi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keyakinanku datang&lt;br /&gt;Kasih bukan sekedar cinta&lt;br /&gt;Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan bila ku tak sempurna&lt;br /&gt;Cinta ini tak mungkin kucegah&lt;br /&gt;Ayat-ayat cinta bercerita&lt;br /&gt;Cintaku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bahagia mulai menyentuh&lt;br /&gt;Seakan ku bisa hidup lebih lama&lt;br /&gt;Namun harus kutinggalkan cinta&lt;br /&gt;Ketika ku bersujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keyakinanku datang&lt;br /&gt;Kasih bukan sekedar cinta&lt;br /&gt;Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan bila kutak sempurna&lt;br /&gt;Cinta ini tak mungkin kucegah&lt;br /&gt;Ayat-ayat cinta bercerita&lt;br /&gt;Cintaku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bahagia mulai menyentuh&lt;br /&gt;Seakan ku bisa hidup lebih lama&lt;br /&gt;Namun harus kutinggalkan cinta&lt;br /&gt;Ketika ku bersujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ku bersujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-2356240436043523918?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=7f97238421df74ec&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/2356240436043523918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=2356240436043523918&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2356240436043523918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/2356240436043523918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/02/ost-ayat-ayat-cinta.html' title='OST Ayat-ayat Cinta'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-5015578563189601983</id><published>2008-02-14T08:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T08:14:36.893-08:00</updated><title type='text'>Kang Abik dan Ayat-ayat Cinta</title><content type='html'>Tak ada satu penulis novel cinta bernuansa Islam yang saat ini lebih terkenal dibanding Habiburrahman El Shirazy atau biasa dipanggil kang Abik. Ayat-ayat cintanya sudah diangkat ke layar lebar, sementara dwilogi pembangun jiwanya dalam "Ketika Cinta Bertasbih" laris manis di pasaran. Walaupun dua novel terakhirnya tidak pernah bisa saya selesaikan. Bukan tidak mau, atau tidak ada waktu. Tetapi saya pun bingung mengapa saya tidak bisa menyelesaikan buku "Ketika Cinta Bertasbih" yang begitu penuh penghayatan, tidak begitu jauh dengan masterpiece Ayat-ayat Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri, seorang penulis cerita yang jenius adalah mereka bisa membuat cerita yang membawa pembacanya untuk tidak sekedar membaca. Tapi juga menghayati isi bacaan yang ditulisnya dengan bahasa yang sederhana tapi menghanyutkan. Jika misalnya tulisan itu menulis tentang cinta, maka si pembaca diajak untuk menghayati tentang cinta itu. Jika tulisan itu mengenai kemiskinan, maka si pembaca! pun terhanyut dalam relung-relung kesusahan lahir dan batin serta bisa meresapinya. Bahkan jika kisah itu bercerita tentang dendam dan kebencian, maka si pembaca pun terhanyut untuk merasakan seperti apa dendam dan kebencian yang dirasakan di dalam buku. Hanya sedikit penulis yang seperti itu. Saya pribadi merasakan hal itu dalam beberapa karya sastra semisal &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1203005621_5"&gt;Sir Arthur Conan Doyle&lt;/span&gt; dalam seri-seri    Sherlock Holmesnya atau beberapa syair Jalaludin Rumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Abik bisa dibilang sedikit masuk ke kategori itu. Sedikit karena spesialisasinya adalah soal-soal berbau "cinta". Dan memang penghayatan itu bisa sangatlah dalam jika kita melihat karya-karya beliau. Ditambah dengan begitu banyaknya pemuda-pemudi Islam di tengah benturan peradaban modern namun tengah mencoba mencari makna cinta dalam Islam, buku-buku kang Abik makin menemukan segmen pembacanya di Indonesia. Impian tentang mendapatkan jodoh dan pujaan hati, berbalut keindahan suasana kota Mesir yang selalu tercantum di bukunya, dan akhir yang indah. Orang bisa bilang ini hanya mimpi, tapi inilah impian semua orang. Sangat manusiawi, sangat manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan justru karena karya sastra beliau sangat manusiawi itulah terkandung pula kelemahannya. Karena "cinta" yang awam adalah cinta yang penuh dengan emosi. Sedih, gembira, gelisah, kecewa, dan sebagainya. Dan saat cinta bertemu dengan emosi manusiawi itulah timbul kelemahan. Apalagi jika tidak memahami seperti apa cinta tidak diletakkan dengan baik dan benar. Maka cinta akan terbagi ke dua kutub. Di satu kutub ada mereka yang dimabuk cinta dan disisi lain ada barisan patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jika dicermati, dalam karya-karya kang Abik pun ada    tokoh-tokoh patah hati. Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pudarnya Pesona    Cleopatra&lt;/span&gt; tokoh itu adalah Raihanna, istri yang tersia-sia sampai akhir    hidupnya dan sang suami yang menyesal di akhir. Dalam&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ayat-ayat Cinta&lt;/span&gt;, tokoh itu adalah Maria    Ghirgis yang baru menemukan cintanya di nafas-nafas terakhir hidupnya. Dalam    &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika Cinta Bertasbih 1&lt;/span&gt;, tokoh itu adalah Fadhil sang pemuda Aceh yang  dengan tegar bernasyid  pada pernikahan gadis yang sedianya akan dia lamar namun urung terjadi. Sedangkan di buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika Cinta Bertasbih 2&lt;/span&gt;, tokoh itu adalah Furqan Andi Hassan yang harus kehilangan gadis impiannya hanya karena ketidak tahuannya terhadap penyakit AIDS. Pembaca karya kang Abik mungkin akan lebih terbawa pada kisah tokoh utamanya yang selalu happy ending. Siapa yang tidak ingin bahagia seperti Fahri di Ayat-ayat Cinta atau Azzam di dwilogi Ketika Cinta Bertasbih. Dan wajar jika seorang penulis lebih memfokuskan alur kisah pada sang tokoh utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernahkah kita berpikir kalau kita berada tidak sebagai pemeran utama yang happy ending, tapi justru pada si patah hati itu ?? Tentu akan begitu menyedihkan. Bagaimanakah kiranya kesedihan Fadhil dibawa dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika    Cinta Bertasbih&lt;/span&gt;, dan adakah dia menemukan ganti yang lebih baik, sampai akhir buku pun tidak diceritakan. Makanya, bagi mereka yang menggilai "Ayat-ayat Cinta" dan sebangsanya, saya justru melihat kelemahan lain dari sisi ini. Pada tokoh patah hati yang jauh lebih tidak jelas nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kita bisa berkata bahwa setiap orang punya takdirnya sendiri. Dan tidak sehelai daun pun jatuh ke bumi kecuali atas izin Allah, apalagi masalah jodoh. Namun kita berhadapan dengan hati manusia, yang setelah terluka belum tentu akan langsung sembuh. Butuh waktu, butuh proses dan entah apa yang akan terjadi dalam proses dan waktu itu. Sebuah hikmah pun kadang akan terasa sakit jika diingat. Jika hikmah itu adalah sebuah harapan, dan harapan itu kemudian tidak terjadi. Entah dalam bentuk perjodohan yang tidak tercapai, optimisme akan nilai ujian yang bagus namun rupanya tidak tercapai, hangusnya peluang mendapat beasiswa karena salah melihat deadline tanggal, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun jika cinta hanya dimaknai sebagai nuansa "merah jambu". Padahal di seberang pemenang ada si patah hati. Seperti halnya kisah romantis Marc Anthony dan Cleopatra dibangun diatas keping-kepingan hati dan keruntuhan kekuasaan Julius Caesar yang juga mencintai Cleopatra. Seperti halnya kawan yang pernah mengatakan kepada saya "Ayat-ayat cinta cuman cocok buat orang yang mau nikah, bukan buat orang yang lagi patah hati". Manusiawi, punya kelebihan dan kekurangan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, saya pun masih belajar untuk semuanya di universitas kehidupan. Maka saat kita berbicara mengenai cinta, mengenai harapan, syair-syair Cinta, pandanglah dengan jernih. Dia impian idealita di satu sisi, dan kepastian untuk kehilangan di sisi lain. Namun tidak akan rugi orang yang menempatkan cintanya pada sesuatu yang Maha Tinggi, dia yang menganugerahkan cinta untuk dikenal oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan cinta di tempat yang benar, di sisi Allah, SWT.    Dan.......bacalah apapun yang bermanfaat &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/04.gif" /&gt;. Reader    today, leader tomorrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Nobody is perfect&lt;br /&gt;- I am    nobody&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;Rizki Ramadhani&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1203005621_6"&gt;Taipei,    Taiwan&lt;br /&gt;15 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-5015578563189601983?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/5015578563189601983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=5015578563189601983&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5015578563189601983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5015578563189601983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/02/kang-abik-dan-ayat-ayat-cinta.html' title='Kang Abik dan Ayat-ayat Cinta'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-5590090270113847938</id><published>2008-02-12T08:39:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T08:41:08.112-08:00</updated><title type='text'>Pesan "cinta" apa di "Ayat-ayat Cinta" ???</title><content type='html'>&lt;div id="ygrp-text"&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 127);"&gt;Sekedar komentar mengenai film "Ayat-ayat Cinta" karya Hanung Bramantiyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 127);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Inikah film yang diangkat dari novel Ayat-ayat Cinta itu ?". Mungkin inilah pertanyaan di kepala saya selepas menyaksikan film Ayat-ayat Cinta. Sudah tidak terhitung kawan-kawan yang nyeletuk soal ini, sampai menunggu kapan film ini dirilis. Menarik, mungkin karena filmnya adalah film yang diangkat dari salah satu novel Islami terlaris karangan Habiburrahman El Shirazy, dengan isi yang penuh penghayatan terhadap cinta dan cukup mengharu biru, dengan dibungkus latar kisah anak manusia di negeri Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja orang kemudian bertanya-tanya apa jadinya jika novel yang penuh nilai-nilai spiritual seperti ini kemudian diangkat kedalam film. "Cinta" seperti apa yang kemudian dibicarakan, sementara tafsir cinta sendiri begitu banyak dibicarakan dalam berbagai karya-karya Islam, tidak hanya dalam novel Ayat-ayat Cinta yang menjadi sumber film ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai muslim, saya meyakini bahwa cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan cinta-cinta yang lain bersumber dari cinta tertinggi ini. Sayangnya cinta hampir selalu diidentikkan dengan nuansa "merah jambu", kisah kasih dua muda-mudi yang merasa dunia menjadi milik berdua. Maka "cinta" pun terjebak saat akan digambarkan. Seperti apa esensi cinta yang terlukis ?? Dia bisa jadi agung dan mengharu biru di satu sisi, namun kemudian berubah menjadi picisan di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film "Ayat-ayat Cinta" ini pun masih terjebak dalam problema yang sama. Tokohnya memang sama persis. Masih ada Fahri, mahasiswa &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202834291_0"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; yang kuliah di Al-Azhar Mesir dengan sifatnya yang sederhana, taat beribadah, dan senang membantu, Maria Ghirghis seorang Kristen Koptik yang tinggal di lantai atas flat milik Fahri dan memendam cinta pada Fahri, dan Aisha sang gadis Jerman keturunan Turki yang kaya raya namun bersahaja. Ditambah juga tokoh-tokoh lain seperti Noura, Syaiful, Nurul, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur pun secara umum masih sama, walaupun dengan penyesuaian dan pemotongan di sana sini. Sayangnya titik berat film ini lebih banyak pada masalah Fahri di pengadilan. Sedangkan awal film yang semestinya bisa memberi penggambaran tentang proses pernikahan yang baik dan bagaimana pertimbangan Fahri dalam memilih pasangan sebagai contoh seorang pemuda yang ingin menikah banyak tidak tergambar utuh, sehingga yang tampak malah seorang Fahri yang diburu gadis-gadis. Lengkap dengan surat cintanya masing-masing. Porsi tentang muhasabah menuju jenjang pernikahan yang semestinya bisa menjadi penyampaian pesan "Ayat-ayat Cinta" justru tidak tergambar baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bersumber pada sebuah novel yang bernafaskan nilai-nilai keislaman, "Ayat-ayat Cinta" pun sebaiknya ditampilkan dengan hati-hati. Sudah semestinyalah adegan-adegan yang "berlebihan" seperti (maaf) adegan berciuman tidak perlu ditampilkan di film "Ayat-ayat Cinta" ini, agar tidak menimbulkan bias pada pesan cinta yang ditampilkan. Bukunya pun tidak pernah sampai menuliskan peristiwa berciuman seperti yang ditampilkan di film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, film ini bukannya tanpa bagian yang menarik. Adegan 20 menit terakhir film ini mungkin akan menjadi pertentangan antara mereka yang pro dan anti poligami. Bukan apa-apa, adegan Fahri yang kemudian beristri dua dengan Aisha dan Maria ini digambarkan dengan jelas lengkap dengan seluk beluk permasalahannya. Entah apakah ini improvisasi sang sutradara. Karena di bukunya, walaupun Fahri menikahi Maria, pernikahan itu begitu singkat dikarenakan penyakit Maria yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi sampai akhirnya meninggal. Tapi ayat-ayat Cinta versi layar lebar justru memperpanjang kisah pernikahan yang kedua ini, menimbulkan beda yang besar dengan yang ada di buku, dan alur yang bias walaupun tetap dengan ending sebuah kematian. Saya sedang tidak membahas tentang poligaminya, tapi penonton bisa menyimpulkan sendiri nanti setelah menyaksikan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi berpendapat sebaiknya "Ayat-ayat Cinta" tak perlu difilmkan. Biarkan dia tetap di buku dan interpretasinya diserahkan kepada masing-masing orang yang membaca. Pesan dan penghayatan akan cinta kepada manusia atas dasar cinta kepada Yang Maha Kuasa lebih tercapai, ketimbang berusaha menampilkannya dalam bentuk yang setengah-setengah sehingga penonton akan bingung apakah dia menyaksikan sebuah film bertemakan Islam dengan pesan cinta ataukah malah sebuah film remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga berharap film ayat-ayat Cinta ini pun memang digarap sebelumnya secara profesional. Karena begitu banyaknya film-film atau sinetron-sinetron &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202834291_1"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; yang dicap plagiat dengan banyak menyadur unsur-unsur dari film lain.Film "Ayat-ayat Cinta" pun sama. Musik latar yang dipakai pada adegan  pernikahan Fahri dan Aisha yang penuh kegembiraan jelas-jelas diambil dari musik latar film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taegukgi&lt;/span&gt; dari Korea Selatan, yang ironisnya justru menceritakan tentang perang Korea yang tragis. Musik latar ini pun begitu sering dipakai dalam berbagai adegan dalam film Ayat-ayat Cinta. Entah apakah Hanung Bramantiyo sebagai sutradara sudah mendapatkan izin untuk menggunakan lagu ini dalam filmnya. Ada juga musik-musik latar yang saya rasa diambil dari film lain, tapi saya kurang tahu jelas. Saya harapkan sih minimal memang sudah ada izin, karena sungguh memalukan kalau sekali lagi film Indonesia masih meneruskan budaya "plagiarisme" -nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 127);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga film "Ayat-ayat Cinta" juga tidak menimbulkan kesan cinta muda-mudi yang berlebihan. Apalagi saya pernah mendengar kabar bahwa film ini akan dirilis pada tanggal 14 Februari nanti yang justru bertepatan dengan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202834291_2"&gt;Valentine's Day&lt;/span&gt;. Akan begitu  aneh jika itu terjadi sedangkan film ini justru diangkat dari sebuah novel yang menggunakan nilai-nilai Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 127);"&gt;Rizki Ramadhani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 127);"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1202834291_3"&gt;Taipei, Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 127);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 127);"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1202834291_3"&gt;13 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 127);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;         &lt;/p&gt;&lt;hr size="1"&gt;Never miss a thing.  &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs"&gt; Make Yahoo your homepage.&lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--&gt;         &lt;span style="color: white;"&gt;__._,_.___&lt;/span&gt;                         &lt;span class="left"&gt;           &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://groups.yahoo.com/group/IKMUI_0506/message/1405;_ylc=X3oDMTM1MzUycWEzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzQ3ODM3BGdycHNwSWQDMTcwNTI0MDU2MARtc2dJZAMxNDA1BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTIwMjgyNTg5NwR0cGNJZAMxNDA1"&gt;             &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1202834291_4"&gt;Messages in this topic&lt;/span&gt;          &lt;/a&gt; (&lt;span class="bld"&gt;1&lt;/span&gt;)         &lt;/span&gt;         &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://groups.yahoo.com/group/IKMUI_0506/post;_ylc=X3oDMTJxNXFmbGFhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzQ3ODM3BGdycHNwSWQDMTcwNTI0MDU2MARtc2dJZAMxNDA1BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTIwMjgyNTg5Nw--?act=reply&amp;amp;messageNum=1405"&gt;           &lt;/a&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://groups.yahoo.com/group/IKMUI_0506/post;_ylc=X3oDMTJxNXFmbGFhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzQ3ODM3BGdycHNwSWQDMTcwNTI0MDU2MARtc2dJZAMxNDA1BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTIwMjgyNTg5Nw--?act=reply&amp;amp;messageNum=1405"&gt;&lt;span class="bld"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-5590090270113847938?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/5590090270113847938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=5590090270113847938&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5590090270113847938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5590090270113847938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/02/pesan-cinta-apa-di-ayat-ayat-cinta.html' title='Pesan &quot;cinta&quot; apa di &quot;Ayat-ayat Cinta&quot; ???'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-5226007647594303940</id><published>2008-02-09T03:40:00.000-08:00</published><updated>2008-05-25T13:54:55.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>Pingtung Journey Day 3 - 4</title><content type='html'>Taipei, 9 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut lanjutan mengenai kisah perjalanan di Pingtung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Day 3 - 4 : 5 - 6 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga berada di Pingtung adalah hari terakhir di tahun Cina yang lama (tahun Babi), jadi malam harinya akan ada perayaan tahun baru Cina khususnya di desa tempat kami menginap. Kami cuman mengunjungi 2 tempat pada hari kedua. Pertama ke Agricultural Expo &amp;amp; Exhibition di Pingtung dimana diadakan pameran hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Lumayan rame sih, dan juga unik-unik. Terutama terowongan labu yang cukup panjang dimana kita bisa lihat labu-labu berukuran besar bergelantungan dalam bentuk yang macam-macam. Ada yang melingkar seperti ular, ada yang seperti UFO, ada yang seperti lentera Cina, bahkan ada juga yang seperti............(oops, jangan dilanjutin deh he...he.....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area taman bunga mungkin adalah area yang paling menarik. Bunga-bunga yang ada disini cukup bagus semua, dan juga bisa dibeli jika kita mau. Ting Feng-Chun, kawan Taiwanku, rupanya sangat mengerti juga mengenai bunga walaupun dia sendiri mahasiswa departemen perikanan. Dia yang kemudian menjelaskan jenis-jenis bunga yang ada disana. Anggrek kuning Taiwan mungkin yang paling bagus menurutku dari semua yang ada disitu. Mungkin karena warnanya yang mentereng ya. Pengen beli sih sebenarnya, cuman aku orang yang kurang telaten kalau merawat sesuatu terutama kalau punya peliharaan seperti hewan atau tetumbuhan. Jadi takutnya bunganya cepat mati. Yah paling tidak dapat kesempatan foto dengan bunga lah he..he......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R7DS3DSXq_I/AAAAAAAAAC8/wHkDtszEVcc/s1600-h/S3010763.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R7DS3DSXq_I/AAAAAAAAAC8/wHkDtszEVcc/s320/S3010763.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165860615810952178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(With a very beautiful flower)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R7DSsDSXq-I/AAAAAAAAAC0/JcJPnnVIwqY/s1600-h/S3010760.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R7DSsDSXq-I/AAAAAAAAAC0/JcJPnnVIwqY/s320/S3010760.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165860426832391138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(Padang bunga matahari yang indah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Agirucultural Expo lupanya sulit banget. Bis cuman lewat di daerah situ sekitar satu jam sekali, taksi pun jarang benget. Jadi deh kita harus menelepon taks dari pusat kota untuk menjemput kita di sana. And guess what ??? Tujuan selanjutnya adalah pabrik bir.........!! Yup, si Ting membawa kita untuk melihat pabrik bir Tsingtao yang merupakan merek bir paling terkenal buatan Taiwan sendiri. Saya dan Rocky ikut aja sih, asalakn gak minum bir deh he...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik yang cukup besar, dan juga diceritakan mengenai asal mula perkembangan perusahaan bir tersebut semenjak pabriknya masih berada di Cina daratan. Minum bir sih memang sudah budaya di Taiwan dan Cina. Dari mulai habis makan biasa sampai acara-acare besar seperti tahun baru Cina bir selalu disajikan. Makanya hati-hati kalau kesini, jangan kepleset malah minum bir. Dan jangan sekali-kali salah nyebut minta jiu (酒) kalau lagi makan disini, karena itu artinya arak he...he.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita cuman jalan-jalan ke dua tempat memang di hari ketiga. Karena ada sesuatu yang penting yang mau kita lakukan. Yup...kita mau masak masakan ala Indonesia untuk Ting dan keluarga (walaupun masakannya versi anak kost yang selalu serba careless he...he....). Setelah selesai belanja sebentar di pasar tradisional Pingtung, mulai deh masak-masaknya. Rencananya sih mau bikin bakwan,  rendang, dan ikan goreng. Aku kebagian ngurus bakwan, sedangkan urusan masak daging-dagingan dikerjakan oleh Rocky. Sebenarnya sih kita bikinnya rada amburadul sedikit. Apalagi aku dengan bakwanku. Aduuh....jadi malu. Untungnya sih ada orang Indonesia yang tinggal disitu yang ikut bantuin kita. Dia kebetulan nikah sama orang Taiwan dan karena dia tetangganya keluarga Ting, maka diajak untuk ketemu kita. Eh...gak tahunya malah bantuin masak. Lumayanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakwanku sih rada ancur, tapi rendangnya Rocky juga ha...ha....ha......Awalnya sih keren cuman kayaknya kuahnya kebanyakan, lagian bumbu rendang instan ala Indofood sepertinya tidak bisa menggantikan bumbu rendang yang dibuat pake tangan sendiri. Untuk kamuflase, jadinya kita tambahin kol banyak-banyak ke rendangnya. Pas disajikan sih katanya 好吃 sama Ting dan keluarganya. Dan gak ada yang sakit perut juga tuh....he...he.....Jadi bisa dikatakan menu kita sukses berat untuk level anak kost yang cuman biasa masak nasi plus mie instan ha...ha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya baru deh diadakan pesta menyambut tahun baru Cina. Rame banget di desa itu. Menarik juga melihat ritual tarian naga dan meminta keberuntungan yang dilakukan oleh anak-anak kecil disana. Ada pentas musik dan tarinya juga, dari tari tradisional sampai break dance (hmmm....break dance di pesta tahun baru Cina ???). Yah ikut ajalah dulu. Disini Rocky patilin aku nih, katanya kita berdua mau nyanyi bareng. Eh pas giliran tampil malah dianya kabur sendiri, dan ngedorong-dorong aku buat nyanyi (sialan banget !!!!!!). Yah apa boleh buat deh nyanyi setahu gw aja apa lagu yang ada di kepala. Yang itu gak usah dikenang deh. Yang lumayan aku dapat dua doorprize disini. Tambahan selimut satu, dan satu pak sabun mandi (apa maksudnya gw disuruh mandi dulu yah ?????). Si Rocky malah gak dapat apa-apa ha...ha...... Kuwalat loe ky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek banget tuh nonton semalaman. Jadinya tidur nyenyak banget di malam tahun baru Cina. Hari pertama tahun baru Cina (hari ke-4 kami di Pingtung), kami habiskan sepenuhnya di rumah. Rupanya orang Taiwan pada hari pertama tahun baru Cina lebih memilih untuk tinggal di rumah dan tidak pergi kemana-mana. Mereka melakukan ritual awal tahun. Seperti memasang kertas-kertas berwarna untuk meminta keberuntungan, membakar uang-uang kertas untuk dipersembahkan kepada nenek moyang, bakar dupa dan berdoa dan banyak lagi. Kami sih tidak ikut ritual-ritual ini tentu saja. Tetapi cukup menarik juga untuk diamati. Dan juga akhirnya aku tahu beberapa penjelasan mengenai ritual tahun baru Cina ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu gak kenapa pas tahun baru Cina orang-orang yang merayakannya pada pasang segala sesuatu yang berawarna merah ?? Mulai dari kertas berwarna merah, lentera merah, dan lain-lain ?? Rupanya dalam kepercayaan mereka, di awal tahun yang baru akan ada iblis yang mengganggu rumah-rumah. Iblis ini takut dengan warna merah, itulah kenapa mereka banyak menggunakan warna merah untuk barang-barang yang dipake dalam acara ritual (jadi tahu juga kan kenapa kuil-kuil banyak yang dicat merah ???). Juga ada bakar-bakaran petasan seperti biasa. Petasan ini pun bukan untuk sekedar main-main, tetapi ada maksudnya juga. Petaan ini dinyalakan untuk mengusir iblis yang suka mengganggu di awal tahun baru itu. Suara bising petasan dipercaya bisa mengusir roh-roh jahat yang suka mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.....lumayan juga bisa mempelajari budaya Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 馬富月-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2595712211982419885-5226007647594303940?l=rizkiramadhani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/feeds/5226007647594303940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2595712211982419885&amp;postID=5226007647594303940&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5226007647594303940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2595712211982419885/posts/default/5226007647594303940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkiramadhani.blogspot.com/2008/02/pingtung-journey-day-3-4.html' title='Pingtung Journey Day 3 - 4'/><author><name>Rizki Ramadhani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14389526374682028413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/SBdG0KDpZ2I/AAAAAAAAAJA/7uufFTvtGQU/S220/DSCN1826.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R7DS3DSXq_I/AAAAAAAAAC8/wHkDtszEVcc/s72-c/S3010763.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2595712211982419885.post-1304195341499347658</id><published>2008-02-08T12:38:00.000-08:00</published><updated>2008-05-25T13:54:55.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tour in Taiwan'/><title type='text'>Pingtung Journey Day 1 - 2 (Part 2)</title><content type='html'>Taipei, 9 Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Day 1 -2 : 3 - 4 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sesudah berkunjung ke Aquarium, kami baru sadar bahwa belum makan siang. Jadi deh mampir sebenatar untuk makan makanan favoritku ....Mie sapi  (牛肉面). Aku suka banget menu yang satu ini, mungkin sejak pertama kali makan menu yang sama di restoran Cina muslim dekat Sun Yat-Sen memorial hall. Jadi ketagihan. Kalau kebetulan mampir di lab pesan menu yang sama he....he.....Kebetulan disini nampang sebentar sebelum cabut buat jalan-jalan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6y_CnvD2VI/AAAAAAAAACQ/xh2VagjwasE/s1600-h/S3010726.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6y_CnvD2VI/AAAAAAAAACQ/xh2VagjwasE/s320/S3010726.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164712924434127186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                 (Nampang bentar sebelum makan Mie sapi bareng Rocky)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Habis makan siang, lanjut lagi deh jalan-jalannya. Sekarang langsung menuju bibir pantai. Kami berhenti sebentar untuk melihat pantai di sekitar hotel Yoho daerah Kenting. Jujur pantainya sih berbatu dan kurang bagus. Tapi kapan lagi bisa jalan-jalan ke Pantai di Taiwan. Jadinya loncat-loncatan antar batu karang dan .....foto lagi deh he.....he.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6zAJ3vD2WI/AAAAAAAAACY/fvUy8mcZh6Y/s1600-h/S3010728.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6zAJ3vD2WI/AAAAAAAAACY/fvUy8mcZh6Y/s320/S3010728.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164714148499806562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pantai Kenting, menantang badai selatan Taiwan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, the journey continues. Rupanya kawan kami Ting Feng-Chun bikin kejutan. Dia mengajak kami untuk main gokart di pinggir pantai. Kebetulan terdapat arena main gokart khusus di pinggir pantai Pingtung yang cukup murah. Di sirkuit pertama OK deh aku kalah telak dari Ting dan Rocky. Fiuhhh...bukan apa-apa, takut juga rupanya injak pedal gas dalam-dalam walaupun itu hanya sebuah gokart sekalipun. Beneran deh...aku cabut kata-kataku yang bilang bahwa balapan itu mudah. Gak mudah sama sekali. Keputusan menginjak gas dan rem harus benar-benar tepat. Jadi deh urutan buncit di sirukit yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teru terang sih aku gak puas, jadinya nyoba sirkuit kedua yang lumayan bagus. Bagus karena lintasannya jauh lebih panjang, dan waktu permainannya pun lebih lama. Apalagi salah satu tikungan di sirkuit gokart kedua ini mirip banget dengan tikungan terkenal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;curva parabolica&lt;/span&gt; di sirkuit Monza, Italia (wuiihhhhh...hiperbolis banget). So enak banget dijajal, walaupun mesin gokartku sempat ngadat. Yang penting lagi....disini gw menang dari Rocky he...he....(sorry buddy). Jadi ingat juga pada salah satu legenda balap Formula 1, pembalap legendaris Brazil Ayrton Senna. Si raja Monaco (karena dialah pemegang rekor kemenangan terbanyak di sirkuit jalan raya Monte Carlo) dan juga pembalap yang dikenal mampu memaksimalkan kemampuan mobil sampai batas maksimal. Luar biasa kalau begitu bagaimana cara dia mengendalikan mobil. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yet he was not an ordinary racer&lt;/span&gt;. Anyway, nih aku waktu lagi in action di sirkuit Monza-nya Pingtung. He...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6zJY3vD2XI/AAAAAAAAACg/G5Q7ssOJAbs/s1600-h/S3010744.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6zJY3vD2XI/AAAAAAAAACg/G5Q7ssOJAbs/s320/S3010744.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164724301802494322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Melibas Curva Parabolica-nya sirkuit Monza versi Pingtung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami sempat makan-makan sebentar di daerah pertokoan di Kenting. Aku beli gantungan kunci kecil disana. Kebetulan saat itu aku bingung melihat sebuah mercusuar yang dijadikan lambang Kenting dan Pingtung pada umumnya. Aku baru tahu kalau rupanya mercusuar itu jadi lambang Kenting dan Pingtung secara umum. Maka menujulah kita kesana sebagai tujuan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Taipei terkenal dengan Taipei 101-nya, maka Pingtung dan khususnya Kenting terkenal dengan mercusuar yang putih bersih yang bernama mercusuar&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Eluan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bi&lt;/span&gt;. Nama asli mercusuar ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Goran&lt;/span&gt;, bahasa aborigin lokal yang berarti kapal layar. Awalnya dibangun tahun 1888 oleh dinasti Qing dengan tujuan untuk meingkatkan keamanan dan keselamatan di daerah ini dimana kecelakaan laut sering terjadi. Saat Jepang menguasai Taiwan, mercusuar ini sempat rusak parah namun kemudian direnovasi kembali. Yang menarik dari mercusuar Eluanbi adalah bahwa inilah satu-satunya mercusuar di dunia yang dilengkapi dengan persenjataan. Karena dulunya mercusuar ini menjadi sasaran serangan warga aborigin lokal, sehingga mercusuar ini sangat dilindungi. Mercusuar ini masih memancarkan cahaya sampai saat ini walaupun tidak dipakai lagi. Gantinya mercusuar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eluanbi &lt;/span&gt;menjadi landmark dan salah satu dari 8 obyek wisata terkenal di Taiwan. Berikut gambar mercusuar Eluanbi yang saya dapat di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ufw7-N2Agvw/R6zRkHvD2YI/AAAAAAAAACo/NbxVcrOPhsI/s1600-h/Eluanbi_lighthouse.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: po
